Tak Butuh Waktu Lama, Super Hornet Australia Terekam Usung Rudal Udara Rahasia AIM-260 JATM di AS

Proses integrasi alutsista canggih antara militer Amerika Serikat dan sekutu utamanya di kawasan Indo-Pasifik bergerak dalam tempo yang sangat masif. Hanya berselang beberapa pekan setelah Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan akuisisi rudal udara-ke-udara jarak jauh (beyond-visual-range) rahasia AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM) senilai US$480 juta (sekitar A$736 juta) dalam skema Foreign Military Sales (FMS), penampakan perdana fisik rudal tersebut pada jet tempur Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) kini resmi terkonfirmasi di lapangan.
Foto resmi yang dirilis oleh Angkatan Laut AS (US Navy) memperlihatkan sebuah jet tempur F/A-18F Super Hornet milik RAAF dari No. 1 Squadron tengah lepas landas dari pangkalan udara Naval Base Ventura County Point Mugu, California. Pesawat tempur berbendera Australia tersebut kedapatan mengusung satu unit inertia/training round AIM-260 JATM pada station 7 (stasion “pipi” sisi kanan fuselage).
Momen historis ini direkam pada 11 September 2026 di tengah berlangsungnya ajang pamer integrasi tempur Gray Flag 2026—sebuah latihan pengujian integrasi skala besar terbesar yang melibatkan lebih dari 3.000 personel dan 150 organisasi militer sekutu.
Kemunculan kilat AIM-260 JATM di bawah sayap Super Hornet RAAF menjadi sorotan hangat para pengamat pertahanan global. Pasalnya, pengumuman akuisisi baru disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, di sela-sela Latihan Bersama Pitch Black 2026 di Darwin pada Agustus lalu.
Well, well, well… look what the Aussies are carrying. A RAAF F/A-18F has been spotted carrying an inert AIM-260 JATM during Exercise Gray Flag 2026. Australia announced the purchase of new long-range missile(s) a few weeks ago, and now we’re already seeing an Australian Rhino… pic.twitter.com/wXlyKyniw0
— Air Power (@RealAirPower1) October 1, 2026
Fakta bahwa armada Super Hornet RAAF sudah langsung menerbangkan test round AIM-260 dalam skenario tempur lintas matra yang kompleks hanya dalam hitungan minggu mengindikasikan bahwa proses integrasi teknis, pengujian software jaringan, serta harmonisasi sistem manajemen senjata (Stores Management System) antara AS dan Australia sebenarnya telah berjalan intensif jauh sebelum pengumuman publik dibuat.
Akselerasi program yang tidak biasa ini menegaskan betapa krusialnya posisi Australia di mata Washington sebagai benteng utama pertahanan sekutu di kawasan Indo-Pasifik. Di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan dan agresivitas penerbangan militer Cina yang dibekali rudal udara-ke-udara jarak jauh canggih seperti PL-15 (berjangkauan lebih dari 200 km), AS memprioritaskan RAAF sebagai pelanggan ekspor pertama (first foreign operator) di luar militer AS yang mendapatkan akses ke program rudal paling dirahasiakan milik Lockheed Martin ini.
Pentagon Panik! Rudal Udara ke Udara PL-16 Cina Lampaui Kemampuan AIM-260
AIM-260 JATM dikembangkan khusus oleh Lockheed Martin untuk menggantikan peran rudal legendaris AIM-120 AMRAAM. Meski detail spesifikasinya masih sangat dirahasiakan, JATM dirancang memiliki bentuk fisik relatif ringkas—serupa dengan dimensi AMRAAM—agar muat dimasukkan ke dalam ruang senjata internal (internal weapon bay) jet tempur siluman F-22A Raptor dan F-35 Lightning II, namun menawarkan jangkauan tembak (engagement envelope) yang melipat ganda hingga lebih dari 200–300 km.
Berdasarkan rencana strategis RAAF, setelah tahap integrasi awal pada armada F/A-18F Super Hornet selesai, rudal pembunuh jarak jauh ini secara bertahap akan dipasang pada jet siluman F-35A, pesawat peperangan elektronik EA-18G Growler, hingga berpotensi diintegrasikan ke drone pengawal Collaborative Combat Aircraft (CCA) MQ-28A Ghost Bat di masa depan. (Gilang Perdana)
Australia Disebut Bakal Akuisisi AIM-260 JATM, Salah Satu Rudal Udara ke Udara ‘Temahal’ di Dunia


