Update: Kapal Selam Misterius Cina Tanpa Menara Komando Memasuki Tahap Outfitting di Galangan Jiangnan

Perkembangan terbaru mengenai kapal selam misterius Angkatan Laut Cina (PLAN) yang dirancang tanpa conning tower atau menara komando (sail-less) kembali terungkap melalui analisis citra satelit komersial Vantor. Kapal selam berdesain radikal yang pertama kali terpantau pada Mei 2026 di Galangan Kapal Jiangnan Changxingdao, Shanghai, kini dilaporkan telah turun ke air dan resmi memasuki tahap pemasangan perlengkapan interior serta sistem persenjataan (waterside outfitting).
Baca juga: Citra Satelit Singkap Kapal Selam Misterius Cina Tanpa Menara Komando di Jiangnan
Dalam rekaman citra satelit terbaru, kapal selam dengan panjang sekitar 120 meter tersebut tampak ditambat di samping dermaga fitting-out. Sejumlah area di sepanjang lambung kapal terlihat diselimuti struktur scaffolding (steger), menandakan bahwa para teknisi galangan sedang melakukan pengerjaan integrasi komponen internal secara intensif. Guna menjaga kerahasiaan dan keamanan selama proses outfitting, area sekitar kapal selam dibatasi oleh tirai pelampung (floating boom) berbentuk setengah lingkaran.
Data citra satelit terbaru ini memberikan konfirmasi paling jelas bahwa proyek pengembangan kapal selam dengan form factor unik tersebut terus berjalan pesat. Ukuran panjangnya yang mencapai 120 meter kembali menguatkan dugaan bahwa platform ini merupakan kapal selam bertenaga nuklir (SSN), mengingat ukurannya jauh melampaui kapal selam diesel-listrik konvensional Cina seperti Type 039 class.
Meski menawarkan keunggulan taktis hidrodinamis, ketiadaan atau pengurangan ukuran conning tower membawa tantangan teknis tersendiri. Conning tower pada kapal selam konvensional bertindak sebagai rumah bagi tiang periskop, antena komunikasi, dan sensor radar, sekaligus menjadi pos pengamatan visual saat berlayar di permukaan.

Para pengamat maritim mencatat bahwa jika Cina berhasil mengoperasikan desain conning tower serba mini secara penuh dalam armada reguler, PLAN akan menjadi angkatan laut pertama di dunia yang menerapkan konsep ekstrem tersebut pada kapal selam operasional, menyusul eksperimen serupa yang pernah dilakukan Amerika Serikat di masa lalu.
🇨🇳While Western navies struggle to construct multiple submarines simultaneously, China continues to build them at an ever-accelerating pace. Over the past five years, China has launched approximately 15 to 20 submarines, including at least 8 new variants or models.
The most… pic.twitter.com/8bxkp58YA0
— fsf.🇨🇳 Commentaire très conflictuel (@SharonBelmoo) July 1, 2026
Selain ketiadaan menara komando (conning tower/sail) konvensional yang menjadi ciri khas utamanya untuk memangkas hambatan hidrodinamis serta menekan jejak akustik (flow noise), analisis citra satelit dari atas juga mengindikasikan penggunaan kendali buritan berbentuk huruf X (X-shaped stern control surface). Desain kemudi buritan model X ini dikenal mampu memberikan kelincahan maniver yang jauh lebih tinggi di kedalaman air serta sangat ideal untuk pengoperasian di perairan dangkal dibanding konfigurasi kemudi salib (cross-shaped stern) tradisional.
Memasuki tahap outfitting di dermaga basah Galangan Jiangnan mengindikasikan bahwa konstruksi dasar lambung kapal telah selesai. Dunia intelijen maritim internasional kini terus memantau apakah kapal selam generasi baru ini disiapkan sebagai platform uji coba teknologi siluman masa depan atau siap diproduksi secara massal untuk memperkuat armada tempur bawah laut PLAN. (Gilang Perdana)
Mewarisi DNA Type 039 Cina, Kapal Selam Baru Pakistan PNS Hangor Unjuk Gigi dan Transit di Malaysia


