Pengiriman MK48 Tertunda, Taiwan Terpaksa ‘Pasrah’ Andalkan Torpedo SUT Jerman Berusia 40 Tahun

Taiwan kembali harus mengelus dada dan merasa ‘dinomorduakan’ oleh mitra utamanya, Amerika Serikat, terkait komitmen pengiriman alutsista. Setelah sebelumnya dibayang-bayangi kabar keterlambatan pengiriman armada jet tempur F-16 Viper produksi baru dari Lockheed Martin, ancaman penundaan kini merembet ke sektor armada bawah laut.
Baca juga: Gegara ‘Delay’ Pengiriman F-16 Viper, Jadi Satu Alasan Taiwan Upgrade Mirage 2000-5
Angkatan Laut Taiwan dilaporkan masih harus menggantungkan tumpuan pertahanan maritimnya pada armada torpedo tua buatan Jerman, seiring tertundanya jadwal pasokan torpedo kelas berat (heavyweight torpedo) dari Washington.
Berdasarkan laporan Liberty Times, Angkatan Laut Taiwan terpaksa terus menyiagakan torpedo SUT (Surface and Underwater Target) buatan Jerman yang usianya kini telah melampaui 40 tahun. Torpedo berkaliber 533 mm ini dikembangkan pada dekade 1970-an oleh pabrikan Atlas Elektronik (dahulu AEG Telefunken) asal Jerman Barat.
Torpedo berbobot sekitar 1.419 kg ini digerakkan oleh motor listrik bersumber daya baterai yang membuatnya sangat senyap dan hampir tanpa jejak gelembung (wakeless). Torpedo SUT memiliki jarak tembak maksimal hingga 28–30 kilometer dengan kecepatan puncak 35 knot serta mengusung hulu ledak seberat 259 kg.
Taiwan relies on aging German torpedoes as MK-48 deliveries lag https://t.co/FtkeEFQP1a pic.twitter.com/CWrclsNXco
— Taiwan News (@TaiwanNewsEN) August 2, 2026
Meski dilengkapi pemandu kabel (wire-guided) serta pemandu sonar aktif/pasif, faktor usia membuat amunisi ini didera isu korosi struktur, penurunan fungsi komponen elektronik, hingga masa pakai baterai pendorong yang sudah kedaluwarsa.
Demi menjaga kesiapan tempur, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST) Taiwan terpaksa melakukan berbagai program perpanjangan masa pakai (life-extension upgrade) secara mandiri agar torpedo SUT tetap bisa diandalkan sebagai senjata utama kapal selam armada Taiwan, termasuk untuk melengkapi kapal selam buatan dalam negeri Hai Kun class (Indigenous Defence Submarine).
AEG SUT 533mm: Heavyweight Torpedo dengan Pemandu Sonar Pasif dan Aktif
Di sisi lain, ketergantungan pada torpedo veteran Jerman tersebut terjadi karena kepastian kedatangan torpedo canggih buatan Amerika Serikat yang terus bergeser. Taiwan awalnya memproyeksikan peremajaan amunisi bawah laut lewat pengadaan 24 unit torpedo kelas berat MK48 buatan AS.
Namun, pengiriman amunisi mematikan tersebut diperkirakan baru akan diterima secara bertahap antara tahun 2027 hingga 2028, dan proses pengiriman penuh baru tuntas pada tahun 2030 mendatang. Keterlambatan ini jelas menekan kesiapan tempur kapal selam Taiwan di tengah kian meningkatnya eskalasi militer dan patroli armada kapal perang Cina di Selat Taiwan.
Lockheed Martin Umumkan Pengiriman Ke-250 G&C Section “Otak” Torpedo Berat MK48
Secara teknis, torpedo MK48 (khususnya varian modern seperti MK48 Mod 6 AT atau Mod 7 CBASS) merupakan amunisi kapal selam paling mematikan yang diproduksi oleh raksasa industri pertahanan AS, Raytheon (RTX) bekerjasama dengan Lockheed Martin. Memiliki panjang 5,8 meter, diameter 533 mm, dan bobot mencapai 1.670 kg, torpedo ini mengusung hulu ledak PBXN-103 seberat kurang lebih 295 kg.
Keunggulan utama torpedo MK48 terletak pada sistem pendorong mesin piston swash-plate berbahan bakar cair Monopropellant Otto Fuel II yang dipadukan dengan propulsor pump-jet. Kombinasi ini memungkinkan MK48 melesat hingga kecepatan fantastis 55 knot (sekitar 101 km/jam) dengan daya jangkau operasional mencapai 50 kilometer serta mampu beroperasi pada kedalaman laut yang sangat ekstrem.
Progres Kilat Hai Kun Class: Kapal Selam Pertama Taiwan Sukses Jalani Uji Selam Perdana
Keunggulan taktis MK-48 makin mematikan berkat integrasi sistem pemandu ganda, yakni pemandu kabel berkecepatan tinggi serta pencari sonar akustik aktif/pasif canggih (Common Broadband Advanced Sonar System / CBASS). Sistem penjejak ini dirancang khusus agar tahan terhadap pengacak elektronik (counter-countermeasures) musuh serta sangat efektif untuk memburu kapal selam bermesin diesel di perairan dangkal maupun kapal selam nuklir berkecepatan tinggi di laut dalam.
Kemampuan torpedo MK48 untuk melakukan serangan ulang otomatis (re-attack logic) jika tembakan pertama meleset menjadikannya penangkal ideal terhadap ancaman armada permukaan dan bawah laut. Sayangnya, sebelum puluhan unit MK48 tersebut benar-benar mendarat di Taiwan, para awak kapal selam Angkatan Laut Taiwan harus tetap berpuas diri mengandalkan sisa-sisa keandalan torpedo SUT Jerman yang kian menua di lorong peluncuran mereka. (Gilang Perdana)
Torpedo MK48 Mod 7: Andalan Kapal Selam AS dan Australia dalam Menghadapi Armada Laut Sang Naga


