Bukan Lagi Rumor, Azerbaijan Resmi Operasikan Jet Tempur JF-17 Block III Buatan Pakistan-Cina

Kementerian Pertahanan Azerbaijan akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai operasional jet tempur buatan Pakistan-Cina, JF-17 Thunder, melalui perilisan video sorti latihan pada 6 Juli 2026. Langkah ini mengakhiri spekulasi panjang terkait realisasi salah satu kontrak ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah Pakistan tersebut.
Analisis mendalam terhadap rekaman video memperlihatkan dua unit jet tempur kursi tunggal varian tercanggih, JF-17C Block III, dengan nomor ekor 24-501 dan 24-502. Kedua pesawat tersebut tampak melakukan manuver lepas landas dan pendaratan dengan menggendong tiga tangki bahan bakar eksternal tanpa membawa persenjataan aktif.
Meski pihak militer tidak menyebutkan lokasi latihan secara spesifik, sejumlah analisis intelijen independen meyakini aktivitas tersebut berlangsung di Pangkalan Udara Nasosnaya yang terletak di dekat kota Sumqayit, tidak jauh dari ibu kota Baku. Citra satelit terbaru dari pangkalan udara strategis ini menunjukkan adanya modernisasi infrastruktur secara besar-besaran, termasuk pembangunan 16 perlindungan pesawat (aircraft shelters) baru.
Dalam video tersebut, saat pilot berjalan menuju pesawat 24-501 yang berada di shelter nomor 12, bagian hidung dari JavaScript-17 lainnya terlihat menyembul dari shelter sebelah, mengindikasikan bahwa jumlah armada yang telah tiba di Azerbaijan saat ini sudah melebihi dua unit yang ditampilkan.
Azerbaijan shared this video showing, for the first time, that Pakistan-made JF-17 Thunder fighter jets have entered service. pic.twitter.com/azRVvANeto
— Daily Turkic (@DailyTurkic) July 9, 2026
Menariknya, video tersebut juga memperlihatkan JF-17 terbang berdampingan dengan jet latihan Aero Vodochody L-39 dan pesawat serang darat Sukhoi Su-25, menandakan bahwa proses integrasi dan koordinasi taktis dengan kekuatan udara eksisting Azerbaijan tengah berjalan intensif. Sebagai pembuktian taji di kancah internasional, jet tempur JF-17 Block III milik Azerbaijan ini bahkan dilaporkan telah berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam latihan berskala besar bertajuk Sky Guardians Exercise di Turki.
Kehadiran JF-17 Block III membawa lompatan kapabilitas yang signifikan bagi Angkatan Udara Azerbaijan yang selama berdekade-dekade bertumpu pada armada uzur era Soviet seperti MiG-29 dan Su-25. Dari segi spesifikasi teknis, jet tempur bermesin tunggal Klimov RD-93 ini mampu melesat hingga kecepatan Mach 1,6 dengan radius tempur melampaui 3.400 kilometer berkat sokongan tangki bahan bakar eksternal.
🇦🇿 Several still images from a recently released Azerbaijani MoD video showing two HHQ JF-17C (Block III) multirole fighters (24-501 & 24-502), each equipped with a trio of external fuel tanks, departing on and returning from training sorties. The footage appears to have been… pic.twitter.com/zJ0N1Sv2RG
— Guy Plopsky (@GuyPlopsky) July 7, 2026
Varian Block III ini dipersenjatai dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) tipe KLJ-7A yang mumpuni serta kompatibel penuh dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh (Beyond-Visual-Range) PL-15E buatan Cina. Kombinasi radar canggih dan rudal jarak jauh ini memberikan keunggulan mutlak bagi pilot Azerbaijan untuk mendeteksi dan mengunci target udara musuh di luar jangkauan radar jet-jet tempur generasi lama yang masih dioperasikan oleh negara tetangga di kawasan Kaukasus Selatan. Hebatnya, lompatan teknologi ini didapat dengan biaya yang sangat ekonomis, yakni sekitar US$30 juta per unit, jauh lebih murah dibandingkan jet tempur Barat sekelas F-16 Block 70/72 yang berkisar antara US$60 hingga 70 juta.
Keterlibatan Azerbaijan dalam program JF-17 ini memiliki sejarah panjang yang terus berkembang dari segi nilai kontrak. Kesepakatan awal yang dimulai lewat kontrak senilai US$1,6 miliar pada Februari 2024 untuk gelombang pertama pesawat, pelatihan, dan persenjataan, melesat tajam menjadi paket raksasa senilai US$4,6 miliar pada Juni 2025 guna mencakup total pesanan 40 unit pesawat. Angka fantastis tersebut menjadikan Azerbaijan sebagai pelanggan ekspor terbesar untuk jet tempur ringan ini sekaligus mencatatkan rekor penjualan pertahanan terbesar bagi Pakistan. (Bayu Pamungkas)
Indonesia Bidik JF-17 Thunder: Menhan RI Temui KSAU Pakistan Bahas Jet Tempur dan Drone Kamikaze


