Cari Pengganti BAE Hawk, Angkatan Udara India Incar 150 Pesawat Latih Lanjut Berteknologi AI dan Fly By Wire

Angkatan Udara India (Indian Air Force – IAF) kembali meramaikan panggung berita kemiliteran setelah resmi menerbitkan Request for Information (RFI) untuk pengadaan sekitar 150 unit pesawat latih lanjut (Advanced Jet Trainer – AJT) Stage-III. Program pengadaan berskala besar ini digulirkan guna menggantikan posisi armada BAE Hawk yang selama ini menjadi tulang punggung pelatihan penerbang tempur India.
Baca juga: Advanced Hawk: Dibekali Air Refueling System, Ini Performa Maksimal Keluarga Hawk 100
Berada di bawah skema dorongan kemandirian industri pertahanan lokal “Buy (Indian) or better”, calon pesawat latih baru IAF diwajibkan mengusung teknologi modern seperti sistem kendali fly-by-wire, glass cockpit, pemeliharaan berbasis kecerdasan buatan (AI maintenance), hingga simulasi jaringan pertempuran digital (networked warfare).
Langkah agresif ini diambil IAF guna menjembatani transisi para penerbang muda dari tahap latihan ke jet tempur generasi modern dan canggih yang kini dioperasikan India, seperti HAL Tejas dan Dassault Rafale. Dalam RFI yang dirilis, New Delhi menetapkan batas waktu bagi para produsen untuk memasukkan proposal jawaban hingga 5 Oktober mendatang, dengan pengiriman unit pertama dijadwalkan paling cepat pada pertengahan dekade 2030-an.
Saat ini, para pengamat militer di India tengah memperdebatkan apakah IAF akan memilih opsi domestik melalui varian Tejas atau jet latih konsep buatan HAL yaitu HLFT-42, ataukah berpaling ke kontestan asing seperti Boeing T-7A Red Hawk dari Amerika Serikat. Pengadaan 150 pesawat ini dinilai sangat krusial untuk meringankan beban operasional 29 skuadron aktif IAF sekaligus menggenjot kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
🇮🇳 IAF has floated an RFI for 150 Stage-III jet trainers to replace its ageing Hawk fleet
Top contenders so far: Boeing’s T-7, Korea’s FA-50, and HAL’s homegrown HLFT-42.
What the new jet actually needs to do:
Fly-by-wire controls, glass cockpit, NavIC integration alongside… pic.twitter.com/Db5uJP7AqH
— Military Observer (@TheMilObserverr) August 13, 2026
Membahas pesawat yang akan digantikan, IAF saat ini mengoperasikan armada BAE Hawk dari varian Hawk Mk-132. Kontrak pengadaan jet latih asal Inggris ini pertama kali ditandatangani pada Maret 2004 setelah melalui proses negosiasi yang panjang. Total India memesan hingga 123 unit Hawk Mk 132 yang dibagi dalam beberapa gelombang.
Gelombang pertama mencakup 24 unit yang diproduksi langsung oleh BAE Systems di Brough, Inggris, sementara 99 unit sisanya diproduksi secara lokal di bawah lisensi oleh manufaktur dirgantara kebanggaan India, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di Bengaluru. Pengiriman perdana Hawk Mk 132 ke IAF dimulai pada akhir 2007, dan pesawat ini resmi bertugas mendidik calon penerbang tempur India di pangkalan udara IAF Station Bidar.
Era BAE Hawk Berakhir 2030, Tim Aerobatik Red Arrows Segera Dapatkan Tunggangan Baru
Hawk Mk 132 merupakan varian Advanced Jet Trainer murni berkursi ganda (tandem seat) yang dikembangkan dari keluarga Hawk Seri 100. Jet ini ditenagai oleh satu mesin turbofan Rolls-Royce Turbomeca Adour Mk 871 tanpa afterburner, yang mampu menghasilkan dorongan sekitar 56 kN. Mesin tersebut sanggup membawa Hawk Mk 132 melaju hingga kecepatan subsonik tinggi sekitar Mach 0,84 (1.028 km/jam) dengan jangkauan jelajah hingga 2.500 km jika menggunakan tangki bahan bakar cadangan.
Dari segi avionik, Hawk Mk 132 sudah dilengkapi glass cockpit modern yang ramah penggunaan Night Vision Goggles (NVG), Head-Up Display (HUD), serta sistem Hot Hands On Throttle-And-Stick (HOTAS) untuk memberikan simulasi ruang kemudi yang mirip dengan jet tempur garda depan.
Hawk 109: Lead In Fighter Trainer dengan Peran Tempur Taktis
Jika dibandingkan dengan armada Hawk milik TNI AU, yakni varian Hawk 109, kedua pesawat ini sejatinya berasal dari akar silsilah manufaktur yang sama yaitu keluarga BAE Hawk Seri 100. TNI AU mengoperasikan Hawk 109 bersama varian kursi tunggal Hawk 209 yang didatangkan dari Inggris pada pertengahan era 1990-an (dikirim berkala sejak 1996). Sama seperti Hawk Mk-132 India, Hawk 109 TNI AU berkonfigurasi kursi ganda (tandem seat) dan ditenagai oleh mesin utama yang identik, yaitu Rolls-Royce Adour Mk 871.
Kemiripan fisik kedua pesawat memang sangat tinggi karena sama-sama memanfaatkan desain hidung melengkung khas Hawk Seri 100 tanpa kubah radar (radome). Berbeda dengan saudaranya Hawk 209 yang dibekali radar penembak AN/APG-66H di bagian hidung, Hawk 109 TNI AU murni mengandalkan instrumen optik/avionik standar untuk navigasi dan penembakan.
TNI AU Lakukan Upgrade Radar Warning Receiver Untuk Armada Hawk 109/209
Letak perbedaan utamanya ada pada rentang generasi avionik dan penekanan tugas; Hawk 109 TNI AU dipesan pada era 1990-an sebagai wahana Lead-In Fighter Trainer (LIFT) yang juga disiapgandakan untuk misi bantuan tembakan udara/serangan darat (light attack/close air support).
Sementara Hawk Mk 132 milik India dipesan pada era 2000-an dengan pembaruan glass cockpit dan komputasi yang lebih diselaraskan untuk integrasi simulasi data latihan penerbang modern sebelum masuk ke kokpit jet generasi 4.5. (Bayu Pamungkas)


