Ditinggal Australia dan Jerman, Perancis – Spanyol Setia Usung Helikopter Serang Tiger Lewat Program Mark III

Masa depan helikopter serang Eurocopter (Airbus) Tiger sempat diterpa awan kelabu setelah Australia memutuskan untuk memensiunkan armada Tiger lebih awal dan menggantinya dengan AH-64E Apache. Langkah untuk meninggalkan platform Tiger juga diambil oleh Jerman, yang memilih berpaling ke armada helikopter serang ringan Airbus H145M bersistem senjata HForce untuk menggantikan peran Tiger di hingga tahun 2031.

Baca juga: Dipesan 82 Unit oleh Militer Jerman, Airbus Helicopters Raih Kontrak Pembelian Terbesar untuk H145M

Kendati demikian, redupnya pamor Tiger di kedua negara tersebut tidak menyurutkan komitmen Perancis dan Spanyol. Kedua negara Eropa ini justru memilih setia dan terus mengusung Tiger sebagai tulang punggung kavaleri udara mereka melalui proyek modernisasi besar-besaran.

Melalui program Tiger Mark III, Airbus Helicopters tengah melakukan penyegaran paruh baya (mid-life upgrade) pada platform yang telah teruji dalam berbagai palagan ini. Program yang diluncurkan sejak tahun 2022 di bawah naungan Organisasi Bersama untuk Kerja Sama Persenjataan (OCCAR) ini dirancang agar Tiger tetap relevan dan siap menghadapi tantangan pertempuran intensitas tinggi (high-intensity battlefield) hingga beberapa dekade ke depan.

Marie Thomines, Manajer Program Tiger Mark III di Airbus Helicopters, mengungkapkan bahwa kerja sama antara Perancis dan Spanyol merupakan wujud nyata dari kolaborasi pertahanan Eropa yang sukses. Menurutnya, kerja sama ini memungkinkan kedua negara untuk menyatukan upaya dalam mengembangkan helikopter tempur modern yang paling efektif. Mark III dinilai mewakili tantangan nyata sekaligus kesuksesan kolektif yang berhasil menjembatani kepentingan pertahanan kedua bangsa.

Meskipun mendapatkan perombakan total pada sistem internal, rancangan dasar Tiger yang terkenal lincah dan memiliki tingkat deteksi rendah (stealth) tetap dipertahankan. Cindy Mecrin, selaku Kepala Rekayasa (Chief of Engineering) Airbus Helicopters, menegaskan bahwa timnya tetap mempertahankan elemen-elemen esensial yang membuat helikopter ini sangat efektif demi memastikan kinerja optimalnya tetap terjaga.

Peningkatan paling signifikan pada Tiger Mark III terletak pada integrasi sistem avionik digital mutakhir dan sistem persenjataan berkinerja tinggi. Helikopter ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem pengamatan optronik baru, kokpit layar sentuh, dan helm digital (digital helmet). Guna mendukung aliran data modern berkapasitas besar, seluruh sistem kabel pada helikopter dirombak total untuk memungkinkan komunikasi dengan komando atas maupun unit lain berjalan lebih cepat dengan kapasitas throughput yang lebih tinggi.

Dibekali Rudal Mistral 3, Helikopter Serang Tiger Perancis Catat Efektivitas 100% Rontokkan Drone Kamikaze Shahed

Salah satu fitur kunci yang diintegrasikan adalah kemampuan untuk berinteroperabilitas dengan aset dimensi ketiga, termasuk pesawat tanpa awak (drone). Selain itu, pemasangan perangkat bidik Euroflir 510 memungkinkan kru untuk melihat jauh lebih ke depan dengan akurasi penguncian target yang jauh lebih baik. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan helikopter yang adaptif di medan perang yang agresif, di mana kru harus mampu melihat musuh sebelum mereka sendiri terlihat.

Modernisasi ini juga berfokus penuh pada pengurangan beban kognitif serta peningkatan keselamatan kru di zona tempur yang sengit. Avionik baru yang cerdas akan mengambil alih sebagian beban kerja pilot yang biasanya sangat menguras konsentrasi di zona intensitas tinggi, sehingga memungkinkan sistem nirawak untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut.

Dengan sistem persenjataan yang diperluas, Tiger Mark III diklaim dapat menembus zona tempur spesifik dengan lebih mudah tanpa membahayakan kru atau misi yang sedang diemban. Ditambah dengan sensor inframerah baru yang mampu meningkatkan akurasi, helikopter ini dapat meminimalkan risiko terekspos bahaya saat harus beroperasi secara senyap di belakang garis pertahanan musuh.

Saat ini, program Tiger Mark III telah mencapai beberapa pencapaian penting, salah satunya adalah pengoperasian ‘helicopter zero’—sebuah fasilitas uji coba darat (ground test bed) yang dirancang khusus untuk menguji integrasi sistem-sistem baru secara aman. Airbus Helicopters kini tengah menargetkan tahun 2026 sebagai momentum krusial, di mana Tiger Mark III dijadwalkan untuk melakukan penerbangan perdana (first flight). (Bayu Pamungkas)

Manfaatkan Alih Teknologi, Empat Perusahaan Australia Terlibat dalam Produksi Komponen AH-64E Apache Guardian

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *