Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah Pesawat Intai Langka RE-3A Arab Saudi Akibat Serangan Iran

Pengamatan citra satelit terbaru dari Airbus yang dimuat pada platform Google Earth mengungkap kerugian material bernilai tinggi bagi Angkatan Udara Arab Saudi (Royal Saudi Air Force/RSAF). Dalam tampilan satelit di pangkalan udara yang terletak di sebelah tenggara Riyadh (Prince Sultan Air Base), terlihat satu unit pesawat intelijen sinyal (SIGINT) langka, RE-3A Tactical Airborne Surveillance System (TASS), mengalami kerusakan parah akibat serangan rudal atau drone yang diluncurkan Iran.

Baca juga: Kehilangan Pipa Bahan Bakar, KC-135 yang Rusak Parah Akibat Serangan Iran Tiba di Inggris

Pesawat mata-mata yang ditaksir memiliki nilai aset sekitar US$291 juta tersebut dihantam di area parkir apron, meninggalkan jejak kehancuran fisik dan luka bakar signifikan pada badan pesawat maupun struktur Pangkalan.

Dampak serangan dalam konflik 2026 ini tidak hanya menghancurkan RE-3A, tetapi juga merusakkan aset penting milik Sekutu yang berada di lokasi sama, termasuk pesawat E-3G Sentry AWACS dan pesawat tanker KC-135R milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), serta menghancurkan barak militer dan fasilitas pendukung di sekitarnya.

Para analis intelijen sumber terbuka (open-source intelligence/OSINT) menilai bahwa hilangnya aset strategis Arab Saudi ini sempat luput dari perhatian publik di tengah kekacauan awal konflik, sebelum pembaruan citra satelit komersial akhirnya menyingkap tabir kerusakan yang tersembunyi tersebut.

Secara teknis, RE-3A TASS merupakan platform intelijen, pengawasan, dan pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance/ISR) yang sangat khusus dan dibangun di atas airframe pesawat komersial bermesin empat Boeing 707-300.

Dari segi penampilan fisik dan kapabilitas radar sensor, RE-3A kerap disejajarkan dengan pesawat pengintai elektro-optik dan SIGINT milik USAF, RC-135 Rivet Joint. Pesawat ini dilengkapi dengan radome besar di bawah bagian hidung (hog nose) serta tonjolan fairing lateral (cheek fairings) di sepanjang badan pesawat yang memuat antena radar aperture sintetis (SAR), sensor Electronic Support Measures (ESM), Signals Intelligence (SIGINT), serta Communications Intelligence (COMINT).

Peralatan komunikasi dan pemrosesan data canggih di dalam kabin memungkinkan RE-3A menyadap, mencegat, memetakan, dan menganalisis sinyal pemancar radar musuh serta komunikasi radio lawan dari jarak aman puluhan hingga ratusan kilometer di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh.

Peran strategis RE-3A bagi militer Arab Saudi sangat vital dan sulit tergantikan dalam waktu singkat. Sebagai “telinga dan mata” elektronik utama di udara, RE-3A berfungsi mengumpulkan intelijen taktis maupun strategis secara real-time mengenai pergerakan pasukan lawan, posisi radar pertahanan udara musuh, hingga jalur komunikasi medan tempur.

Data intercept yang diolah oleh RE-3A kemudian didistribusikan secara instan ke pusat komando pertahanan (Command and Control) serta pesawat tempur utama RSAF seperti F-15SA dan Eurofighter Typhoon untuk memandu serangan presisi maupun melakukan misi pemanduan penindakan pertahanan udara musuh (Suppression of Enemy Air Defenses/SEAD). Kehilangan platform penggali intelijen udara sekelas RE-3A secara signifikan memangkas kesadaran situasi (situational awareness) dan kemampuan perang elektronik (electronic warfare) Arab Saudi dalam memetakan ancaman lintas batas.

Cina Bangun Pangkalan Mata-mata (SIGINT) di Kuba, Hanya Berjarak 160 Km dari Florida

Ketimpangan dampak dari kehancuran pesawat ini makin terasa jika melihat jumlah populasi armadanya yang sangat terbatas. Angkatan Udara Arab Saudi tercatat hanya mengoperasikan sebanyak 2 unit pesawat konfigurasi khusus RE-3A/B SIGINT di dalam Skuadron 19 yang bermarkas di Prince Sultan Air Base.

Kerusakan berat atau hancurnya satu unit RE-3A secara praktis memangkas hingga 50 persen kapasitas armada intelijen sinyal berbasis Boeing 707 milik RSAF. Dengan tidak tersedianya jalur produksi baru untuk airframe Boeing 707 dan rumitnya proses integrasi sensor SIGINT generasi anyar, kelumpuhan aset seharga ratusan juta dolar ini menjadi salah satu kerugian material dan taktis terbesar bagi arsitektur pertahanan udara Arab Saudi sepanjang dinamika konflik kawasan belakangan ini. (Abdi Waluyo)

CNN: Hantam Pangkalan Prince Sultan di Arab Saudi, Serangan Rudal Iran Didukung 14 Satelit Rusia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *