Tangkal Ancaman Drone, Garda Nasional Rusia Gelar Turret Otomatis Hingga Senjata Laser

Evolusi pertempuran berbasis drone memaksa aparat keamanan serta angkatan bersenjata Rusia untuk terus mengadaptasi taktik pertahanan titik (point defense). Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya) dilaporkan mulai melengkapi unit kelompok tembak bergerak (mobile fire groups) dengan jajaran sistem counter-drone generasi baru yang sangat beragam.

Baca juga: Masuk Dinas Tempur, Inilah Zubr: Sistem Anti Drone Otomatis dengan 4 Senapan Mesin PKT 7,62mm

Langkah ini diambil guna meningkatkan efektivitas penghancuran target drone secara cepat sebelum mampu mendekati objek vital atau fasilitas militer strategis, mengandalkan kombinasi platform udara interseptor, sistem kubah senapan mesin otomatis (automated turret), hingga senjata berbasis energi terarah.

Salah satu inovasi paling menarik yang digelar Rosgvardiya adalah penggunaan drone pencegat berhulu ledak airburst jenis Lis-2. Berbeda dari metode pencegatan konvensional yang mengandalkan tembakan proyektil kinetik dari darat, drone Lis-2 bertindak sebagai wahana interseptor udara yang dirancang untuk meledak di dekat sasaran, menyebarkan pecahan proyektil guna merusak struktur rotor atau sayap drone musuh secara instan.

Selain itu, untuk pertahanan berbasis darat, pasukan Rosgvardiya mengerahkan kubah senapan mesin otomatis Kalitka-KA. Turret ini mampu melacak dan mengunci pergerakan sasaran udara secara presisi serta mengeksekusi penembakan secara otomatis tanpa perlu menempatkan operator di posisi yang rentan terhadap tembakan balasan.

Tak hanya sistem otomatis, Rosgvardiya juga mengintegrasikan daya gempur volume tinggi dengan memanfaatkan kubah senapan mesin putar empat laras GShG-7.62. Senapan mesin pesawat tempur bergaya Gatling kaliber 7,62 mm ini mampu memuntahkan ribuan butir peluru per menit, menciptakan “dinding timah” yang sangat efektif untuk merontokkan drone berkecepatan tinggi.

Lengkap dengan dukungan sistem turret buatan PPSh Laboratory yang dipersenjatai dua senapan mesin PKT serta platform senjata laser jarak pendek (short-range laser system), jajaran arsenal baru ini membuktikan bahwa perlindungan terhadap ancaman drone modern memerlukan integrasi multi-lapisan yang memadualkan daya tembak kinetik tinggi dengan teknologi deteksi canggih.

GShG-7.62 “Minigun”: Senjata Laras Putar Andalan Rusia untuk Hancurkan USV Kamikaze

Pengoperasian kelompok tembak bergerak dengan perpaduan senjata kinetik, otomatisasi, dan energi terarah ini mencerminkan pergeseran taktik penting dalam menghadapi doktrin peperangan asimetris. Dalam skenario serangan drone gelombang besar (swarm attack), penggunaan rudal pertahanan udara konvensional sering kali tidak efisien dari segi biaya (cost-imbalance).

Dengan mengandalkan platform turret otomatis berbasis senapan mesin dan laser jarak pendek, Rosgvardiya dapat menetralisir ancaman drone berukuran kecil hingga sedang secara ekonomis tanpa menguras stok amunisi sistem rudal bernilai mahal.

LazerBuzz: Senjata Laser Anti-Drone Rusia yang Mampu Beroperasi Otomatis dan Handheld

Kehadiran sistem pertahanan berlapis ini sekaligus mempertegas peran strategis Rosgvardiya yang kini tidak hanya bertugas menjaga ketertiban dalam negeri, tetapi juga menjadi benteng utama dalam mengamankan infrastruktur energi, pangkalan militer, dan instalasi industri vital Rusia.

Penggabungan sensor optronik presisi, kecerdasan buatan untuk pelacakan target otomatis, serta mobilitas tinggi pada kendaraan taktis menjadikan unit pertahanan bergerak ini sebagai model perlindungan titik yang adaptif di era pertempuran nirawak modern. (Bayu Pamungkas)

Lindungi Infrastruktur Vital, UEA Bangun Sangkar ‘Cope Cage’ Raksasa di Tangki Bahan Bakar Abu Dhabi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *