Perang bak dua mata pisau, satu sisi melahirkan nestapa, namun pada sisi lain menjadi berkah bagi manukfaktur senjata. Dari sekian banyak manufaktur atau vendor yang mendapatkan ‘kue’ dari melonjaknya anggaran pertahanan adalah Northrop Grumman. Kali ini bukan tentang produksi radar, rudal atau pesawat pembom, melainkan Northrop Grumman merayakan telah mengirim 100.000 kit berpemandu GPS (GPS guided kits) untuk dipasangkan pada munisi artileri konvensional (tanpa pemandu). (more…)
Untuk pertama kali, Multiple Launcher Rocket System (MLRS) andalan TNI AD, ASTROS II MK6 bertemu langsung dengan lawan tanding terberatnya, yaitu HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) buatan Amerika Serikat. Disebut rival, lantaran dari hasil polling Indomiliter.com pada tahun 2014, terungkap bahwa HIMARS milik Angkatan Darat Singapura, dipercaya sebagai lawan tanding terbesar MLRS Astros II MK6 milik Artileri Medan TNI AD. (more…)
Setelah nuklir, jenis senjata yang satu ini disebut-sebut punya daya hancur terbesar kedua (di lini produksi Rusia). Bahkan saking tingginya daya hancur alutsista artileri ini, Rosoboronexport selaku agen resmi penjualan senjata Rusia menyebut, bila TOS-1A menempati peringkat lima besar senjata terlaris yang dipasarkan Rusia. Debut TOS-1 memang lumayan bersinar dalam laga di Timur Tengah, basis perkubuan teroris banyak dibuat hancur berantakan berkat heavy flamethrower system yang disemburkan TOS-1A. (more…)
Sebagai negara dengan kekuatan militer termodern di Asia Tenggara, adopsi Weapon Locating Radar (WLR) jelas bukan barang baru bagi Singapura. Tidak tanggung-tanggung, guna melakukan proteksi atas wilayah daratannya, Artileri Medan AD Singapura telah mengoperasikan jenis WLR – AN/TPQ-36, AN/TPQ-37, Saab Arthur dan Elta ELM-2311 CRAM (Counter Rocket, Artilery, Mortar). Namun, masih ada yang lebih baru dari nama-nama tersebut, yaitu AN/TPQ-53 weapon-locating radars besutan Lockheed Martin. (more…)
Dalam suatu pertempuran, sudah lumrah bila laju elemen infanteri mendapat bantuan tembakan (fire support) dari unit artileri medan. Dengan sekali gebuk, semburan proyektil dari howitzer mampu merobek posisi perkubuan lawan. Tugas infanteri pun jadi lebih mudah untuk merangsek masuk ke jantung pertahanan musuh. Tapi faktanya, infanteri tak bisa melulu mengharap bantuan tembakan dari howitzer, juga pastinya butuh waktu untuk meminta bantuan tembakan dari udara (close air support). (more…)
Di sekitar tahun 2003, Pemerintah Indonesia pernah menerapkan status Darurat Militer di Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD). Diantara sekian operasi tempur yang difokuskan untuk menghancurkan basis GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di Tanah Rencong, salah satunya dilakukan lewat operasi pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat 1 Korps Marinir TNI AL asal Surabaya. (more…)