
Boeing mengamankan posisi dominannya dalam peta industri pertahanan global setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) secara resmi memilih raksasa dirgantara tersebut untuk menggarap program jet tempur generasi keenam, F/A-XX. (more…)

Boeing mengamankan posisi dominannya dalam peta industri pertahanan global setelah Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) secara resmi memilih raksasa dirgantara tersebut untuk menggarap program jet tempur generasi keenam, F/A-XX. (more…)

Era jet tempur yang hanya mengandalkan kemampuan manusia dan sistem elektronik konvensional perlahan memasuki babak baru. Dassault Aviation kini mulai menerbangkan kecerdasan buatan (AI) langsung di dalam jet tempur Rafale. (more…)

Setelah hampir lima dekade menjadi salah satu ikon kekuatan udara Amerika Serikat, era A-10C Thunderbolt II di Davis-Monthan Air Force Base (AFB), Arizona, resmi berakhir. Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) menginaktivasi empat unit terakhir yang selama ini menjadi bagian penting dari operasi dan pelatihan A-10 di pangkalan tersebut. (more…)

Kerja sama antara Airbus Defence and Space dan Saab telah menandai langkah maju yang signifikan dalam modernisasi kemampuan pertahanan udara Eropa. Keputusan Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) untuk memilih sistem Arexis Electronic Warfare (EW) dari Saab untuk melengkapi Eurofighter Typhoon mereka bertujuan untuk menciptakan varian khusus: Eurofighter EK (Elektronischer Kampf / Electronic Combat). Proyek ambisius ini dirancang untuk memastikan Eurofighter tetap relevan di medan pertempuran modern dan, yang paling penting, mengisi kekosongan kapabilitas kritis yang akan ditinggalkan oleh pensiunnya armada Tornado ECR mulai tahun 2030.

Kecepatan Mach 2.83—hampir tiga kali kecepatan suara—merupakan ambang batas yang sangat jarang dicapai dalam dunia penerbangan tempur. Batas ini melampaui kemampuan sebagian besar jet tempur modern yang kecepatan maksimumnya umumnya berhenti di kisaran Mach 2.2.

Dengan segudang poin plus yang dimiliki, The Black Widow II atau Northrop YF-23 digadang-gadang akan menjadi suksesor potensial untuk menggantikan F-15 Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang sudah beroperasi sejak tahun 1970-an. Namun di tengah perjalanannya, pesawat tempur kursi tunggal ini mesti bertekuk lutut kepada kompetitornya pada program US Air Force’s Advanced Tactical Fighter (ATF), Lockheed Martin F-22 Raptor. (more…)
Memang tak segahar pod kanon GPU-5 yang pernah dipasang pada jet tempur F/A-16 Fighting Falcon, namun, TNI AU juga mengenal jenis pod kanon untuk jet tempurnya. Yang dimaksud adalah pod kanon ADEN 30 mm yang disematkan sebagai kanon eksternal pada jet tempur taktis buatan Inggris, Hawk 100/200 (dalam kode yang dibeli Indonesia disebut Hawk 109/209).
(more…)
Ibarat pepatah, “Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,” pada Minggu, 15 Maret 2015, untuk kesekian kali, TNI AU mengalami total lost pada dua unit pesawat latih. Musibah ini terjadi saat latihan akrobat tim aerobatik Jupiter dalam rangka persiapan acara LIMA (Langkawi International Maritime & Aerospace) Exhibition. Kedua pesawat kehilangan kendali setelah saling menyerempet saat latihan pada pukul 14.00 waktu setempat. (more…)

Daya jelajah pada pesawat tempur menjadi faktor penting dalam suatu operasi militer, terutama bila berbicara pada tahapan penyerbuan ke target sasaran yang jaraknya cukup jauh. Didasari beberapa pertimbangan, seperti kerahasiaan dan meningkatkan unsur pendadakan, banyak negara memilih cara air refuelling (pengisian bahan bakar di udara) untuk meningkatkan endurance serta daya jelajah pesawat tempurnya.

Pasca pecah kongsi antara Indonesia dan Uni Soviet di tahun 1966, membawa implikasi pelik bagi konfigurasi alutsista di Tanah Air. Khususnya di lingkungan TNI AU, hampir semua alutsista asal Uni Soviet dan Eropa Timur harus di grounded lantaran ketiadaan pasokan suku cadang. Kalaupun ada yang masih bertahan hingga tahun 70-an, seperti jet tempur MiG-21 dan pembom Tu-16, tak lain hanya mengandalkan pola kanibalisasi suku cadang. (more…)