Pensiunkan Watchkeeper 450, Angkatan Darat Inggris Pilih Tekever AR5 Jadi ‘Mata-mata Udara’ Generasi Terbaru

Kementerian Pertahanan Inggris secara resmi mengumumkan investasi besar senilai hingga 400 juta poundsterling untuk melengkapi Angkatan Darat Inggris (British Army) dengan teknologi drone pengintai generasi terbaru. Dalam keputusan strategis ini, pemerintah Inggris memilih sistem drone Tekever AR5 untuk menggantikan armada drone pengintai legendaris, Watchkeeper WK450, yang telah beroperasi sejak tahun 2014 dan kini memasuki akhir masa pakainya.

Baca juga: Tekever AR3 Net Ray: Drone Intai Maritim dengan Medium Endurance

Kontrak berdurasi hingga 10 tahun ini mencakup pemesanan awal enam unit drone AR5, dengan target pengiriman hingga 24 unit pada tahun 2029. Pengadaan ini tidak hanya bertujuan memperkuat kapabilitas intelijen medan tempur, tetapi juga mendorong re-industrialisasi nasional dengan menyokong pembukaan fasilitas manufaktur baru Tekever di Swindon serta menciptakan ratusan lapangan kerja di wilayah Barat Daya Inggris dan Wales.

Keputusan memensiunkan Watchkeeper WK450 menjadi babak baru dalam modernisasi kekuatan udara taktis Inggris. Sebelumnya, Watchkeeper 450 dikembangkan oleh UAV Tactical Systems Ltd (UAVTECS)—perusahaan patungan antara Thales UK dan Elbit Systems asal Israel—berbasis platform Hermes 450.

Dari total 54 unit yang dipesan awal, jumlah armada aktif Watchkeeper menyusut drastis menjadi kisaran 20 hingga 30-an unit akibat serangkaian insiden kecelakaan, tingginya biaya operasional, serta keterbatasan kelaikan terbang di cuaca buruk.

AD Inggris Perpanjang Masa Operasional Watchkeeper WK450, Drone Intai dari Basis Hermes 450

Selain itu, sebagai drone Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance (ISTAR) non-kombatan, Watchkeeper tidak dipersenjatai dalam doktrin operasional militer Inggris, meski secara teknis platform dasarnya dapat mengangkut amunisi presisi ringan seperti rudal LMM Martlet dengan mengorbankan daya tahan terbang dan muatan sensor utamanya.

Sebagai penggantinya, Tekever AR5 menghadirkan lompatan teknologi (quantum leap) yang signifikan dalam hal keandalan, jangkauan, dan kapasitas muatan. Diproduksi oleh Tekever UK—cabang dari perusahaan teknologi pertahanan yang berbasis di Portuga, AR5 merupakan drone jenis medium altitude medium endurance (MAME) berukuran sedang yang dirancang khusus untuk misi pengawasan maritim dan darat jarak jauh.

Berbeda dengan Watchkeeper yang dibatasi masalah teknis, Tekever AR5 memiliki rekam jejak tempur yang teruji (battle-proven) setelah digunakan secara efektif oleh Angkatan Bersenjata Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Keunggulan operasional ini menjadi salah satu pertimbangan utama Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, dalam memilih AR5 untuk memastikan prajurit Inggris selalu unggul menghadapi ancaman udara modern.

Dari spesifikasi, Tekever AR5 menawarkan fleksibilitas dan performa yang melampaui pendahulunya. Drone ini memiliki kapasitas muatan (payload) hingga 50 kg yang mampu membawa kombinasi sensor canggih, seperti kamera elektro-optik/inframerah (EO/IR) resolusi tinggi, radar Synthetic Aperture Radar (SAR), serta sistem pemindai maritim dan intelijen sinyal (SIGINT).

Sempat Picu Kontroversi, Drone Intai Tekever AR3 Dikirim ke Ukraina, Pernah Tampil di Indo Defence 2018

Memiliki bentang sayap sekitar 7,3 meter dan bobot lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 180 kg, AR5 mampu mengudara hingga 8 sampai 12 jam nonstop dengan kecepatan jelajah sekitar 100 km/jam. Keunggulan utama AR5 terletak pada fleksibilitas operasinya yang dapat diluncurkan menggunakan sistem pendorong katapult atau landasan pendek, serta kemampuannya mendarat di air (water landing) maupun landasan darat biasa.

Sama halnya dengan Watchkeeper, fokus utama operasional Tekever AR5 adalah sebagai platform intelijen, pengawasan, dan pengumpulan data real-time (ISTAR) non-kombatan. Secara desain standar, AR5 diproduksi murni sebagai drone mata-mata udara yang mengandalkan keunggulan daya tahan terbang dan kelengkapan sensor.

Kendati demikian, struktur modular dan fleksibilitas arsitektur sistemnya secara teori memungkinkan integrasi amunisi mikro berpandu laser di masa depan jika terdapat kebutuhan doktrin tempur dari militer Inggris. Namun untuk saat ini, Kementerian Pertahanan Inggris memprioritaskan pemanfaatan AR5 sebagai pusat pengumpul data intelijen yang akan terhubung dalam program integrasi otonom bernama CORVUS, guna memastikan kepemimpinan data dan dominasi informasi bagi para komandan di medan tempur. (Gilang Perdana)

Portugal Mulai Garap AXR: Drone Terbesar Produksi Tekever

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *