Kondisi Kritis di Singapura, Kapal Perang Trimaran USS Santa Barbara (LCS Independence Class) Alami Gagal Mesin

Laporan dari dokumen pengadaan pemerintah Amerika Serikat yang dirilis The Washington Sun mengungkapkan bahwa kapal perang milik Angkatan Laut AS (US Navy), USS Santa Barbara (LCS-32), terpaksa menjalani perawatan darurat di Singapura setelah terdeteksi mengalami serangkaian kegagalan mekanis tingkat tinggi.
Dokumen internal tersebut memperingatkan bahwa seluruh mesin utama kapal beroperasi melampaui batas yang direkomendasikan, sehingga memicu ancaman kritis terjadinya kegagalan mekanis (critical threat of mechanical failure) yang membahayakan keselamatan kapal dan awaknya jika tidak segera ditangani.
Insiden darurat ini terjadi saat kapal menjalankan misi operasi di bawah kendali Armada ke-7 US Navy (US Navy 7th Fleet) di kawasan Indo-Pasifik. Kapal perang ini akhirnya ditambatkan di pangkalan militer dan fasilitas galangan kapal lokal di Singapura.
Selain masalah serius pada keempat mesin utamanya, dokumen resmi mencatat berbagai gangguan sistemik vital lainnya, termasuk kerusakan pompa pendingin (cooling pumps) yang berpotensi memicu overheating ekstrem, mogoknya pompa pemadam kebakaran yang menumpulkan kemampuan penanggulangan kebakaran (firefighting), hingga kerusakan penyekat tabung poros propeller (stern tube seal) yang berisiko memicu kebocoran air laut masif dan berujung pada banjir fatal (catastrophic flooding).
The U.S. Navy’s USS Santa Barbara required urgent repairs in Singapore after documents warned all four engines were operating beyond recommended limits, creating a “critical threat of mechanical failure.”
The ship also had problems with cooling pumps, a non-operational fire pump… pic.twitter.com/Yf3yTZaQh1
— Clash Report (@clashreport) September 28, 2026
Proses perbaikan sempat terkendala karena tidak ada kontraktor pertahanan AS yang mengajukan penawaran (bids) untuk sebagian paket pekerjaan, sehingga US Navy harus bergantung pada fasilitas galangan kapal lokal di Singapura. Meskipun demikian, pihak Armada ke-7 memastikan kapal berhasil merapat dengan selamat dan akan kembali beroperasi setelah seluruh perawatan selesai.
Berdasarkan klasifikasi resminya, USS Santa Barbara bukan merupakan kapal fregat, melainkan masuk dalam kategori khusus yang disebut Littoral Combat Ship (LCS) atau kapal perang operasi pesisir. Secara ukuran, kapal berlambung tiga (trimaran) ini memiliki panjang 127,4 meter dan bobot muatan penuh mencapai 3.104 ton, yang sebenarnya mendekati dimensi fregat ringan (corvette/light frigate).
Kapal Litoral “Stealth” Trimaran USS Jackson (LCS-6) Tiba di Surabaya
Namun, konsep kualifikasi LCS sejatinya dirancang sebagai kapal tempur permukaan yang lincah, berkecepatan tinggi di atas 40 knot, serta beroperasi di perairan dangkal atau dekat pantai (littoral).
Dirancang oleh galangan Austal USA dan baru diresmikan (commissioned) pada 1 April 2023, USS Santa Barbara dibekali konfigurasi sistem pendorong canggih skema CODAG (Combined Diesel and Gas) yang dirancang menggerakkan empat unit waterjets buatan Wartsila.
Dapur pacu kapal ini mengandalkan dua unit mesin turbin gas General Electric LM2500 berkekuatan raksasa hingga 96.550 hp—yang secara khusus pada USS Santa Barbara sudah mengadopsi teknologi composite enclosure terbaru untuk efisiensi bobot—serta dipadukan dengan dua unit mesin diesel MTU Friedrichshafen 20V 8000 Series berdaya 17.160 hp.
Baru 10 Tahun Beroperasi, Kapal Perang Trimaran Stealth USS Independence (LCS-2) Dipensiunkan
Untuk persenjataan, kapal dilengkapi meriam BAE Systems Mk 110 57 mm, sistem pertahanan udara Evolved SeaRAM, serta peluncur rudal jelajah anti-kapal RGM-184A Naval Strike Missile (NSM).
Meskipun US Navy sempat berencana mengupgrade atau mengoperasikan sebagian armada LCS untuk peran yang mirip dengan fregat, rekam jejak operasional kapal jenis ini kerap diwarnai masalah keandalan mesin yang berulang. Insiden kerusakan pada USS Santa Barbara menambah panjang daftar kelemahan teknis yang menghantui program LCS secara keseluruhan, baik varian trimaran Independence-class maupun monohull Freedom class.
Kerusakan pada sistem pendorong utama sebelumnya juga kerap melanda Freedom class akibat cacat desain pada roda gigi penggabung (combining gear), sementara Independence-class pernah diterpa isu retak struktur pada lambung alumuniumnya. Masalah korosi sistem pendingin mesin dan kegagalan penyekat poros akibat paparan air laut juga pernah melumpuhkan kapal perdana USS Freedom (LCS-1) hingga terpaksa masuk dok perbaikan selama bertahun-tahun.
Rentetan kegagalan mekanis serta pembengkakan biaya perawatan ini menjadikan program LCS salah satu proyek paling kontroversial dalam sejarah modern US Navy. (Gilang Perdana)
US Navy Pensiunkan USS Fort Worth: Nasib Freedom Class LCS yang Pensiun Dini
Related Posts
-
Korps Marinir Cina Lengkapi Ranpur Lapis Baja Amfibi ZBD05 dengan Rudal Anti Tank HJ-10
6 Comments | May 25, 2025
-
Kendalikan Rudal AGM-88 HARM, Pilot Sukhoi Su-27 Ukraina Gunakan Konsol Tablet di Dashboard
6 Comments | Apr 26, 2024
-
TR2400: Tactical Radio Infanteri TNI AD dengan Kemampuan Hybrid Analog Digital
9 Comments | May 29, 2015 -
TNI AL dan Angkatan Laut Rusia Kerja sama Penyelamatan Darurat Kapal Selam, Inilah Aset SAR Kapal Selam Armada Pasifik Rusia
No Comments | Dec 24, 2024


