Su-30SM Rontokkan Drone Kamikaze FP-1 dengan Kanon GSh-30-1: Efektivitas Jet Tempur Lawan Ancaman Low RCS

Penggunaan senjata konvensional jarak dekat kembali membuktikan perannya dalam menghadapi ancaman drone kamikaze jarak jauh (one-way attack drone). Insiden terbaru merekam keberhasilan jet tempur Su-30SM Flanker-H Angkatan Udara Rusia yang menembak jatuh sebuah drone kamikaze FP-1 milik Ukraina saat mencoba mendekati kapal kargo.
Baca juga: GSh-30-1 30mm: Kanon Sukhoi TNI AU: Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi
Alih-alih menghamburkan rudal udara-ke-udara berharga mahal, jet tempur tersebut merontokkan target udara berukuran kecil menggunakan kanon internal GSh-30-1 kaliber 30 mm. Keberhasilan pencegatan ini membuktikan potensi besar platform tempur generasi 4++ dalam mengeksekusi misi penangkalan drone, sekaligus menjadi sorotan teknis mengingat kanon yang sama juga merupakan persenjataan standar pada armada Su-27SKM dan Su-30MK2 milik Skadron Udara 11 TNI AU.
Kunci utama keberhasilan Su-30SM dalam mendeteksi wahana berdesain kecil seperti FP-1 terletak pada integrasi sensor radar dan sistem elektro-optik (IRST). Meskipun radar PESA N011M Bars-R pada Su-30SM tidak lagi tergolong arsitektur tercanggih saat ini, radar tersebut masih sanggup mengunci target dengan penampang radar (Radar Cross-Section / RCS) di bawah 0,05 m2 pada jarak 35 – 50 km di atas latar belakang daratan maupun laut dalam kondisi jamming rendah.
Proses akuisisi target diperkuat oleh sistem Infrared Search and Track (IRST) yang sanggup melacak jejak panas mesin drone. Ke depan, proyeksi integrasi radar AESA pita X/Ku yang dibawa oleh UAV Inokhodets-RU diprediksi dapat memperluas jangkauan deteksi dan field of view, sehingga memberi panduan data awal (early targeting) yang lebih presisi bagi jet tempur pelaksana intercept.
A recent incident in which a Ukrainian FP-1 long-range one-way attack drone was intercepted by a Su-30SM fighter using its GSh-30-1 30 mm autocannon shows the potential of 4++ generation fighters against small aerial targets.
The Su-30SM’s N011M Bars-R radar uses a passive… https://t.co/gFVKDPKliN pic.twitter.com/jNZ3FTqH5z
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) August 28, 2026
Dari sisi persenjataan, penggunaan kanon internal GSh-30-1 (Gryazev-Shipunov GSh-30-1 / Gryazev-Shipunov 9A-4071K) menjadi perhatian utama. TNI AU memang sudah sangat akrab dengan kanon ini karena GSh-30-1 merupakan kanon bawaan standar yang terpasang pada jet tempur Su-27SK/SKM dan Su-30MK/MK2 Skadron Udara 11.
Dirancang oleh KBP Instrument Design Bureau, GSh-30-1 adalah kanon laras tunggal berkaliber 30 mm paling ringan di dunia di kelasnya, dengan bobot kosong hanya 46 kg. Kanon ini mengusung mekanisme recoil-operated dan sanggup menyemburkan amunisi 30 x 165 mm dengan kecepatan tembak (rate of fire) fantastis mencapai 1.500 hingga 1.800 peluru per menit, serta kecepatan awal proyektil (muzzle velocity) sekitar 860 meter per detik.
Kombinasi bobot proyektil yang masif dan akurasi tinggi berkat pemandu laser/optronik radar pesawat menjadikannya senjata pemukul jarak pendek yang mematikan untuk melumat struktur drone yang rentan.
GSh-30-1 30mm: Kanon Sukhoi TNI AU: Minim Amunisi Tapi Punya Presisi Tinggi
Keberhasilan operasi intercept ini juga memperlihatkan bagaimana jet tempur multiguna sanggup mengurangi beban kerja (workload) sistem pertahanan udara berbasis darat (GBAD) dalam menghadapi gelombang serangan drone yang terbang rendah.
Guna melengkapi opsi kanon jarak dekat, pengembangan amunisi roket berpemandu berbiaya murah juga menjadi solusi strategis berikutnya. Mengadopsi konsep roket AGR-20F APKWS II milik Amerika Serikat, pesawat tempur dapat dipasangi roket presisi kaliber kecil seperti S-8L (berpemandu laser) dalam jumlah puluhan unit per pylon. Langkah ini memberikan opsi senjata penembak drone yang jauh lebih murah dibanding harus meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak pendek konvensional seperti R-73 atau Sidewinder, sekaligus secara drastis meningkatkan kuantitas target yang sanggup dieliminasi oleh satu pesawat tempur dalam sekali sortie patroli udara. (Bayu Pamungkas)
Apes, Su-30 AU Rusia Terkena “Friendly Fire” dari Kanon GSh-30-1 Sukhoi Su-35


