Dinamika pengadaan alutsista di kawasan Timur Tengah mencatat pergerakan yang signifikan. Setelah Mesir sukses meminang sistem artileri medan Self-Propelled Howitzer (SPH) K9 Thunder buatan Hanwha Aerospace, kini giliran Uni Emirat Arab (UEA) yang mengambil langkah serupa. (more…)
Menjawab tingginya kebutuhan akan daya gempur presisi jarak jauh yang berkaca dari doktrin perang modern, KNDS (KMW+Nexter Defense Systems) resmi meluncurkan sistem artileri mutakhir yang diberi label LORAS (Long-Range Artillery System) di Eurosatory 2026. (more…)
Eurosatory 2026 di Perancis menorehkan dinamika baru dalam konstelasi kekuatan artileri medan di kawasan Asia Tenggara. Pabrikan pertahanan raksasa Eropa, KNDS (KMW+Nexter Defense Systems), secara resmi mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan Malaysia telah menandatangani kontrak pengadaan awal untuk 18 unit Self-Propelled Howitzer (SPH) CAESAR 155mm pada Selasa, 16 Juni 2026. (more…)
Gelaran pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Perancis menjadi saksi lahirnya babak baru dalam sejarah sistem artileri medan paling fenomenal dekade ini. Raksasa dirgantara dan pertahanan asal Amerika Serikat, Lockheed Martin, resmi memperkenalkan varian terbaru dari sistem roket multilaras M142 mereka yang diberi label HIMARS FLEX. (more…)
Dalam pertempuran artileri modern, kecepatan dan akurasi adalah dua variabel yang menentukan hidup dan mati di medan perang. Menjawab tantangan tersebut, industri pertahanan dalam negeri melalui Hariff Defense berkolaborasi dengan Pussenarmed (Pusat Kesenjataan Artileri Medan) berhasil mengembangkan Aldalbak (Artillery Firing System), sebuah sistem pengendali tembakan digital yang merevolusi cara kerja unit Artileri Medan (Armed) TNI AD. (more…)
Keluarga ranpur amfibi BMP-3 ketambahan varian baru, yakni PRP-5 Advanced Artillery Reconnaissance Vehicle yang dirilis oleh perusahaan pertahanan terkenal Rusia, Almaz-Antey, pada ajang Army 2023 (14-20 Agustus 2023) di Patriot Park, Moskow. Sesuai label yang disematkan, PRP-5 digadang untuk mendukung penembakan pada baterai artileri medan. (more…)
Akurasi tak pelak menjadi kata kunci dalam sistem senjata artileri, pasalnya bukan perihal mudah untuk mencapai tingkat akurasi yang diinginkan. Sebut saja proyetil artileri konvensional dapat mendarat 100 meter atau lebih jauh dari target. Baru kemudian hadir munisi artileri berpemandu yang dapat menyesuaikan arah selama dalam lintasan, yang belakangan telah mengubah lanskap artileri di negara-negara maju. (more…)
Dalam suatu pertempuran, sudah lumrah bila laju elemen infanteri mendapat bantuan tembakan (fire support) dari unit artileri medan. Dengan sekali gebuk, semburan proyektil dari howitzer mampu merobek posisi perkubuan lawan. Tugas infanteri pun jadi lebih mudah untuk merangsek masuk ke jantung pertahanan musuh. Tapi faktanya, infanteri tak bisa melulu mengharap bantuan tembakan dari howitzer, juga pastinya butuh waktu untuk meminta bantuan tembakan dari udara (close air support). (more…)
Di sekitar tahun 2003, Pemerintah Indonesia pernah menerapkan status Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD). Diantara sekian operasi tempur yang difokuskan untuk menghancurkan basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Tanah Rencong, salah satunya dilakukan lewat operasi pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat 1 Korps Marinir TNI AL asal Surabaya. (more…)