Program pengembangan drone tanker berbasis kapal induk pertama milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), Boeing MQ-25A Stingray, kembali mencatatkan momentum penting. Pesawat tanpa awak ini sukses menyelesaikan uji terbang krusial keduanya yang difokuskan pada pengujian sistem roda pendaratan di udara (airborne landing gear test). (more…)
Kemampuan Cina dalam memproduksi rudal udara ke udara jarak jauh canggih rupanya telah membuat khawatir Negeri Kanguru. Tidak cukup dengan AIM-120 AMRAAM varian terbaru, ada kabar mengejutkan bahwa Australia bakal menjadi pembeli pertama rudal udara ke udara AIM-260 JATM di luar Amerika Serikat. (more…)
Hari ini 30 Tahun Lalu, bertepatan dengan 29 November 1995, berlangsung penerbangan perdana jet tempur F/A-18 E/F Super Hornet. Penerbangan perdana F/A-18E/F Super Hornet berlangsung di Bandara Internasional Lambert, St. Louis, Missouri. Pesawat lepas landas pada pukul 11:15 waktu setempat dan dikendalikan oleh pilot uji McDonnell Douglas, Fred Madenwald. (more…)
Insiden jatuhnya dua jet tempur Hornet dalam satu hari, yakni F/A-18D di Malaysia dan F/A-18E di Virgnia, AS, rupanya memberi efek positif pada manufaktur kursi lontar (ejection seati), pasalnya dari dua insiden tersebut, semua awaknya berhasil menyelamatkan diri berkat kursi lontar. (more…)
Untuk pertama kalinya, dalam satu hari keluarga jet tempur Hornet mengalami musibah, selain F/A-18D (tandem seat) Hornet milik Angkatan Udara Malaysia (TUDM) yang jatuh setelah gagal lepas landas di Lanud Kuantan pada 21 Agustus 2025, maka di tanggal yang sama, F/A-18E (single seat) Super Hornet milik Angkatan Laut AS (US Navy) juga dilaporkan jatuh di lepas pantai Virginia, AS. (more…)
Ego antar matra mengemuka dalam pengembangan jet tempur generasi keenam di Amerika Serikat, yang mana Angkatan Laut AS (US Navy) menginginkan jalur yang berbeda untuk penempur generasi penempur masa depan, yang bukan varian naval dari Boeing F-47 NGAD (Next Generation Air Dominance) untuk Angkatan Udara AS (USAF), yang sepintas mengingatkan pada penciptaan rancangan antara F-16 Fighting Falcon dan F/A-18 Hornet. (more…)
Bagi jet tempur yang beroperasi dari kapal induk, maka kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) tak bisa bergantung pada dukungan pesawat tanker konvensional, untuk itu “Buddy to Buddy” air refueling jadi pilihan, yakni pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat tempur kawan bertindak sebagai pesawat tanker. (more…)
Bersama dengan naik pamornya PL-15 di perang Kashmir dan hampir setahun setelah diperkenalkan, rudal udara ke udara jarak jauh ‘reinkarnasi’ AIM-54 Phoenix, yakni AIM-174B secara resmi telah mendapat julukan “Gunslinger.” Nama tersebut dimasukkan di antara kemampuan tempur baru yang tercantum sebagai arsenal jet tempur F/A-18 Super Hornet dalam Naval Aviation Playbook 2025, yang mana rudal udara ke ke udara ini telah ditetapkan secara operasional. (more…)
Jet tempur membawa konfigurasi senjata dalam jumlah besar kerap terlihat saat operasi militer atau terkait dalam kegiatan latihan peperangan. Dan konfigurasi atau mode jet tempur yang membawa senjata dalam jumlah besar sering disebut sebagai “beast mode.” Nah, belum lama ini ada momen langka yang disebut-sebut belum pernah terlihat sebelumnya pada F/A-18F Super Hornet Angkatan Laut AS. (more…)
Konversi fungsi rudal telah terjadi dalam beberapa tahun belakangan, umumnya rudal udara ke udara yang kemudian diperankan sebagai rudal darat ke udara atau rudal pertahanan udara (hanud), Sebut saja NASAMS yang mengadopsi AIM-120 AMRAAM ( Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) dan AIM-9X Sidewinder. Kemudian di Ukraina, rudal AIM-132 ASRAAM (Advanced Short-Range Air-to-Air Missile) buatan Inggris juga disulap sebagai rudal hanud. (more…)