Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Udara Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Yunani

Sebuah insiden maut menghantam operasi pemadaman kebakaran hutan di Yunani setelah dua helikopter pemadam kebakaran terlibat tabrakan di udara (mid-air collision) di wilayah Psatha, Attica Barat, sekitar 65 kilometer sebelah barat Athena pada 30 Juli 2026.
Baca juga: Wow! BNPB Hadirkan Helikopter Chinook dan Black Hawk untuk Water Bombing
Kedua helikopter sewaan yang baru saja lepas landas dari Pangkalan Udara Militer Elefsina tersebut tengah bermanuver sengit menembus asap pekat guna memadamkan kobaran api yang dihembus angin kencang di dekat kawasan pesisir Porto Germeno.
Namun, manuver di medan ekstrem tersebut berujung bencana saat kedua rotor atau badan pesawat bersinggungan di udara, menyebabkan salah satu helikopter jatuh menghantam daratan dan memicu operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) darurat di area jurang dan perbukitan.
Insiden yang melibatkan helikopter tipe Bell ini membawa total empat personel awak udara, di mana masing-masing helikopter diawaki oleh dua orang. Berdasarkan otoritas Dinas Pemadam Kebakaran Yunani dan laporan media setempat, status para korban mengonfirmasi dua awak tewas dan dua lainnya selamat meski mengalami luka-luka. Dua awak yang gugur diidentifikasi sebagai seorang warga negara Yunani dan seorang warga negara Denmark.
Sementara itu, dua awak yang berhasil diekstraksi hidup-hidup dari lokasi kejadian merupakan seorang pilot/koordinator berkebangsaan Yunani dan seorang warga negara Inggris. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Angkatan Udara 251 di Athena untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
WATCH: 2 firefighting helicopters collide midair in Greece pic.twitter.com/15HP9DUMwa
— BNO News Live (@BNODesk) August 2, 2026
Dari kacamata analisis keselamatan penerbangan (aviation safety), tragedi ini menyoroti tingginya risiko operasional pada misi pemadaman kebakaran udara (aerial firefighting). Penyebab utama kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem dan keterbatasan visibilitas.
Saat kejadian, angin kencang berkecepatan tinggi (gale-force winds) tengah berhembus memicu manuver turbulensi yang tidak terduga (severe wind shear) di sekitar lereng bukit. Di saat yang sama, timbal balik asap tebal (thick smoke plume) dari vegetasi yang terbakar menurunkan jarak pandang para pilot secara drastis, sehingga menciptakan efek spatial disorientation atau penyempitan ruang pandang yang menyulitkan pengawasan visual (visual separation) antar-pesawat yang beroperasi dalam jarak dekat di satu zona drop air (water drop zone).
Kamov Ka-32A 11BC: Fire Fighting Helicopter dari Rusia dengan Sertifikasi Barat
Helikopter yang terlibat dalam insiden ini merupakan armada keluarga Bell, yang kemungkinan besar adalah varian kualifikasi pemadam seperti Bell 212 atau Bell 412. Helikopter tipe ini dikenal sebagai “tulang punggung” (workhorse) operasional amfibi dan pemadam kebakaran hutan di berbagai negara karena keandalannya membawa tangki air eksternal atau bambi bucket.
Helikopter Bell kelas sedang ini ditenagai mesin turboshaft ganda yang memberikan daya angkat tinggi di medan berbukit. Kendati demikian, karakteristik rotor utama yang lebar serta ketergantungan penuh pada komunikasi radio visual di area operasi yang padat membuat platform ini sangat rentan terhadap bahaya tabrakan udara apabila koordinasi ruang udara (airspace management) terganggu oleh buruknya cuaca. (Bayu Pamungkas)
Krisis Kebakaran Hutan Perancis: Alasan Pesawat Amfibi Canadair ‘Nyaris Tanpa Lawan’


