Di Antara Beijing dan Taipei: Dilema Pelayaran KRI di Timur Taiwan seputar Latihan Bersama Angkatan Laut Cina

Pemerintah Taiwan mengeluarkan kecaman keras atas rencana latihan navigasi bersama antara Angkatan Laut Cina (PLA Navy) dan kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) di wilayah perairan sebelah timur pulau tersebut, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca juga: Persiapan Hadapi Invasi Cina, Taiwan Latih Kesiapsiagaan Warga Lewat Pelambatan Internet

Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council) Taiwan menyebut agenda pertunjukan militer di pertengahan Agustus ini sebagai bentuk provokasi berbahaya yang berisiko merusak status quo serta manipulasi politik Beijing demi mengklaim yurisdiksi di perairan Pasifik Barat.

Isu ini mencetuskan sorotan tajam karena menempatkan posisi diplomasi bebas-aktif Indonesia pada situasi yang sangat sensitif. Beijing disebut memanfaatkan momentum latihan navigasi ini untuk mengesankan adanya keterlibatan mitra kawasan dalam aktivitas maritimnya, di saat Taiwan tengah menggelar latihan perang tahunan Han Kuang dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin baru saja menerima kunjungan pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat di Jakarta.

Meskipun Kementerian Pertahanan RI dan TNI AL belum memberikan keterangan resmi, Kementerian Pertahanan Taiwan melalui Asisten Wakil Kepala Staf Umum Intelijen, Wu Tien-jen, memberikan penilaian taktis yang lebih terukur seperti diberitakan Reuters. Menurut pantauan intelijen Taiwan, posisi kapal perang Indonesia saat ini berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di lepas pantai timur Taiwan.

Keberadaan unsur KRI tersebut murni dalam rangka perjalanan pelayaran kembali ke Tanah Air usai menjalankan misi di Jepang, dan bukan sengaja dikirim khusus hanya untuk menggelar latihan tempur bersama militer Cina.

Di media sosial, identitas unsur KRI yang melintas di perairan Pasifik Barat tersebut memicu beragam dugaan. Beberapa spekulasi menyebutkan keterlibatan kapal korvet KRI John Lie-358 (Bung Tomo class). Namun, dugaan kuat lainnya mengarah pada flagship fregat Martadinata class, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

Pertahanan Buritan KRI I Gusti Ngurah Rai 332: Rahasia Di Balik Layout Persenjataan Fregat SIGMA 10514 TNI AL

Kapal perang canggih berteknologi stealth dari Satuan Kapal Eskort (Satkor) Koarmada II ini diketahui baru saja menyelesaikan penugasan internasional dalam ajang latihan bersama di Rusia dan Jepang, yang saat ini sedang berlayar kembali menuju Indonesia melewati koridor perairan internasional di timur Taiwan.

Secara doktrin angkatan laut, manuver yang akan dilakukan kemungkinan besar berformat Passage Exercise (PASSEX)—sebuah latihan navigasi dan komunikasi standar yang lazim digelar ketika dua kapal perang dari negara sahabat berpapasan di perairan internasional.

Namun di tengah tingginya tensi geopolitik Selat Taiwan, latihan yang tampak sederhana bagi TNI AL ini bisa dimanfaatkan oleh Beijing sebagai pesan politik kawasan, sementara Taipei bergegas meminta klarifikasi diplomatik resmi dari Jakarta guna memastikan posisi netralitas Indonesia. (Gilang Perdana)

Simulasi Hadapi Invasi: Taiwan Pertama Kali Uji Tembak HIMARS di Pantai Barat, Incar Koridor Pendaratan Militer Cina

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *