Rumania Jadi Negara NATO Pertama Pengguna CMS Advent Turki, Sistem Tempur Andalan Kapal Perang TNI AL

Keberhasilan Turki dalam mengekspor teknologi pertahanan tingkat tinggi kembali mencatat sejarah baru. Pada 7 Juli 2026, perusahaan pertahanan asal Turki, Havelsan, secara resmi mengumumkan bahwa Combat Management System (CMS) Advent telah memasuki masa dinas operasional bersama Angkatan Laut Rumania.
Baca juga: Resmi Gabung Klub Caracal, Rumania Borong 12 Unit Helikopter H225M dan IFV Lynx
Sistem manajemen tempur mutakhir ini dipasang pada kapal korvet terbaru Angkatan Laut Rumania, Contraamiral Roman (Cvt-261), yang sebelumnya dibangun dengan nama TCG Akhisar, sebuah kapal patroli lepas pantai Hisar class, turunan dari desain korvet Ada class. Langkah ini menjadi momentum yang sangat krusial karena Rumania tercatat sebagai negara anggota NATO pertama yang mengadopsi CMS buatan Turki tersebut.
Bagi Havelsan, kontrak senilai 223 juta Euro yang disepakati sejak akhir tahun lalu, menjadi referensi strategis di mana sistem mereka berhasil diverifikasi di bawah standar interaktivitas dan tactical data link ketat milik aliansi NATO.
Perkembangan di Laut Hitam ini menjadi sangat menarik jika dilihat dari perspektif Indonesia. Jauh sebelum Rumania mengadopsinya untuk standar NATO, TNI AL telah lebih dulu mengadopsi CMS Advent buatan Havelsan untuk memperkuat armada kapal perang utamanya. Indonesia bahkan menjadi salah satu pelopor pengguna ekspor CMS Advent di kawasan Asia Tenggara melalui program modernisasi dan pembangunan kapal perang baru.
🇹🇷 🤝🇷🇴
HAVELSAN’s ADVENT Combat Management System has entered service with the Romanian Navy—its first NATO operator.
Developed with the Turkish Navy, ADVENT is now deployed in 10 countries across 5 continents, providing advanced command & control, threat evaluation, and… pic.twitter.com/XjKurR0TUB— International Defence Analysis (@Defence_IDA) July 7, 2026
Sistem manajemen tempur canggih ini telah diaplikasikan dan direncanakan untuk dipasang pada sejumlah kapal kombatan utama TNI AL, termasuk kapal cepat rudal kelas KCR 60M buatan PT PAL Indonesia, kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) 90m, hingga proyek prestisius Fregat Merah Putih (fregat kelas Arrowhead 140) yang tengah dibangun. Integrasi CMS Advent pada kapal-kapal bendera Indonesia ini membuktikan bahwa teknologi pertahanan Turki memiliki kompatibilitas tinggi serta memenuhi syarat teknis yang dibutuhkan oleh TNI AL untuk menghadapi dinamika pertempuran modern.
Keunggulan utama dari CMS Advent terletak pada arsitekturnya yang berbasis Force-Oriented atau berorientasi pada kekuatan kelompok, bukan lagi sekadar manajemen tempur satu kapal tunggal. Lewat integrasi interkoneksi jaringan yang canggih, CMS Advent mampu menyatukan input data dari radar, sonar, sensor elektro-optik, hingga perangkat perang elektronik (Electronic Warfare) dari berbagai aset yang tersebar—baik sesama kapal perang, pesawat udara, stasiun komando darat, hingga wahana tanpa awak (unmanned systems).
Frigat ‘Merah Putih’ (Arrowhead 140) Akan Dilengkapi CMS Advent dari Havelsan Turki
Kemampuan integrasi multi-link seperti Link-11, Link-16, Link-22, hingga tautan komunikasi yang dapat disesuaikan secara mandiri membuat sistem ini mampu menciptakan satu peta situasi taktis bersama yang terpadu secara real-time. Fitur canggih ini memungkinkan terjadinya alokasi senjata terdistribusi dan penunjukan target jarak jauh (remote target designation), di mana sebuah target yang dideteksi oleh satu kapal dapat dieksekusi atau ditembak oleh kapal lain yang memiliki posisi geografis maupun kesiapan sistem senjata yang lebih ideal.
Selain kemampuan jaringan yang masif, kelebihan CMS Advent lainnya adalah fleksibilitas dan modularitasnya yang luar biasa tinggi karena dikembangkan dalam satu keluarga konfigurasi yang utuh. Havelsan merancang varian Advent Kalyon untuk kapal permukaan, Advent Müren untuk kapal selam, Advent Marti untuk pesawat patroli maritim, hingga Advent Rota untuk kendali wahana tanpa awak.
Kesamaan logika perangkat lunak dan struktur data sangat menguntungkan pengguna seperti TNI AL, karena memangkas biaya pelatihan kru, memudahkan siklus perawatan jangka panjang, dan mempermudah integrasi senjata atau sensor baru di masa depan tanpa harus merombak total sistem inti. (Bayu Pamungkas)
Tingkatkan Kemampuan Intai Maritim, CN-235 (Turki) Dipasangi Advent Marti Command and Control System


