Boeing Raih Kontrak $20 Miliar: F/A-XX Jadi Jet Tempur Generasi Keenam Carrier Based Angkatan Laut AS

Boeing mengamankan posisi dominannya dalam peta industri pertahanan global setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) secara resmi memilih raksasa dirgantara tersebut untuk menggarap program jet tempur generasi keenam, F/A-XX.
Nilai kontrak pengembangan pesawat ini diperkirakan menembus angka lebih dari $20 miliar. Dalam kompetisi ketat ini, Boeing berhasil mengalahkan saingan utamanya, Northrop Grumman. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan sapu bersih Boeing pada dua program jet tempur generasi keenam paling strategis milik militer AS, setelah sebelumnya juga memenangkan kontrak program F-47 NGAD untuk Angkatan Udara AS (USAF) pada tahun 2025.
Jika program F-47 NGAD dirancang untuk mendominasi ruang udara dari pangkalan darat USAF, maka F/A-XX adalah jawaban spesifik untuk kekuatan udara berbasis kapal induk (carrier-based combat aircraft). Jet tempur ini didesain khusus agar tahan terhadap korosi air laut serta mampu melakukan lepas landas menggunakan katapult dan mendarat dengan kabel penangkap (arresting gear) di dek kapal induk USS Nimitz maupun Ford-class.
F/A-XX dijadwalkan mulai masuk dinas operasional pada dekade 2030-an untuk menggantikan peran armada kawakan U.S. Navy, yaitu jet tempur multiperan F/A-18E/F Super Hornet dan pesawat perang elektronik EA-18G Growler.
6th-gen edge.
Thank you, @USNavy, for continuing our partnership to design, build and deliver your F/A-XX aircraft. We’re honored to produce the 6th-generation fighter that will revolutionize advancements in naval aviation to maintain U.S. carrier air superiority.
Release:… pic.twitter.com/LaGUxgefSm
— Boeing Defense (@BoeingDefense) September 29, 2026
Meskipun detail teknis dan spesifikasi F/A-XX masih diklasifikasikan sebagai rahasia tingkat tinggi di bawah hukum keamanan nasional dan ekspor AS, jet tempur ini dipastikan membawa lompatan teknologi revolusioner. F/A-XX mengusung Open Mission Systems Architecture yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak dan integrasi sistem senjata baru dilakukan secara cepat tanpa harus mengubah struktur fisik pesawat.
Selain itu, pesawat ini dirancang dengan kapasitas bahan bakar dan jangkauan tempur ekstra-jauh yang melampaui F/A-18 Super Hornet untuk menghadapi ancaman rudal anti-kapal jarak jauh di kawasan Pasifik, serta terintegrasi dengan Manned-Unmanned Teaming (MUM-T) untuk mengendalikan kawanan drone (Loyal Wingman).
Kemenangan ganda Boeing di program F-47 dan F/A-XX menunjukkan persiapan matang pabrikan berbasis di St. Louis tersebut. Boeing telah membangun fasilitas manufaktur serba digital dan aman di St. Louis yang menjadi salah satu sistem desain serta produksi dirgantara paling canggih di dunia.
President & CEO Boeing Defense, Space & Security, Steve Parker, menegaskan bahwa menyediakan dua pesawat tempur canggih secara paralel memang selalu menjadi rencana perusahaan, dan Boeing siap serta mampu membangun beberapa program waralaba pesawat tempur masa depan secara bersamaan. Dengan terpilihnya Boeing, U.S. Navy memastikan bahwa supremasi udara di gugus tugas kapal induknya akan bertransformasi ke era generasi keenam pada era 2030-an. (Gilang Perdana)


