Gandeng ERC System, Rheinmetall Siap Ambil Alih Pasar Drone Logistik Militer Lewat Victor U250

Rheinmetall dari Jerman, terus memperluas gurita bisnisnya di ranah wahana tanpa awak. Bertempat di ajang pameran dirgantara bergengsi ILA Berlin 2026 pada 10 Juni 2026, Rheinmetall resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan pengembang drone Jerman, ERC System, serta pemerintah negara bagian North Rhine-Westphalia.
Kemitraan segitiga itu bertujuan untuk membangun basis produksi domestik bagi drone kargo kelas berat (heavy-lift cargo drone) terbaru yang diberi nama Victor U250. Proyek ambisius ini diproyeksikan bakal membuka ratusan lapangan kerja baru hingga tahun 2029 di North Rhine-Westphalia, yang dikenal sebagai negara bagian terpadat sekaligus jantung basis industri Jerman.
Langkah Rheinmetall memproduksi Victor U250 didasarkan pada kalkulasi performa teknisnya yang luar biasa. Drone bermesin hybrid-electric ini dirancang mampu mengangkut beban logistik seberat 250 kilogram dan menerbangkannya sejauh 300 kilometer dengan kecepatan jelajah mencapai 250 km/jam.
Dari segi desain, Victor U250 mengadopsi konfigurasi VTOL (Vertical Takeoff and Landing). Artinya, drone ini mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal layaknya helikopter tanpa membutuhkan landasan pacu (runway), lalu bertransisi menggunakan sayap tetap (fixed-wing) saat terbang jelajah demi efisiensi bahan bakar dan kecepatan tinggi. Kombinasi kemandirian infrastruktur serta kecepatan jelajah tinggi inilah yang menjadi nilai jual utama sistem ini.

Sebagai perbandingan, helikopter kargo konvensional dengan jarak jangkau sama akan jauh lebih lambat dan boros bahan bakar, sementara pesawat fixed-wing biasa memerlukan landasan pacu yang dipersiapkan di kedua ujung misi. Kemampuan Victor U250 untuk berangkat dari lapangan terbuka, melesat cepat, dan mendarat di area darurat menjadikannya solusi logistik hibrida yang sangat efisien.
Bagi sektor logistik militer, kemampuan ini menjawab salah satu titik sumbatan (friction point) paling krusial dalam pertempuran darat modern: mengirimkan pasokan kritis ke unit terdepan tanpa mengekspos kendaraan konvoi atau helikopter berawak ke zona bahaya. Pelajaran berharga dari perang di Ukraina telah berulang kali menunjukkan betapa rentannya konvoi logistik jalur darat terhadap serangan drone, artileri, dan penyergapan.
ERC System has unveiled the first full-size example of its Victor U250 hybrid-electric cargo drone.
Read more ⬇️ pic.twitter.com/lMM5TovhXa
— FutureFlight (@FutureFlightAIN) June 10, 2026
Di sisi lain, helikopter berawak yang terbang rendah di ruang udara yang diperebutkan juga menghadapi risiko fatal dari sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) serta tembakan senjata ringan. Victor U250 hadir sebagai jawaban langsung atas kerentanan tersebut. Drone ini bisa menyusup cepat, mendarat di kliring dekat posisi pasukan terdepan, menurunkan 250 kg amunisi, pasokan medis, atau suku cadang, lalu kembali pulang tanpa mempertaruhkan nyawa awak pesawat. Jarak jangkau 300 km dinilai lebih dari cukup untuk menghubungkan simpul logistik tingkat brigade ke posisi kompi atau batalyon di sebagian besar skenario operasi.
Secara struktural, ERC System yang berbasis di Ottobrunn dekat Munich—sebuah anak perusahaan penuh dari Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft (IABG)—telah lama mengembangkan Victor U250 untuk misi-misi kritis, termasuk rantai pasokan lepas pantai, tanggap bencana, dan transportasi medis.
Induk perusahaannya, IABG, merupakan salah satu perusahaan teknologi independen terkemuka di Eropa yang ahli dalam pengujian, simulasi, dan validasi sistem kompleks. Hal ini memberi program Victor U250 akses langsung ke infrastruktur pengujian keselamatan ketat yang diperlukan untuk sertifikasi penerbangan. Di sisi lain, Rheinmetall membawa reputasinya sebagai organisasi penerbangan bersertifikat yang memiliki posisi kuat di pasar sistem udara tanpa awak (UAS), menyediakan keahlian integrasi industri serta jaringan pelanggan global yang luas. (Bayu Pamungkas)
Gantikan Peran Black Hawk, AS dan NATO Uji Coba Drone Raksasa Flowcopter FC-100 untuk Evakuasi Medis
Related Posts
-
Setelah Bushmaster, Kini Ukraina Minta Donasi Rantis Hawkei 4×4 dari Australia
1 Comment | Apr 12, 2023 -
Profil RAM II – Drone Kamikaze Produksi Ukraina yang Bersanding dengan Zala KYB (Rusia) di IDEX 2023
3 Comments | Feb 22, 2023 -
Pasukan Rusia Disebut Punya Rudal Anti Tank FGM-148 Javelin Lebih Banyak dari Milik Inggris, Ini Sebabnya!
No Comments | Feb 17, 2025 -
Kalashnikov Luncurkan Divisi Baru untuk Produksi Drone Kamikaze
No Comments | May 27, 2023


