Ukraina Batal Minta Hibah Helikopter Serang ARH Tiger Australia, Ini Alasannya

Pemerintah Ukraina secara resmi membatalkan permohonan hibah helikopter serang Armed Reconnaissance Helicopter (ARH) Tiger milik Angkatan Darat Australia (Australian Army). Keputusan ini diambil tepat ketika Angkatan Darat Australia bersiap untuk menghentikan seluruh operasional armada helikopter buatan Airbus tersebut pada akhir tahun 2026.
Baca juga: Australia Pertimbangkan Hibah Helikopter Serang Tiger ARH ke Ukraina
Duta Besar Ukraina untuk Australia dan Selandia Baru, Vasyl Myroshnychenko, membenarkan bahwa Kiev telah menarik kembali permintaan resmi terhadap armada ARH Tiger sejak awal tahun ini. Pihaknya kini mengalihkan fokus pada kerja sama pertahanan tingkat lanjut pasca penandatanganan perjanjian keamanan bilateral antara Australia dan Ukraina.
Kerja sama baru itu akan menitikberatkan pada proyek-proyek bersama industri pertahanan serta skema pendanaan pengembangan alutsista yang lebih sesuai dengan kebutuhan medan tempur saat ini.
Keputusan purna tugas armada ARH Tiger sendiri diambil seiring selesainya masa pakai operasional (service life) selama 20 tahun di lingkungan militer Australia. Militer Australia menilai lanskap ancaman modern yang dipenuhi sistem pertahanan udara canggih, amunisi presisi, dan peningkatan penggunaan drone membuat helikopter tempur generasi lama makin rentan. Tugas pertahanan udara taktis Australia kini dialihkan penuh kepada helikopter serang generasi baru, AH-64E Apache Guardian.
Word on the street is that Ukraine has declined Australia’s offer to transfer its retired Tiger attack helicopters! Kyiv has reportedly cited concerns over cost, spares, aircraft condition and configuration as reasons for the decline. Ouch!!! The Eurocopter Tiger has had a pretty… pic.twitter.com/uyX7sE82fW
— Air Power (@RealAirPower1) September 30, 2026
Komandan Penerbangan Angkatan Darat Australia, Mayor Jenderal David Hafner, menyatakan bahwa penghentian operasional ARH Tiger menjadi penanda dimulainya era baru bagi Resimen Penerbangan ke-1 (1st Aviation Regiment). Armada ARH Tiger yang sebelumnya menggantikan peran helikopter pengintai Kiowa dan helikopter serang Bushranger, kini siap digantikan sepenuhnya oleh AH-64E Apache yang menawarkan kemampuan jejaring (networking), daya tembak, serta interoperabilitas yang jauh lebih tinggi.
Penolakan halus dari Ukraina ini mempertegas tantangan logistik dan teknis yang menyelimuti operasional ARH Tiger sejak awal dinasnya. Selama bertahun-tahun di Australia, platform Tiger sering kali diterpa kritik terkait biaya pemeliharaan yang amat tinggi, rantai pasok suku cadang yang rumit, serta kesiapan tempur (readiness rate) yang dinilai kurang optimal.
Bagi militer Ukraina yang saat ini mengutamakan alutsista dengan tingkat keandalan tinggi dan dukungan rantai pasok yang cepat di medan tempur, mengoperasikan armada helikopter dengan rekam jejak perawatan rumit seperti Tiger justru berpotensi menjadi beban logistik baru di lini belakang.
Di sisi lain, beralihnya minat Ukraina ke skema kerja sama industri pertahanan bilateral mencerminkan pergeseran strategi bantuan alutsista dari negara-negara Barat. Ketimbang menerima hibah alutsista bekas (legacy platforms) yang akan segera dipensiunkan dan membutuhkan penyesuaian pelatihan serta suku cadang dari nol, Kiev kini lebih tertarik mendorong produksi bersama amunisi, sistem otonom (drone), serta teknologi canggih yang dapat diproduksi secara cepat dan cepat diintegrasikan ke dalam doktrin pertempuran gabungan mereka.
Proses transisi ke armada baru di militer Australia sendiri terus menunjukkan kemajuan pesat. Pada Juli 2026 lalu, para awak helikopter AH-64E Apache Angkatan Darat Australia telah sukses menggelar latihan penembakan amunisi tajam (live-fire) pertama mereka di Townsville.
Dari total 29 unit AH-64E Apache yang dipesan Australia, sebanyak 6 unit telah tiba dan siap beroperasi, sementara sisa pengiriman dijadwalkan selesai secara bertahap hingga tahun 2029. (Gilang Perdana)


