Resmi Terima Dua Unit Perdana, Kelanjutan Mega Kontrak Jet Siluman F-35A Kanada Justru Berada di Ujung Tanduk

Di tengah dinamika hubungan geopolitik dan perang dagang yang sempat memanas antara Amerika Serikat dan Kanada, Angkatan Udara Kanada (RCAF) akhirnya resmi menerima dua unit pertama jet tempur siluman generasi kelima Lockheed Martin F-35A Lightning II.

Baca juga: Kanada Resmi Order 88 Unit F-35A Lightning II Senilai US$19 Miliar

Penyerahan batch perdana tersebut dilangsungkan di Pangkalan Angkatan Udara Luke (Luke Air Force Base) di Arizona, Amerika Serikat, di mana kedua jet tempur canggih tersebut untuk sementara waktu akan menetap guna mendukung program pelatihan intensif bagi para pilot dan teknisi RCAF.

Meski penyerahan ini menjadi tonggak sejarah penting dalam program modernisasi pengganti armada tua CF-18 Hornet, masa depan keseluruhan pengadaan 88 unit jet tempur F-35 bagi Kanada kini justru berada dalam ketidakpastian politik yang cukup tinggi.

Kebijakan pengadaan armada tempur masa depan Kanada sempat tertahan akibat ketegangan perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney. Dari total komitmen 88 unit yang direncanakan sejak awal, Kanada saat ini baru memastikan pembayaran serta ikatan hukum untuk 16 unit pesawat (termasuk 14 unit tambahan yang telah dikonfirmasi sebelumnya), sementara sisa 72 unit lainnya masih digantung sebagai instrumen tawar-menawar politik.

Di sisi lain, pembengkakan anggaran total proyek yang diproyeksi melampaui US$27 miliar—jauh melampaui estimasi awal sebesar US$8 miliar—membuat pemerintah Kanada melirik opsi alternatif, termasuk mempertimbangkan jet tempur Saab JAS 39 Gripen E buatan Swedia. Selain dinilai lebih ekonomis dan mudah dirawat, opsi Gripen membuka peluang kerja sama manufaktur domestik di tanah Kanada melalui skema alih teknologi. Kendati demikian, kalangan militer Kanada tetap menyadari bahwa Gripen belum memiliki teknologi siluman (stealth) dan integrasi sensor canggih seperti F-35 yang sangat krusial untuk menghadapi ancaman strategis skala besar.

Tepis Boeing E-7 Wedgetail, Kanada Resmi Pilih Saab GlobalEye untuk Armada AEW&C Masa Depan

Sebagai negara dengan wilayah teritorial yang membentang hingga kawasan Arktik beriklim ekstrem, operasional armada udara di Kanada menuntut ketahanan material dan sistem avionik khusus.

Meskipun F-35A dirancang sebagai jet tempur multiperan standar, varian yang dioperasikan di lingkungan sub-polar memerlukan perhatian khusus pada sistem pencegah pembekuan bahan bakar, pelindung lapisan material penyerap radar (Radar-Absorbent Material/RAM) yang tahan terhadap fluktuasi suhu ekstrem, serta kesiapan komponen avionik di landasan es.

Di luar pertimbangan teknis tersebut, perdebatan domestik di Kanada juga berpusat pada kekhawatiran atas ketergantungan rantai pasok pertahanan terhadap Amerika Serikat, khususnya terkait akses pemeliharaan perangkat lunak jangka panjang. Walaupun demikian, rantai pasok global F-35 sendiri masih melibatkan lebih dari 110 pelaku bisnis asal Kanada yang menyerap ribuan tenaga kerja domestik, menjadikan masa depan F-35 di Kanada sebagai dilema pelik antara tuntutan kemandirian industri pertahanan nasional dan kebutuhan supremasi udara modern. (Bayu Pamungkas)

Paradoks F-35: Dihantam Keterlambatan TR-3 dan Kegagalan Mesin, Namun Terus Laris di Pasar Global

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *