Cina Isyaratkan Kemunculan Jet Tempur Generasi Keenam Chengdu J-36 Lewat Video Tanker YY-20A

Dunia penerbangan militer internasional mendadak digemparkan oleh sinyalemen terbaru yang dirilis oleh Angkatan Udara Angkatan Cina (PLAAF). Melalui sebuah video resmi terbaru yang dirilis untuk memperingati 10 tahun operasional pesawat angkut berat Xian Y-20, Beijing untuk pertama kalinya secara dramatis memberikan petunjuk kuat mengenai keberadaan proyek jet tempur generasi keenam mereka.

Baca juga: ‘Luput dari Perhatian’, Pesawat Angkut Berat Y-20 Kunpeng Mampir di Lanud Halim Perdanakusuma

Fokus perhatian pengamat langsung tertuju pada adegan di dalam kokpit varian tanker strategis dari Y-20, yang dikenal sebagai YY-20A (atau Y-20U). Dalam cuplikan pancingan video tersebut, terjadi dialog penuh teka-teki ketika seorang pilot YY-20A bertanya, “Hari ini kita mengisi bahan bakar siapa?” yang kemudian dijawab secara tegas oleh sang kapten, “Pertama H-6 (pembom strategis), lalu ‘Little Six’.” Julukan “Little Six” ini diyakini kuat oleh para analis militer barat sebagai kode rahasia yang merujuk pada jet tempur generasi keenam masa depan Cina.

Kejutan tidak berhenti pada dialog misterius tersebut. Pada bagian akhir video, PLAAF sengaja menampilkan siluet sekilas dari sebuah pesawat misterius berdesain tanpa ekor tegak (tailless configuration) yang belum pernah diumumkan atau diperlihatkan secara resmi kepada publik sebelumnya. Kemunculan rancangan radikal ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat pertahanan bahwa pesawat tersebut merupakan prototipe J-36 atau proyek pembom tempur siluman JH-XX.

Desain tanpa ekor vertikal ini memang menjadi salah satu karakteristik utama dari cetak biru pesawat generasi keenam global karena mampu mereduksi Radar Cross Section (RCS) secara ekstrem dari berbagai sudut, membuat pesawat tersebut hampir mustahil diendus oleh sistem radar pertahanan udara modern paling canggih sekalipun.

Dari spesifikasi, prototipe jet tempur generasi keenam Cina yang dilaporkan tengah dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Industry Group ini membawa inovasi arsitektur yang sangat radikal. Berbeda dengan jet tempur konvensional yang mengandalkan satu atau dua mesin, jet tempur masa depan ini dikabarkan menguji coba penggunaan konfigurasi tiga mesin untuk menghasilkan daya dorong masif dan mendukung pasokan daya bagi senjata energi terarah (directed-energy weapons) seperti laser.

Mengingat ketiadaan sirip ekor vertikal yang berfungsi untuk stabilitas belok, pesawat ini sepenuhnya bergantung pada sistem komputerisasi stabilisasi terbang tingkat tinggi (advanced computerized stabilization systems) serta teknologi thrust-vectoring nozzles pada mesinnya untuk manuver di angkasa.

Rancangan mutakhir ini dipersiapkan untuk mengemban misi superioritas udara jarak jauh, kemampuan penetrasi siluman penetratif ke jantung pertahanan musuh, serta fleksibilitas dalam membawa amunisi berpemandu presisi berukuran besar, bahkan kemungkinan hulu ledak nuklir taktis di dalam ruang senjatanya (internal weapons bay).

Dengan memanfaatkan ekosistem pengisian bahan bakar udara dari tanker YY-20A, jet tempur generasi keenam ini nantinya akan memiliki radius tempur operasional lintas samudra yang luar biasa. Langkah provokatif Cina menampilkan “Little Six” ini seolah menjadi pesan pembuktian kepada Amerika Serikat bahwa perlombaan teknologi jet tempur masa depan di kawasan Indo Pasifik kini telah memasuki babak baru yang semakin panas. (Gilang Perdana)

[Analisis] Bedah Kemampuan Jet Tempur Generasi Keenam Cina: Chengdu J-36

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *