Laporan mengejutkan yang dirilis media AS, CNN, mengungkapkan bahwa persediaan rudal pencegat dan amunisi presisi jarak jauh milik militer Amerika Serikat telah berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Rentetan konfrontasi militer dengan Iran dalam operasi bertajuk Operation Epic Fury dikabarkan telah menghabiskan hampir 80 persen (empat perlima) dari total stok rudal pencegat THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). (more…)
General Dynamics Electric Boat, anak perusahaan dari General Dynamics, resmi mengamankan porsi kontrak jumbo dari Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Dalam pengumuman paket kontrak Angkatan Laut bernilai total US$76,6 miliar, Electric Boat mengantongi dana sebesar US$29,5 miliar untuk pembuatan lima unit tambahan kapal selam rudal balistik Columbia class dan US$42,1 miliar untuk penambahan sembilan unit kapal selam serang nuklir Virginia class, beserta dukungan anggaran bagi pengembangan infrastruktur galangan kapal. (more…)
Sistem Peluncur Mobile Typhon (MRC) di Lapangan. Source: Tim Kelly / REUTERS
Ketegangan geopolitik di Rantai Pulau Pertama (First Island Chain) kian transparan setelah perusahaan citra satelit komersial asal Cina, MizarVision, merilis foto udara mendetail yang memperlihatkan keberadaan Typhon Weapon System milik Angkatan Darat AS (US Army) di Pangkalan Udara Kanoya, Kyushu, Jepang. (more…)
Dalam pergeseran strategi militer Eropa paling masif selama beberapa dekade terakhir, Jerman secara resmi telah mencapai kesepakatan mercusuar dengan Amerika Serikat untuk membeli dan menempatkan rudal jelajah jarak jauh legendaris, Tomahawk, di wilayah domestiknya. (more…)
Industri pertahanan Turki kembali menancapkan taringnya di panggung militer global dengan memperkenalkan salah satu proyek senjata strategis paling ambisius. Ankara kini resmi merilis penampakan perdana dari Gezgin, sebuah rudal jelajah jarak jauh otonom yang digadang-gadang sebagai jawaban domestik sekaligus kembaran dari rudal jelajah legendaris Tomahawk buatan Amerika Serikat. (more…)
Ketergantungan masif negara-negara Eropa terhadap payung keamanan geopolitik Amerika Serikat kini berada di titik nadir, memicu apa yang disebut sebagai “krisis eksistensial” di kalangan ibu kota Benua Biru. Raksasa manufaktur rudal lintas-negara, MBDA, bergerak cepat memanfaatkan celah emas yang terbuka akibat kelangkaan operasional rudal jelajah strategis BGM-109 Tomahawk milik AS. (more…)
Militer Amerika Serikat baru saja mengukir sejarah baru dalam doktrin pertempuran di Pasifik dengan melaksanakan latihan serangan presisi jarak jauh pertama di dalam wilayah Rantai Pulau Pertama (First Island Chain). (more…)
Berbeda dengan pilihan Jerman dan Belanda yang mengakuisisi rudal jelajah Tomahawk buatan AS, maka ada indikasi Polandia untuk mengakuisisi rudal jelajah rancangan dan produksi dalam negeri. Pada pameran pertahanan International Defence Industry Exhibition (MSPO) 2025 di kota Kielce, Polandia (2 – 5 September 2025), perusahaan pertahanan asal Polandia, WB Group, memamerkan rudal jelajah jarak jauh Lanca. (more…)
Selain mengerahkan tujuh pembom stealth B-2 Spirt yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordow, dalam Operasi Midnight Hammer, Amerika Serikat juga meluncurkan sekitar 30 unit rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke instalasi strategis di Iran. Tomahawk yang digunakan secara khusus diluncurkan dari wahana kapal selam. (more…)
Langkah ofensif Beijing di Laut Cina Selatan, khususnya yang terkait konflik dengan Filipina, rupanya menuai ganjalan, pasalnya Angkatan Darat AS (US Army) tetap mempertahankan penggelaran Typhon Weapon System di Pulau Luzon. Typhon Weapon System yang berintikan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan rudal hanud jarak jauh SM-6, telah menciptakan efek deteren. (more…)