Dalam pertempuran bawah laut modern, keberhasilan sebuah kapal selam tidak hanya ditentukan oleh seberapa senyap melaju di kedalaman, melainkan juga seberapa tersembunyi saat melepaskan amunisi utamanya. Momen penembakan torpedo atau rudal anti-kapal sejatinya merupakan fase paling krusial di mana posisi kapal selam paling berisiko terbongkar akibat munculnya transient acoustic signature atau jejak suara mendadak. (more…)
Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)
Bagi para analis intelijen sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) dan pencinta dunia militer, melihat kapal selam bertenaga nuklir raksasa berada di dalam dok kering (dry dock) selalu menjadi momen yang dinantikan. Salah satu pemandangan paling menarik dan langka berhasil diabadikan dalam foto yang menampilkan kapal selam nuklir pembawa rudal jelajah (SSGN) milik Angkatan Laut Rusia dari Oscar II Class (Project 949A Antey). (more…)
Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)
Bakal cepat ‘terkuras’ dalam pertempuran modern, kebutuhan akan amunisi berpresisi tinggi dengan biaya murah serta mampu diproduksi secara cepat, telah diperhitungkan secara cermat, terkhusus melihat dinamika konflik saat ini. Selain konsep rudal jelajah udara ke permukaan yang dirancang murah, kini muncul kebutuhan akan torpedo berat (heavyweight torpedo) berbiaya rendah. (more…)
Sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di belahan selatan, Angkatan Laut Indonesia di masa lalu pernah mengoperasikan pesawat udara yang mampu melakukan misi intai dan penindakan di lautan, menjalankan peran anti kapal selam (AKS) – anti submarine warfare (ASW) hingga tahap eliminasi dengan penghancuran kapal selam lewat torpedo dan bom laut. Momen keemasan tersebut diwarnai dengan beroperasinya Fairey Gannet produksi Fairey Aviation Company. (more…)
Menjelang parade militer di Beijing pada 3 September 2025 (peringatan Hari Kemenangan Perang melawan Jepang ke-80), beragam persenjataan baru mulai di spill lewat penampakan dalam iring-iringan menuju pusat kota. Salah satu yang menarik perhatian adalah Cina terang-terangan memperlihatkan drone bawah laut – (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) berukuran besar (XLUUV) yang dibawa truk trailer. (more…)
Menyambut hari jadi Angkatan Laut AS (US Navy) ke-250 (berdiri sejak 13 Oktober 1775), Lockheed Martin mengumumkan pencapaian penting dalam produksi torpedo berat (heavyweight torpedo) MK48, yaitu dengan pengiriman unit ke-250 Guidance and Control (G&C) Section, yaitu sebuah komponen penting dari torpedo MK48 Advanced Capability (ADCAP), yang digunakan oleh Angkatan Laut AS dan beberapa armada kapal selam sekutu. (more…)
Untuk pertama kali sejak komisioning pada 3 November 2009, kapal selam Scorpene class Angkatan Laut Malaysia (RMN) KD Tun Razak (29) melakukan uji tembak torpedo live (live-fire). Uji tembak torpedo live diumumkan Angkatan Laut Malaysia pada 29 Juli 2025, dan berlangsung di Laut Cina Selatan dalam rangkaian latihan Exercise Taming Sari 23/25. (more…)
Desain torpedo supercepat pada MADEX 2025 (foto: Janes.com)
Teknologi torpedo supercepat tak hanya dikembangkan Rusia dan Cina, Negeri Ginseng rupanya telah tertarik pada pengembangan jenis torpedo dengan teknologi supercavitation sejak tahun 2017. Dan ajang MADEX (MAritime Defense EXhibition) 2025 (28-31 Mei) di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan lewat ADD (Agency for Defense Development) memperlihatkan desain update dari torpedo supercavitation. (more…)