Drone Intai Legendaris Rusia Orlan-10E Mengudara di Langit Jakarta untuk Uji Coba Kemhan RI

Langit Cibubur, Jakarta Timur, menjadi saksi momen bersejarah dalam dinamika teknologi pertahanan nasional saat drone (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) intai legendaris asal Rusia, Orlan-10E, resmi mengudara untuk pertama kalinya di Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026.

Baca juga: Puncak Musim Panas, Rusia Manfaatkan Drone Intai FPV dengan Tenaga dari Panel Surya

Kehadiran drone yang kenyang pengalaman tempur di medan Ukraina ini merupakan bagian dari gelaran Joint Exercise UAV Orlan-10E yang diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dan Kedutaan Besar Federasi Rusia. Kegiatan penyampaian rencana latihan gabungan produk militer ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemhan RI serta dihadiri oleh Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kemhan (Kabatekhan Kemhan) sebagai wujud komitmen nyata pemerintah dalam menjajaki, mengevaluasi, serta mengadopsi teknologi pertahanan udara modern yang adaptif dan teruji di medan konflik nyata.

Diproduksi oleh manufaktur teknologi pertahanan kenamaan asal St. Petersburg, Special Technology Center (STC), Orlan-10E—versi ekspor dari varian standar Orlan-10—merupakan drone taktis berbobot ringan 18,5 kilogram dengan desain sayap tinggi (high-wing) yang diluncurkan menggunakan sistem ketapel (catapult) serta mendarat menggunakan parasut pemulihan darurat.

Ditenagai oleh mesin bensin berkapasitas kecil, drone ini memiliki ketahanan terbang (endurance) yang sangat impresif hingga 16 jam nonstop dengan jarak jangkauan kendali langsung hingga 120 hingga 150 kilometer dari pangkalan kendali darat (Ground Control Station/GCS).

 

 

View this post on Instagram

 

Kapabilitas utama Orlan-10E terletak pada muatan modul sensornya (payload) yang bersifat modular dan dapat ditukar dengan cepat, mencakup kamera pencitraan optik/termal gyro-stabilized, perangkat intelijen sinyal (Signal Intelligence/SIGINT), hingga konsol perang elektronika (Electronic Warfare/EW) Leer-3 untuk melacak dan memblokir jaringan komunikasi musuh.

Keandalan teknis Orlan-10 di medan tempur bukan sekadar klaim di atas kertas, melainkan pengakuan jujur yang diutarakan langsung oleh pihak lawan di garis depan pertempuran Ukraina. Komandan Brigade Serbu Ke-3 Ukraina sekaligus pendiri Resimen Azov, Andrii Biletskyi, dalam wawancaranya kepada Ukrainska Pravda menegaskan bahwa Rusia jauh melampaui kemampuan Ukraina dalam pengoperasian UAV tingkat operasional-taktis, di mana Orlan-10 menjadi momok paling menakutkan bagi pasukan darat.

Rosoboronexport Tampilkan Orlan-30 Sebagai Drone Intai Terbaru Rusia

Biletskyi mengungkapkan bahwa keberadaan Orlan-10 yang melayang di udara secara terus-menerus sanggup mengintai pergerakan artileri, hingga menggagalkan konvoi logistik amunisi karena drone ini bertindak sebagai ‘mata presisi’ yang mengarahkan tembakan artileri berat serta serangan drone kamikaze Lancet dan Geran-2 secara real-time. Bahkan, sistem pertahanan udara maupun alat pengacak sinyal (jamming) buatan Barat terbukti sangat sulit untuk menundukkan dominasi penerbangan Orlan-10 di garis depan.

Rangkaian uji coba dan demonstrasi terbang di Lapangan Terbang Wiladatika Cibubur ini menjadi langkah krusial bagi Kemhan RI dan TNI dalam menilai secara langsung potensi integrasi teknologi UAV kelas operasional-taktis ke dalam doktrin pertahanan negara.

Kehadiran Kabatekhan Kemhan dalam agenda strategis ini mempertegas fokus Indonesia untuk terus mendorong transfer pengetahuan (knowledge transfer), peningkatan interoperabilitas sistem pertahanan, serta evaluasi mendalam terhadap drone yang ditawarkan Rusia sebelum mengambil keputusan pengadaan resmi.

Melalui kolaborasi teknis ini, Indonesia tidak hanya mempererat hubungan diplomasi pertahanan dengan Rusia, tetapi juga memastikan bahwa penguatan armada drone TNI di masa depan didasarkan pada platform yang telah teruji ketangguhannya di medan perang modern. (Haryo Adjie)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *