Airbus Helicopters Serahkan Unit Pertama NH90 Standard 2 untuk Pasukan Khusus Angkatan Darat Perancis

Airbus Helicopters resmi menyerahkan unit pertama helikopter NH90 Standard 2 kepada Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (Direction générale de l’armement/DGA) di Marignane, Perancis. Varian terbaru dari tipe NH90 Tactical Transport Helicopter (TTH) ini dikembangkan secara khusus untuk mendukung kebutuhan operasional pasukan khusus.
Pemerintah Perancis total memesan 18 unit NH90 Standard 2 yang pengirimannya dijadwalkan rampung secara bertahap hingga pertengahan tahun 2029. Seluruh armada ini nantinya akan dioperasikan oleh Skuadron Penerbangan Pasukan Khusus Angkatan Darat Perancis yang bermarkas di Pau.
Langkah pengadaan ini juga diikuti oleh Spanyol yang bergabung dalam program pengembangan tersebut pada Desember 2025 dengan memesan 31 unit NH90 berkonfigurasi serupa.
Dari spesifikasi teknis, helikopter dengan bobot lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 10,6 ton ini ditenagai oleh dua mesin turboshaft Safran Helicopter Engines RTM322. Dapur pacu tersebut mampu menghasilkan daya hingga 2.230 tenaga kuda per mesin, memungkinkan NH90 mencatatkan kecepatan maksimum sekitar 300 kilometer per jam dan jangkauan jelajah operasional hingga 800 kilometer.
This new variant of the NH90 TTH was designed specifically for special operations. France has ordered a total of 18 #NH90 Standard 2 helicopters that will be delivered by mid 2029. In 2025, Spain joined the programme ordering 31 NH90s in a similar standard. https://t.co/z4Ua2SmZbh pic.twitter.com/N9hgncF2Ae
— Airbus Helicopters (@AirbusHeli) July 30, 2026
Pembaharuan pada varian Standard 2 mencakup integrasi sistem elektro-optik Safran Euroflir 410 D, generator peta digital baru, ruang untuk penambahan personel awak ketiga, serta jendela geser samping bagian belakang yang diperbesar guna mengakomodasi pemasangan senapan mesin pelindung diri. Helikopter ini juga disiapkan untuk integrasi Direct Aperture System (DAS), yakni sistem pemindai yang membantu visibilitas penerbang saat beroperasi dalam kondisi cuaca buruk seperti badai debu, salju, maupun kabut di malam hari.
Peningkatan kapabilitas penerbangan pada Standard 2 turut didukung oleh rencana penggunaan helm penerbang digital Thales TopOwl. Helm ini dirancang untuk menampilkan proyeksi citra dari sistem DAS dan sensor elektro-optik secara bersamaan pada visor, sehingga membantu kesadaran situasional (situational awareness) awak helikopter saat menjalankan misi di medan yang kompleks.
Helikopter NH90 RNZAF Selanda Baru Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh di Atas Lautan Lepas
Program NH90 Standard 2 ini sebelumnya resmi dikontrak pada tahun 2020 oleh Lembaga Manajemen Helikopter NATO (NATO Helicopter Management Agency/NAHEMA) kepada konsorsium NHIndustries (NHI). NHI sendiri merupakan konsorsium helikopter Eropa yang kepemilikan sahamnya terbagi atas Airbus Helicopters (62,5%), Leonardo (32%), dan GKN Fokker (5,5%).
CEO Airbus Helicopters, Matthieu Louvot, menyampaikan bahwa penyerahan unit pertama ini menjadi milestone penting bagi penguatan armada udara militer Perancis. Dengan penambahan fitur teknis khusus pada varian Standard 2, platform NH90 diharapkan mampu mengoptimalkan efektivitas pelaksanaan misi penerbangan taktis pasukan khusus di berbagai kondisi lingkungan kerja yang berat. (Gilang Perdana)
Nasib Tragis MRH-90 Taipan: Mengapa Australia Memilih ‘Mengubur’ Daripada Menghibahkan ke Ukraina?


