Sozvezdie Patenkan “Barbecue Cage”, Solusi Proteksi Anti Drone Tanpa Mengorbankan Siluet Kendaraan

Pengalaman tempur yang makin intensif di medan Ukraina terus memicu evolusi cepat pada desain pelindung anti-drone (cope cage atau populer disebut “barbecue cage”). Produsen alutsista ternama asal Rusia, Sozvezdie Concern, resmi mematenkan inovasi cage armor terlipat (folding cage) modular yang dirancang khusus untuk kendaraan angkut logistik dan taktis.
Berbeda dari jaring besi buatan lapangan (field-improvised) yang bersifat kaku dan statis, sistem paten terbaru ini menawarkan fleksibilitas bentuk (changeable silhouette) serta kemampuan buka-tutup secara otomatis, sehingga kendaraan tetap terlindungi dari serangan First-Person View (FPV) drone tanpa mengorbankan mobilitas dan efisiensi operasional saat bernavigasi.
Secara teknis, satu modul cage armor buatan Sozvezdie mengusung sepasang rangka berbentuk huruf ‘G’ (G-shaped frames) berbahan jaring baja atau plat berlubang (perforated sheet). Rangka bagian atas dilengkapi engsel khusus yang memungkinkan sudut tekuk diatur secara fleksibel antara 90 derajat hingga 120 derajat agar pas melingkupi berbagai dimensi kontainer atau kargo yang diangkut.
Sementara itu, rangka samping dapat dimekarkan keluar pada sudut 45 derajat, 90 derajat, hingga 135 derajat. Mekanisme pemekaran pelindung ini dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis menggunakan penggerak elektrik atau hidrolik langsung dari dalam kabin, sehingga awak kendaraan tidak perlu keluar dan mengorbankan keselamatan mereka di tengah ancaman tembakan musuh.
Russia’s Sozvezdie Concern has patented a folding “barbecue” cage for transport bases, according to the published design.
Each module uses paired G-shaped frames of mesh or perforated sheet, hinged so the top angle can sit between 90° and 120° to fit different containers. Side… pic.twitter.com/sNBMtrjWbU
— Drone Wars (@Drone_Wars_) September 9, 2026
Selain memberikan proteksi fisik benturan langsung, desain paten Sozvezdie mengintegrasikan sistem komunikasi taktis dan sensor visual secara terpadu. Pada bagian rangka atas cage, terpasang dudukan khusus yang dapat menaikkan posisi antena pemancar frekuensi HF, VHF, UHF, serta kamera pemantau ke posisi lebih tinggi melewati batas jaring pelindung.
Penempatan elevated ini sangat krusial untuk mencegah penurunan kualitas sinyal radio akibat efek sangkar Faraday dari jaring besi, sekaligus memperluas jangkauan komunikasi dan visibilitas situasi sekitar bagi awak. Sebagai perlindungan tambahan terhadap ancaman drone dari sudut rendah atau serangan frontal, deretan rantai dan kabel baja dipasang menggantung bebas pada bagian ujung dan samping bawah modul.
Paten baru buatan Sozvezdie Concern ini membawa babak baru dalam standar proteksi lapis baja berbasis pabrikan (factory-built protection) jika dibandingkan dengan modul cope cage rakitan lapangan konvensional. Cope cage rakitan di daerah operasi umumnya dilas mati sehingga menambah tinggi dan lebar kendaraan secara konstan. Kondisi ini membuat kendaraan sering tersangkut ranting pohon, kabel listrik, atau kesulitan saat melewati rute sempit dan masuk ke dalam fasilitas penampungan.
Sebaliknya, modul terlipat Sozvezdie memungkinkan siluet kendaraan disesuaikan dengan kebutuhan medan, di mana jaring dapat dilipat ringkas saat melintas rute sempit atau parkir, lalu dimekarkan penuh ketika memasuki zona bahaya drone.
Tangkal Serangan Drone, Israel Belajar dari Rusia, Pasang “Cope Cages” di Atas Kubah MBT Merkava
Dampak terhadap fungsi komunikasi juga menjadi pembeda mendasar antara kedua desain pelindung ini. Pada cope cage rakitan biasa, jaring besi kaku kerap mereduksi sinyal radio bawaan kendaraan dan menghalangi jarak pandang sensor kamera. Rangka terlipat Sozvezdie mengatasi masalah tersebut dengan dudukan antena terintegrasi di atas jaring besi, menjaga jangkauan komunikasi tetap optimal.
Ditambah lagi dengan fleksibilitas struktur rangka berbentuk ‘G’ yang adaptif untuk berbagai jenis bak kargo serta tambahan juntaian rantai di bagian bawah, desain Sozvezdie memberikan cakupan proteksi yang jauh lebih menyeluruh terhadap ancaman FPV drone dari segala arah. (Bayu Pamungkas)
Adopsi Slat Armor di T-1 Vietnam: Dilema Hidrodinamika dan Solusi Modular bagi PT-76M Korps Marinir
Related Posts
-
Angkatan Laut Jerman Kembali ke Indo Pasifik, Kerahkan Frigat Baden-Württemberg Class dan Kapal Tanker Berlin Class
No Comments | Nov 9, 2023 -
Memasuki Usia 22 Tahun, Pussenkav TNI AD Pamerkan Retrofit Tank Scorpion 90
22 Comments | Jan 18, 2017
-
Admiral Grigorovich Class – Frigat Canggih Andalan Armada Laut Hitam Rusia
6 Comments | Apr 14, 2022
-
Guncang Asia Selatan! Pakistan Dilaporkan Siap Borong 4 Skadron Jet Stealth Shenyang J-35
No Comments | May 8, 2026


