Angkatan Udara Cina (PLAAF) kembali memamerkan lompatan teknologi militernya melalui uji coba platform pesawat pengintai generasi terbaru yang dijuluki sebagai “Monster Baru”, yakni KJ-3000 AWACS (Airborne Warning and Control System/AEW&C). Kehadiran pesawat berkemampuan radar tingkat tinggi ini terendus melalui rekaman uji coba penerbangan teranyar yang viral di platform X, memicu diskusi hangat di kalangan pengamat militer global. (more…)
Dunia penerbangan militer internasional mendadak digemparkan oleh sinyalemen terbaru yang dirilis oleh Angkatan Udara Angkatan Cina (PLAAF). Melalui sebuah video resmi terbaru yang dirilis untuk memperingati 10 tahun operasional pesawat angkut berat Xian Y-20, Beijing untuk pertama kalinya secara dramatis memberikan petunjuk kuat mengenai keberadaan proyek jet tempur generasi keenam mereka. (more…)
Setelah C-17A Globemaster yang di-‘copy’ sebagai Xian Y-20 Kunpeng, maka ada kejutan lain dari Cina di penghujung tahun, yaitu dengan terlihatnya penerbangan pertama prototipe pesawat angkut sedang (medium class military cargo) Y-30. Membetot perhatian netizen global, pasalnya Y-30 punya kemiripan desain dengan Airbus A400M. (more…)
Hampir bersamaan dengan serangan udara jarak jauh dari tujuh pembom stealth B-2 Spirit AS ke fasilitas nuklir Iran, nun jauh di Pasifik, Angkatan Udara Cina menggelar aksi terkait dengan kemampuan pembom strategisnya. Untuk pertama kalinya pembom strategis Xian H-6N melakukan simulasi terbang jarak jauh dengan dukungan air refueling dari pesawat tanker produksi dalam negeri, Xian Y-20U. (more…)
Menutup akhir tahun, industri pertahanan Cina membuat serangkaian kejutan besar. Setelah penerbangan perdana prototipe jet tempur stealth generasi keenam pada 26 Desember lalu, ada lagi peluncuran kapal serbu amfibi “Sichuan” Type 076 berbobot 40.000 ton pada 27 Desember 2024. Tapi itu belum cukup, ada kejutan juga di segmen Airborne Early Warning and Control (AEW&C). (more…)
Sebagai pangkalan udara utama yang berada di Jakarta, maka Lanud Halim Perdanakusuma tak jarang mendapat kunjungan pesawat angkut berat dari negara-negara sahabat. Bila Boeing C-17 Globemaster, Antonov An-124, Ilyushin Il-76 dan Airbus A-400, kerap bertandang ke Lanud Halim Perdanakusuma, tapi lain halnya dengan Xian Y-20 Kunpeng. (more…)
Mobilitas udara Sang Naga tidak bisa dilepaskan dari sosok pesawat angkut Xian Y-20 Kunpeng, yang dikenal sebagai ‘jiplakan’ C-17 Globemaster. Seiring dengan roadmap yang telah dicanangkan, Y-20 saat ini dikabarkan sudah mulai mendapatkan upgrade dengan pemasangan mesin baru, yakni mengganti mesin eksisting buatan Rusia dengan mesin buatan dalam negeri yang diklaim lebih bertenaga. (more…)
Di masa-masa rawan konfrontasi, Cina jelas membutuhkan aliansi pertahanan dengan negara lain. Dan bicara persenjataan, sudah barang tentu, Cina tak akan bisa ‘lepas’ dari Rusia, negara yang begitu banyak memasok persenjataan, termasuk jenis persenjataan asal Rusia yang akhirnya dijiplak oleh Beijing. Dan guna mempererat tali ikatan antar kedua negara, untuk pertama kalinya Cina mengirimkan pesawat angkut berat produksi dalam negeri, Xian Y-20 Kunpeng ke Moskow. (more…)
Klaim suatu pihak atas kemampuan alutsista yang dibuatnya sah-sah saja, sepanjang memenuhi unsur logika dan tentunya spesifikasi yang terkait. Seperti belum lama ini, televisi nasional milik Pemerintah Cina – China Central Television 7 (CCTV 7) – pada 7 April lalu menayangkan acara yang bertajuk military science and technology, yang salah satu kontennya memuat informasi menarik, bahwa pesawat angkut berat Xian Y-20 Kunpeng disebutkan dapat mengangkut dua tank ringan Type 15. (more…)