Pembom Strategis Cina Xian H-6K Dilengkapi Pod Jammer Adopsi dari Jet Tempur EW J-16D

Armada pembom strategis Angkatan Udara Cina (PLAAF) kembali memamerkan peningkatan kemampuan operasional melalui modernisasi perangkat perang elektronik (electronic warfare/EW). Pesawat pembom strategis Xian H-6K (khususnya varian H-6KD dengan nomor ekor 20710 dari Divisi Pembom ke-10, Komando Teater Timur) baru-baru ini terlihat mengusung pod peperangan elektronik baru di bawah sayapnya.

Baca juga: Pembom Strategis Cina Xian H-6K Bawa Muatan Misterius, Diduga Rudal Balistik Hipersonik

Langkah ini diyakini sebagai upaya Cina untuk meningkatkan daya kelangsungan hidup (survivability) dan kemandirian armada pembom jarak jauhnya saat menembus ruang udara yang dilindungi secara ketat oleh sistem pertahanan udara musuh, tanpa harus selalu bergantung pada pengawalan pesawat EW khusus.

Secara visual, pod jammer yang terpasang di bawah sayap H-6K sangat mirip dengan sistem pod peperangan elektronik seri RKZ930 yang sebelumnya digunakan oleh pesawat jet tempur spesialis perang elektronik Shenyang J-16D.

Pada pod EW terlihat adanya adapter khusus yang menjembatani antara pylon utama dan pod, sebuah indikasi kuat bahwa perangkat ini dipinjam atau diadaptasi secara langsung dari platform J-16D. Adaptasi ini memungkinkan pembom H-6K memiliki spektrum kemampuan gangguan elektronik (jamming) yang setara dengan jet tempur EW dedicated.

Sistem pod jammer seri RKZ930 dirancang untuk mendeteksi, mengidentifikasi, serta memancarkan gangguan frekuensi radio tingkat tinggi guna mengacak dan melumpuhkan radar pemantau (detection radar) maupun radar pengunci sasaran (tracking radar) milik lawan. Mampu beroperasi pada pita frekuensi (bandwidth) yang luas, perangkat ini sanggup memancarkan sinyal jamming secara terarah maupun menyebar untuk mengelabui sistem radar pertahanan udara berbasis darat, radar kapal perang, hingga radar pemandu pada rudal pencegat musuh.

Dengan mengintegrasikan sistem ini langsung pada pembom, H-6K mampu menciptakan “payung pelindung elektronik” sendiri, sehingga secara drastis mengurangi risiko terdeteksi dan dikunci oleh rudal anti-udara saat menjalankan misi penyerangan jarak jauh.

Ladeni Peperangan Elektronika, Cina Punya Shenyang J-16D, Lawan Tanding Boeing EA-18G Growler

Kehadiran pod peperangan elektronik ini melengkapi ketangguhan pembom Xian H-6K yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan pemukul jarak jauh Cina. Pembom ini memiliki jangkauan operasional maksimum hingga 8.000 kilometer dan mampu mengangkut muatan persenjataan seberat 12 hingga 15 ton, termasuk berbagai jenis rudal jelajah dan rudal balistik.

Kombinasi ini semakin mematikan mengingat H-6K sebelumnya juga telah mendemonstrasikan kemampuannya meluncurkan rudal hipersonik anti-kapal YJ-21—sebuah rudal dahsyat yang mampu melaju dengan kecepatan Mach 8 hingga 10 serta menjangkau sasaran hingga jarak 2.000 kilometer.

Pengintegrasian pod jammer RKZ930 pada Xian H-6K menandai pergeseran doktrin operasi udara Cina di kawasan Pasifik Barat. Dengan memadukan daya gempur hipersonik jarak jauh dan kapasitas jamming mandiri berdaya tinggi, armada pembom H-6K tidak lagi sekadar menjadi platform pembawa rudal pasif, melainkan sebuah entitas tempur mandiri yang mampu menerobos konsep pertahanan Anti-Access/Area Denial (A2/AD) lawan.

Peningkatan ini sekaligus menegaskan komitmen industri pertahanan Cina dalam mengoptimalkan efisiensi alutsista yang ada melalui variasi modul peperangan elektronik modern. (Gilang Perdana)

Mirip AURI Era 1960-an, Cina Andalkan Rudal Jelajah KD-63 Turunan P-15 Termit untuk Pembom Xian H-6K

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *