Uji Terbang Prototipe Ketiga Yak-130M: Rusia Integrasikan Sistem Pertahanan Aktif President-S130

Program modernisasi jet latih tempur andalan Rusia memasuki babak baru setelah prototipe ketiga Yak-130M yang diproduksi di Irkutsk Aviation Plant oleh United Aircraft Corporation (UAC) sukses merampungkan penerbangan perdana (maiden flight). Korporasi teknologi negara Rusia, Rostec, menekankan bahwa penambahan prototipe ketiga ini akan mengakselerasi proses sertifikasi dan pengujian penerbangan secara signifikan, dengan target pengiriman perdana batch produksi kepada pelanggan dipatok mulai tahun 2028.

Baca juga: Prototipe Ketiga Jet (Latih) Tempur Ringan Rusia Yak-130M Sukses Terbang Perdana

Jika versi dasar Yak-130 dirancang sebagai “meja belajar” (flying desk) bagi taruna penerbang, maka modifikasi varian “M” ini bertransformasi penuh menjadi jet tempur dan pesawat serang ringan multifungsi yang siap meladeni medan pertempuran modern.

Inovasi paling krusial pada prototipe ketiga ini terletak pada integrasi President-S130, sebuah sistem pertahanan udara mandiri (airborne defense system) berteknologi pertahanan aktif. Perangkat ini bekerja dalam tiga tahapan otomatis untuk menciptakan kubah perlindungan di sekitar pesawat: mendeteksi peluncuran rudal musuh secara otomatis, melancarkan interferensi pengacau elektronik (electronic countermeasures) secara instan untuk membutakan sistem pemandu lawan, serta memuntahkan umpan khusus berupa suar inframerah dan chaff radar untuk mengalihkan arah ancaman rudal.

Kehadiran President-S130 menempatkan Yak-130M di kelas tersendiri, memungkinkannya bertahan hidup secara mandiri (self-survivability) dari jangkauan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) maupun artileri pertahanan udara ringan saat melancarkan serangan presisi.

Borong 18 Unit Yak-130M, Vietnam Jadi Launch Customer Jet (Latih) Tempur Ringan Terbaru Rusia

 

Dari segi kapabilitas dan spesifikasi teknis, Yak-130M mempertahankan sembilan titik gantungan senjata (hardpoints) yang terdiri dari delapan di bawah sayap dan satu di bawah badan pesawat (fuselage), dengan kapasitas muatan tempur maksimum mencapai 3.000 kg.

Sebagaimana diperkenalkan pada ajang Dubai Airshow 2025, versi ekspor Yak-130M dibekali rudal jelajah udara-ke-udara jarak dekat RVV-MD untuk bela diri dan intersepsi target, serta amunisi udara-ke-darat presisi tinggi seperti bom berpemandu laser KAB-250LG-E dan bom berpemandu satelit/inersia K08BE. Selain itu, pesawat ini tetap mempertahankan opsi persenjataan konvensional berupa roket tanpa pemandu S-8 dan S-13 serta bom jatuh bebas (iron bombs).

Dubai Airshow 2025: Tiga Fitur Kunci Ubah Yak-130M Menjadi Pesawat Serang Ringan dengan Kemampuan Penuh

Fleksibilitas Yak-130M menjadikannya platform ganda (dual-use platform) yang sangat serbaguna. Berkat pengendalian yang stabil pada kecepatan relatif rendah, pesawat ini dinilai amat efektif sebagai pemburu kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicles / UAV) kelas berat maupun drone tempur lambat di mana jet tempur berat sulit beroperasi.

Di saat damai, pesawat ini bertindak sebagai simulator terbang yang sanggup mensimulasikan karakteristik jet tempur generasi keempat dan kelima, sementara di medan konflik ia dapat berubah peran menjadi jet serang ringan untuk dukungan udara jarak dekat (Close Air Support), pembom presisi, hingga perontok drone. Karakteristiknya yang ekonomis, tidak rewel, serta sanggup beroperasi dari landasan darurat (poorly prepared airfields) menjadikan Yak-130M pasar yang sangat potensial bagi negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. (Gilang Perdana)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *