Angkatan Darat AS Tunjuk Lima Perusahaan Kembangkan Rudal HIMARS Berdaya Jelajah 1.000 Km

Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) mengambil langkah besar dalam merevolusi kekuatan artileri roket taktisnya. US Army telah menunjuk lima perusahaan pertahanan untuk menguji dan membangun prototipe rudal jelajah/balistik generasi terbaru melalui skema Precision Strike Missile (PrSM) Increment 4.

Baca juga: Perkuat Benteng Utara NATO, Swedia Beli 10 Unit Sistem Artileri Roket M142 HIMARS Senilai US$729 Juta

Rudal masa depan yang dirancang untuk dapat ditembakkan dari sistem peluncur M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) ini ditargetkan memiliki daya jangkau fantastis mencapai 1.000 kilometer (620 mil) atau dua kali lipat lebih jauh dibanding versi PrSM saat ini.

Kelima kontraktor pertahanan yang berhasil mengamankan kesepakatan Other Transaction Authority (OTA) mencakup pemain kawakan hingga startup teknologi militer canggih, yaitu Lockheed Martin Missiles and Fire Control, RTX (Raytheon), Anduril Industries, Castelion, dan Mach Industries. Penunjukan ini akan memicu persaingan ketat dalam dua tahap kompetisi uji terbang (fly-off).

Tahap eliminasi pertama dijadwalkan berlangsung pada tahun fiskal 2027, di mana militer AS akan menyaring desain prototipe yang paling matang sebelum melaju ke tahap fly-off final dan produksi pada tahun fiskal 2028.

Eurosatory 2026: Lockheed Martin HIMARS FLEX, Evolusi Sasis 6×6 yang Kini Bisa Tembakkan Rudal Patriot!

Spesifikasi dan kemampuan teknis yang dituntut oleh US Army untuk program PrSM Increment 4 ini terbilang sangat ekstrem. Selain harus mampu meluncur sejauh minimal 1.000 km dan muat di dalam kontainer peluncur HIMARS maupun M270 MLRS tanpa mengubah dimensi fisik selongsong, rudal ini wajib dilengkapi pemandu (seeker) pintar yang mampu menghancurkan sasaran bergerak di laut (seperti kapal perang musuh) serta target bernilai tinggi yang dinamis di darat, termasuk sistem peluncur rudal dan radar pertahanan udara lawan.

Sejauh ini, rincian teknis dari para kompetitor mulai terkuak, terutama dari pabrikan mapan seperti Lockheed Martin. Mengingat dimensi selongsong HIMARS yang terbatas, Lockheed Martin menggandeng L3Harris untuk mengintegrasikan teknologi mesin air-breathing ramjet yang dikombinasikan dengan rocket booster.

Lockheed Martin Umumkan Pengiriman Unit Ke-750 M142 HIMARS, Kapasitas Produksi Kini 96 Peluncur per Tahun

Penggunaan mesin ramjet ini memungkinkan rudal melaju dengan kecepatan tinggi dan melipatgandakan jangkauan tanpa menambah ukuran fisik rudal. Sementara itu, Castelion mengandalkan basis teknologi rudal hipersonik Blackbeard, sedangkan Anduril dan Mach Industries masih merahasiakan arsitektur desain yang mereka ajukan.

Pengembangan Increment 4 merupakan tahap pamungkas dari evolusi keluarga rudal PrSM yang diproyeksikan menggantikan rudal balistik taktis legendaris MGM-140 ATACMS (berjangkauan 300 km). Sebagai gambaran evolusi program ini, PrSM Increment 1 yang berjangkauan 500 km sudah resmi beroperasi sejak 2023 dan telah teruji di medan tempur nyata.

Kemudian PrSM Increment 2 menyoroti penambahan multimode seeker anti-kapal (kontrak produksi senilai 1,2 miliar dolar AS telah diraih Lockheed Martin), Increment 3 berfokus pada variasi hulu ledak baru, dan Increment 4 menjadi puncaknya sebagai penjangkau sasaran jarak jauh berkemampuan anti-akses/penolakan wilayah (Anti-Access/Area Denial – A2/AD). (Gilang Perdana)

Korut Sukses Uji Coba ‘HIMARS KW’, Bisa Luncurkan Roket 240mm dan Rudal Mirip ATACMS dalam Satu Truk

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *