Eurosatory 2026: Lockheed Martin HIMARS FLEX, Evolusi Sasis 6×6 yang Kini Bisa Tembakkan Rudal Patriot!

Gelaran pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Perancis menjadi saksi lahirnya babak baru dalam sejarah sistem artileri medan paling fenomenal dekade ini. Raksasa dirgantara dan pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, resmi memperkenalkan varian terbaru dari sistem roket multilaras M142 mereka yang diberi label HIMARS FLEX.
Baca juga: Potong Waktu Tembak, 18 Unit M142 HIMARS Singapura Adopsi Sistem Kendali Digital Terbaru
HIMARS FLEX langsung menyedot perhatian para delegasi militer global, karena menjanjikan lompatan fungsional radikal tanpa mengubah postur fisik kendaraan yang sudah teruji di berbagai palagan, termasuk perang Ukraina.
Melalui maket replika skala penuh (full-scale mock-up) dan visualisasi teknis interaktif yang dipamerkan di stan utama mereka, Lockheed Martin meluruskan spekulasi yang sempat beredar di kalangan pengamat. Berbeda dengan asumsi awal bahwa kendaraan ini akan membengkak menggunakan sasis berat 8×8 demi membawa muatan ganda, HIMARS FLEX faktanya tetap mempertahankan platform sasis roda ban FMTV 6×6 orisinal buatan Oshkosh Defense.
Keputusan mempertahankan konfigurasi 6×6 ini merupakan langkah strategis yang rasional dari aspek logistik militer. Dengan tetap menggunakan sasis standar, rantis HIMARS FLEX tidak kehilangan jati diri utamanya, sebagai sebuah sistem pemukul cepat yang ringan, lincah, dan memiliki mobilitas strategis ekstrem karena tetap muat dimasukkan ke dalam ruang kargo pesawat angkut taktis sekelas C-130 Hercules tanpa perlu memodifikasi dimensi kendaraan.

Kata “FLEX” pada varian baru ini merujuk pada Fleksibilitas Amunisi (Ammunition Flexibility) yang dimungkinkan oleh arsitektur peluncuran digital terbaru bernama FLEXFires. Jika pada versi konvensional satu pod tunggal HIMARS hanya didekasikan untuk fungsi artileri medan ofensif, yakni seperti menembakkan 6 roket GMLRS, 1 rudal balistik taktis ATACMS, atau rudal masa depan PrSM, maka pada varian FLEX, batasan kaku tersebut resmi didobrak.
Melalui sistem peluncur modular universal terintegrasi, pod tunggal pada HIMARS FLEX kini bisa dialihfungsikan secara instan menjadi sistem pertahanan udara (hanud) taktis yang mematikan. Hebatnya, sistem ini dikonfirmasi mampu memuat dan meluncurkan pencegat rudal pertahanan udara kelas berat sekelas PAC-3 MSE (Patriot) dengan kapasitas dua rudal per pod, serta munisi dari sistem Indirect Fire Protection Capability (IFPC). Integrasi ini memungkinkan satu kendaraan taktis yang sama untuk berganti peran dari pembom sarang artileri musuh, menjadi perisai udara pelindung dari ancaman drone kamikaze, helikopter, hingga rudal penjelajah.
The next evolution of HIMARS is here.
HIMARS FLEX builds on the proven capability trusted by allies around the world, offering greater flexibility, increased firepower and the ability to adapt to evolving mission needs. pic.twitter.com/7aigqu3SoH— Lockheed Martin Europe (@LMEuropeNews) June 16, 2026
Selain fleksibilitas amunisi, Lockheed Martin juga menyuntikkan opsi pengoperasian otonom (autonomous options) pada varian FLEX. Fitur digital ini dirancang khusus untuk mendukung doktrin operasi tersebar (distributed operations), di mana rantis dapat melakukan manuver shoot-and-scoot (tembak lalu kabur) secara mandiri di lingkungan pertempuran yang sengit tanpa harus membahayakan nyawa kru di dalam kabin secara langsung.
Meskipun lini masa dan jadwal spesifik mengenai uji tembak langsung (live-fire test) pertamanya masih dirahasiakan oleh pihak pabrikan demi alasan keamanan operasional (OPSEC), kemunculan konsep matang HIMARS FLEX di Eurosatory 2026 ini mengirimkan pesan kuat ke pasar global.
Lockheed Martin tidak sedang menciptakan alutsista baru yang mahal, melainkan menawarkan modularitas mutakhir di atas platform 6×6 yang sudah eksis, menjadikannya solusi paling masuk akal bagi negara-negara sekutu Barat yang ingin menggandakan kemampuan ofensif dan defensif dalam satu paket kendaraan tunggal. (Bayu Pamungkas)


