Dalam doktrin peperangan bawah laut modern, efisiensi operasional dan kecepatan pengambilan keputusan ditentukan oleh seberapa canggih Submarine Tactical Integrated Combat System (SUBTICS) yang diusungnya. Dikembangkan oleh Naval Group (d/h DCNS), SUBTICS merupakan sistem manajemen pertempuran (Combat Management System/CMS) terintegrasi yang bertindak sebagai “otak sentral” bagi kapal selam Scorpene class. (more…)
Keberhasilan Turki dalam mengekspor teknologi pertahanan tingkat tinggi kembali mencatat sejarah baru. Pada 7 Juli 2026, perusahaan pertahanan asal Turki, Havelsan, secara resmi mengumumkan bahwa Combat Management System (CMS) Advent telah memasuki masa dinas operasional bersama Angkatan Laut Rumania. (more…)
Setelah kebocoran data dan dokumen rahasia kapal selam Scorpene India (Kalvari class) pada tahun 2016, praktis galangan kapal ternama Perancis, Naval Group (d/h DCNS) harus ekstra waspada terkait serangan siber. Namun, potensi akan selalu ada, mengingat teknologi tinggi kapal selam yang menarik minat komunitas intelijen. (more…)
Meski tak sekondang Tacticos dari Thales atau Aegis dari Lockheed Martin, namun Korea Selatan lewat Hanwha Systems juga memproduksi CMS (Combat Management System) yang diberi brand “Naval Shield”. Dan belum lama ini Hanwha Systems diwartakan akan memasok CMS untuk OPV (Offshore Patrol Vessel) pesanan Angkatan Laut Filipina. (more…)
Setelah tahapan pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) pada 26 Agustus 2021, PT Daya Radar Utama (DRU) pada hari ini, 18 September meresmikan peluncuran Kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) 90M pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Upacara peluncuran kapal kombatan untuk Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL ini dilakukan di fasilitas PT DRU di Lampung. (more…)
Banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam mengadopsi jenis kapal selam baru. Selain keunggulan sistem senjata, dapur pacu, dan sensor, hal lain yang tak kalah penting adalah keunggulan pada teknologi CMS (Combat Management System). Tak ubahnya seperti Sewaco (Sensor, Weapon and Control System) yang kondang di kapal perang permukaan, pada kapal selam dibutuhkan karakteristik khusus untuk pengendalian jenis senjata dan sensor yang butuh penanganan berbeda. (more…)
Selain lambung bagian depan yang khas dengan desain “Inverted Bow”, Defense and Intervention Frigate (FDI) atau yang dikenal sebagai frigat Belharra class, yang tengah ditawarkan oleh Naval Group ke TNI AL juga dicirikan dengan adopsi Sistem Managemen Tempur atau Combat Management System (CMS) SETIS (Ship Enhanced Tactical Information System). (more…)
Dalam sebuah pernyataan di media nasional, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, frigat Merah Putih (Arrowhead 140) baru akan selesai terbangun pada lima hingga enam tahun ke depan. Adapun netizen pada 25 Agustus lalu telah mendapat kabar baik dengan dilakukannya peletakan lunas (keel laying) unit perdana frigat Merah Putih oleh PT PAL Indonesia. Terlepas dari lamanya proses pembangunan flagship TNI AL ini, rupanya ada kendala teknis yang harus dituntaskan agar tidak terjadi delay pada proses penyerahan kapal perang ini. (more…)
Pemotongan plat baja pembangunan unit perdana frigat Arrowhead 140 pesanan Kementerian Pertahanan RI di PT PAL Indonesia telah dimulai pada Desember 2022, yang artinya jika tidak ada kendala, maka pembangunan frigat akan rampung dalam waktu 69 bulan kemudian. (more…)
Sejak November 2021, sudah terdengar kabar bahwa generasi kapal perang terbaru TNI AL, yakni dari jenis kapal patroli lepas pantai – offshore patrol vessel (OPV) 90M yang kini sedang dibangun oleh PT Daya Radar Utama (DRU), akan dilengkapi dengan combat management system (CMS) buatan Havelsan. (more…)