Siasat Thailand Incar Rudal Supersonik BrahMos: Uji Keseimbangan Hubungan dengan Cina dan India

Angkatan Laut Thailand (Royal Thai Navy) dilaporkan sedang mengeksplorasi rencana pengadaan varian anti-kapal dari rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Langkah modernisasi ini bertujuan untuk memperkuat daya gentar (maritime deterrence) serta mengamankan wilayah pesisir dan jalur laut vital tanpa harus bergantung pada pertahanan negara-negara besar.

Baca juga: Korps Marinir Filipina Resmikan Baterai (Kompi) Rudal Anti Kapal Pesisir Brahmos, Punya Jangkauan Serang 290 Km

Potensi akuisisi ini berakar dari pertemuan pertahanan bilateral di Bangkok pada Juni lalu, sebagai tindak lanjut peningkatan hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 2025. Bagi India, kesepakatan ini akan menjadi tonggak penting dalam memperluas ekspor industri pertahanannya di Asia Tenggara, mengikuti jejak Filipina yang telah lebih dulu mengadopsi BrahMos, serta melengkapi pembicaraan yang masih berjalan dengan Indonesia dan Vietnam.

Rencana pembelian rudal BrahMos oleh Thailand menjadi fenomena geopolitik yang menarik. Selama ini, Thailand dikenal memiliki hubungan ekonomi dan militer yang sangat erat dengan Beijing, termasuk rekam jejak panjang dalam membeli berbagai alutsista buatan Cina seperti kapal tank amfibi, Main Battle Tank, hingga proyek kapal selam.

Di sisi lain, BrahMos merupakan produk hasil kolaborasi India dan Rusia, di mana India sendiri merupakan rival geopolitik utama Cina di kawasan Asia. Para analis menilai bahwa ketertarikan Thailand terhadap BrahMos murni didorong oleh kebutuhan operasional pertahanan maritim, bukan untuk membendung pengaruh Cina. Langkah ini mencerminkan strategi politik luar negeri khas Thailand yang selalu bermain aman dan menjaga keseimbangan di antara negara-negara kekuatan besar dunia.

Dengan membeli senjata strategis dari India, Thailand menegaskan posisi netralnya: tetap merangkul Cina secara ekonomi, mempertahankan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat, sekaligus membeli alutsista dari negara seperti India.

Namun, kondisi geopolitik Thailand yang sangat terbuka terhadap militer Cina menimbulkan pertanyaan krusial mengenai potensi ancaman aksi mata-mata. Skema tersebut sangat mungkin terjadi mengingat eratnya hubungan pertahanan kedua negara. Berbeda dengan Filipina yang menempatkan sistem BrahMos sebagai benteng pesisir untuk menghadapi klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan, Thailand berada di posisi geografis yang aman dari konflik tersebut.

Tingginya frekuensi latihan bersama serta hadirnya penasihat militer Cina di Thailand berpotensi membuka celah intelijen bagi Beijing untuk memantau uji coba BrahMos. Militer Cina berpeluang mengumpulkan data sinyal radar, frekuensi sistem pemandu (seeker), hingga karakteristik suara dan jejak rudal saat dioperasikan oleh Thailand. Data intelijen ini sangat berharga bagi Cina untuk merancang sistem pengacak sinyal (jamming) atau penangkal guna mengantisipasi rudal BrahMos yang digunakan oleh musuh utamanya seperti India dan Filipina.

Brahmos Aerospace Buka Fasilitas Terbaru di Lucknow, Target Produksi Hingga 100 Rudal Per Tahun

Terlepas dari dinamika politik tersebut, keunggulan teknis BrahMos memang menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak oleh Angkatan Laut Thailand. Didorong oleh mesin dua tahap, rudal ini mampu meluncur hingga kecepatan supersonik ekstrem Mach 3 atau sekitar 3.704 kilometer per jam, yang secara drastis memangkas waktu reaksi sistem pertahanan udara kapal musuh. Varian terbarunya sanggup terbang hingga ketinggian 49.000 kaki (14.935 meter) dengan jangkauan tembak maksimal mencapai 900 kilometer.

Selain itu, pengembangan varian terbaru BrahMos NG (Next Generation) memiliki dimensi yang jauh lebih ringkas, yaitu hanya setengah dari ukuran aslinya dengan panjang 6 meter, diameter 50 cm, dan bobot 1.500 kg, sehingga sangat praktis untuk dipasang pada kapal perang, sistem peluncur darat, maupun pesawat tempur. (Bayu Pamungkas)

Perkuat Jet Tempur dan Pertahanan Pesisir, Indonesia Resmi Gandeng India untuk Rudal Astra dan BrahMos

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *