Sentuhan Teknologi Perancis, PT PAL dan Naval Group Jajaki Kerja Sama MRO Kapal Selam TNI AL

Langkah strategis kembali diambil oleh industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat daya dukung armada tempur bawah air TNI AL. PT PAL Indonesia (Persero) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama raksasa galangan kapal asal Perancis, Naval Group, guna menjajaki kerja sama Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) bagi kapal selam TNI AL.
Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di tengah gelaran Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang dihelat di Jakarta pada Selasa (27/10). Kolaborasi ini membuka peluang besar bagi peningkatan kapasitas teknis PT PAL, mulai dari penguasaan teknologi tingkat lanjut, transfer pengetahuan, hingga penguatan kompetensi insinyur serta teknisi nasional dalam menangani perbaikan dan pemeliharaan pemukul strategis bawah laut Indonesia.
Satu hal yang menarik perhatian dari penjajakan MRO ini adalah keterlibatan Naval Group sebagai mitra utama. Pasalnya, kapal selam TNI AL, seperti Nagapasa class —yang dibangun berdasarkan lisensi desain Chang Bogo Class dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) Korea Selatan—pada dasarnya berakar kuat pada rancangan dan teknologi kapal selam Type 209/1400 besutan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) asal Jerman.
Masuknya Naval Group dari Perancis untuk mendukung pemeliharaan platform berbasis arsitektur Jerman-Korea Selatan ini menunjukkan fleksibilitas serta tingginya keahlian rekayasa yang dimiliki Perancis dalam ekosistem kapal selam global. Terlebih, PT PAL telah berpengalaman melakukan overhaul berat pada kapal selam KRI Cakra 401 (Type 209/1300), yang mencakup perbaikan struktur badan tekan (pressure hull), sistem mekanik dan elektrik, instalasi sensor dan navigasi, hingga integrasi sistem senjata.
Overhaul KRI Cakra 401 Tuntas, PT PAL Kini Kuasai 65 Persen Proses Pembangunan Kapal Selam
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menegaskan bahwa kemitraan dengan Naval Group diharapkan mampu memperkuat keahlian teknis SDM dalam negeri sehingga PT PAL semakin mandiri dalam menjamin kesiapan operasional kapal selam TNI AL sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri.
Saat ini, Satuan Korps Hiu Kencana mengoperasikan tiga unit kapal selam Nagapasa class yang menjadi tulang punggung kekuatan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II. Kapal pertama, KRI Nagapasa 403, diluncurkan di galangan DSME Okpo, Korea Selatan pada 24 Maret 2016 dan resmi masuk dinas (commissioning) pada 2 Agustus 2017.
Cassidian (Carl Zeiss) Optronics: Periskop Canggih Buatan Jerman di Kapal Selam Nagapasa Class
Kapal kedua, KRI Ardadedali 404, diluncurkan di lokasi yang sama pada 24 Oktober 2016 sebelum diresmikan masuk ke jajaran armada pada 25 April 2018. Sementara itu, unit ketiga sekaligus simbol tonggak sejarah industri maritim nasional adalah KRI Alugoro 405, yang proses perakitannya dilakukan di fasilitas PT PAL Surabaya melalui skema alih teknologi (Joint Section). KRI Alugoro 405 resmi diluncurkan pada 11 April 2019 dan memperkuat TNI AL setelah dikomisioning pada 17 Maret 2021.
Dari segi spesifikasi teknis, kapal selam Nagapasa class (Type 209/1400) memiliki panjang total 61,2 meter, diameter badan 6,2 meter, serta bobot benam mencapai 1.400 ton saat menyelam. Ditenagai oleh empat mesin diesel MTU 12V 396 SE84 yang menggerakkan motor listrik, kapal selam ini mampu melesat hingga kecepatan 21 knot di bawah air dan 11 knot di permukaan, dengan jangkauan jelajah maksimal mencapai 10.000 mil laut.
Aries-LPI – Radar Intai Buatan Spanyol di Menara Kapal Selam Nagapasa Class
Dirancang untuk misi pengintaian, penyusupan, serta penyergapan anti-kapal permukaan dan kapal selam, Nagapasa class dilengkapi dengan 8 tabung peluncur torpedo kaliber 533 mm yang mampu memuntahkan torpedo berat SUT (Surface and Underwater Target) maupun Black Shark, serta memiliki kemampuan memasang ranjau laut laut dalam.
Peluang kerja sama MRO antara PT PAL dan Naval Group ini diproyeksikan akan semakin memperpanjang usia pakai serta menjaga kesiapan tempur ketiga kapal selam tersebut di wilayah perairan Indonesia. (Gilang Perdana)


