25 Tahun Misi JAWBREAKER di Afghanistan, CIA Tampilkan Kembali Helikopter Mi-8MTV Bersejarah di Langley

Central Intelligence Agency (CIA) secara resmi merestorasi helikopter angkut buatan Rusia yang menorehkan sejarah sebagai wahana udara pertama pembawa tim intelijen Amerika Serikat ke Afghanistan pasca-serangan 11 September 2001.
Baca juga: Ubah Helikopter Mi-8 Jadi ‘Jammer’ Terbang, Rusia Incar Drone Tempur Jarak Jauh Ukraina
Restorasi yang dilakukan di markas besar CIA di Langley, Virginia, mengembalikan skema cat kamuflase asli helikopter tersebut saat menjalankan Misi JAWBREAKER pada 26 September 2001, lengkap dengan tanda panggil (call sign) “607” milik pilot Afghanistan yang mengawalnya.
Langkah pemulihan fisik ini dilakukan guna menandai 25 tahun keberhasilan operasi intelijen bersejarah yang menjadi pembuka jalan bagi masuknya kekuatan militer Amerika Serikat di bumi Afghanistan.
Misi JAWBREAKER sendiri merupakan operasi darurat paling krusial yang diluncurkan CIA hanya 15 hari setelah tragedi 11 September. Dipimpin oleh perwira senior CIA Gary Schroen, tim yang terdiri dari tujuh pejabat intelijen, tiga awak pesawat, dan dua mitra lokal Afghanistan ini diterbangkan langsung ke Lembah Panjshir.
25 years ago today, a Russian built Mi-17 helicopter quietly carried one of the most important missions of the post 9/11 era.
On September 26, 2001, just 15 days after the attacks, the CIA’s first team flew into Afghanistan aboard this helicopter as part of Operation Jawbreaker.… pic.twitter.com/Rh3HGdojyk
— Aircraft history junky (@AircraftJunky) September 26, 2026
Tugas utama tim JAWBREAKER adalah menjalin komunikasi serta menggalang aliansi dengan milisi Aliansi Utara, yang saat itu baru saja kehilangan pemimpin karismatik mereka, Ahmad Shah Massoud, akibat pembunuhan oleh agen al-Qaeda dua hari sebelum serangan 11 September. Dalam misi berisiko tinggi tersebut, tim JAWBREAKER membawa dana tunai jutaan dolar AS di dalam tas untuk merekrut, membiayai, dan menyuplai peralatan tempur bagi para pejuang lokal, sekaligus menyiapkan landasan bagi kampanye militer berskala besar Amerika Serikat melawan al-Qaeda dan rezim Taliban.
CIA menyebut platform udara tersebut sebagai Mi-17, namun klaim ini dikoreksi secara terbuka oleh mantan perwira paramiliter CIA, Ronald Moeller. Melalui unggahan di media sosial X, Moeller yang mengaku menjadi bagian dari sejarah operasional helikopter tersebut meluruskan bahwa platform udara itu secara teknis adalah varian Mi-8MTV. Secara kualifikasi militer, Mi-17 memang merupakan penamaan ekspor resmi dari manufaktur Rusia untuk keluarga helikopter angkut sedang Mi-8MTV, sehingga kedua kodefikasi ini kerap digunakan secara bergantian dalam literatur penerbangan pertahanan.
CIA Jawbreaker team pic.twitter.com/M580u2aEce
— Corso (@Corso_Handler) September 26, 2026
Proses akuisisi helikopter buatan Rusia ini dilakukan CIA pada dekade 1990-an melalui jaringan pembelian terselubung (clandestine procurement) pasca-runtuhnya Uni Soviet. Saat itu, pasar gelap alutsista dan surplus militer di negara-negara pecahan Soviet melimpah, memungkinkan lembaga intelijen AS membeli platform ini melalui perusahaan cangkang dan perantara sipil untuk menyembunyikan jejak kepemilikan pemerintah Amerika Serikat.
Pembelian helikopter blok Timur ini disengaja agar CIA memiliki armada khusus yang secara menyakinkan dapat beroperasi dalam misi-misi klandestin tanpa menimbulkan kecurigaan geopolitik, sekaligus memudahkan dukungan logistik saat beroperasi di wilayah yang didominasi infrastruktur militer Soviet.
Mi-8MTV (Militarisovanny Transportny Visotny — varian angkut militer Ketinggian Tinggi) merupakan pengembangan bermesin lebih kuat dibanding seri Mi-8 standar. Helikopter ini ditenagai sepasang mesin turboshaft Klimov TV3-117VM yang masing-masing menghasilkan daya hingga 2.000 hp, dipadukan dengan auxiliary power unit (APU) Safir 5/K-Z8 untuk keandalan start mesin di daerah terpencil.
65 Tahun Mengudara: Mengenang Penerbangan Perdana Mi-8, Helikopter Paling Laris dalam Sejarah
Dengan bobot lepas landas maksimum (MTOW) mencapai 13.000 kg dan kecepatan jelajah 240 km/jam, Mi-8MTV sanggup mengangkut hingga 24 prajurit atau muatan internal sebesar 4 ton. Keunggulan utamanya terletak pada peningkatan rasio power-to-weight yang memungkinkan armada ini tetap beroperasi secara optimal di medan High and Hot dengan ketinggian terbang hingga 6.000 meter (19.680 kaki).
Keputusan CIA membeli helikopter Soviet pada era 1990-an didasari oleh perhitungan taktis dan penyamaran intelijen yang matang. Penggunaan platform keluarga Mi-8/Mi-17 dinilai sangat ideal karena profilnya tidak menarik perhatian di wilayah udara Afghanistan yang saat itu mendominasi dioperasikan oleh faksi Aliansi Utara maupun milisi Taliban.
Selain fitur stealth secara visual dan psikologis, helikopter ini terbukti memiliki keandalan mesin di Ketinggian Tinggi dan Suhu Tinggi (High and Hot). Hal ini terbukti saat penerbangan perdana Misi JAWBREAKER menembus Celah Anjuman (Anjuman Pass) di ketinggian 4.400 meter (14.500 kaki) di atas permukaan laut sebelum berhasil mendarat dengan selamat di Lembah Panjshir.
Setelah pendaratan bersejarah pada September 2001, helikopter bernomor ekor memorial 91101 ini terus dioperasikan secara aktif dan mencatatkan lebih dari 300 misi tempur serta intelijen di Afghanistan hingga penerbangan terakhirnya pada tahun 2012.
Helikopter legendaris ini kemudian diboyong ke Langley pada 2018 dan diresmikan sebagai monumen hidup pada 26 September 2019. Proses restorasi menyeluruh selama setahun terakhir ini berfokus pada penambalan kebocoran badan pesawat (fuselage), pemulihan pudar warna akibat paparan sinar matahari, serta pelapisan ulang cat agar siap dipamerkan kembali sebagai simbol keberhasilan operasi khusus CIA di medan konflik Asia Selatan. (Gilang Perdana)
Rahasia di Langit Arizona: Militer AS Ternyata Andalkan Mi-171E Rusia untuk Operasi Khusus


