HQ-17: Sistem Hanud Jarak Pendek Cina Berbasis Tor-M1 dengan Radar AESA

Militer Pakistan terus memperkuat elemen pertahanan udaranya melalui adopsi alutsista modern buatan Cina, salah satunya sistem rudal pertahanan udara (surface-to-air missile/SAM) HQ-17. Dikembangkan sebagai sistem Hanud jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) taktis dengan mobilitas tinggi, HQ-17 dirancang khusus untuk memberikan perlindungan jarak dekat (close protection) bagi konvoi militer dan aset strategis dari potensi ancaman udara di ketinggian rendah.

Baca juga: Rudal 9M331 Tor-M1: ‘Biang Keladi’ Jatuhnya Boeing 737-800 Ukraine International di Iran

Kehadiran platform ini mempertegas kemitraan strategis antara Beijing dan Islamabad dalam merespons dinamika keamanan kawasan yang kian kompleks.

Secara teknis, HQ-17 merupakan pengembangan mendalam dari basis teknologi sistem Tor-M1 buatan Rusia, namun telah dilengkapi dengan avionik, radar, dan teknologi elektro-optik mutakhir khas Cina. Platform ini mengusung konfigurasi serba guna yang menampung delapan unit rudal siap tembak (ready-to-fire missiles) dalam kontainer vertikal.

Rudal ini sanggup melaju hingga kecepatan supersonik untuk mengintersepsi berbagai jenis sasaran udara—mulai dari pesawat tempur, helikopter serang, drone (UAV), hingga rudal jelajah—pada jarak jelajah efektif mencapai 15 hingga 20 kilometer serta ketinggian operasional hingga 10.000 meter.

Keunggulan utama HQ-17 terletak pada fleksibilitas operasionalnya yang sepenuhnya mandiri (all-in-one system). Setiap unit kendaraan telah terintegrasi dengan radar pemindai sasaran (search radar) jenis Active Electronically Scanned Array (AESA) serta radar pengendali tembakan (fire-control radar).

Kombinasi sensor ini memungkinkan HQ-17 untuk mendeteksi, melacak, dan mengeksekusi penembakan terhadap beberapa target sekaligus secara independen tanpa tergantung pada dukungan radar eksternal. Selain itu, fitur shoot-on-the-move memungkinkannya mengunci target dan meluncurkan rudal saat kendaraan sedang bergerak pendek, memberikan perlindungan langsung bagi pergerakan pasukan darat.

Satu unit kendaraan peluncur (Transporter Erector Launcher and Radar/TELAR) HQ-17 dapat membawa dan mengoperasikan 8 unit rudal siap tembak (ready-to-fire missiles). Rudal-rudal tersebut dikemas secara internal di dalam dua modul canister (masing-masing berisi 4 rudal) yang diluncurkan secara vertikal (Cold Vertical Launch).

LY-80 (HQ-16): Sistem Hanud Andalan Cina dan Pakistan dengan Cita Rasa Rusia

Di lingkungan militer Pakistan, HQ-17 mengisi celah perlindungan titik (point defense) di bawah jangkauan sistem menengah HQ-16 maupun sistem jarak jauh HQ-9P. Kecepatan reaksi yang tinggi serta ketahanan terhadap pertempuran elektronik (jamming) menjadikan HQ-17 perisai Hanud jarak pendek yang sangat andal dalam menangani ancaman amunisi presisi tinggi dan serangan jenuh (saturation attack) di perbatasan.

Sistem hanud HQ-17 dikembangkan dan diproduksi oleh CASIC (China Aerospace Science and Industry Corporation), sebuah badan usaha milik negara (BUMN) raksasa Cina yang bergerak di bidang kedirgantaraan dan teknologi rudal. Untuk pasar ekspor internasional (seperti yang diakuisisi Pakistan), sistem ini dipasarkan di bawah nama HQ-17AE oleh CPMIEC (China Precision Machinery Import-Export Corporation), yakni entitas dagang resmi pemerintah Cina yang menangani ekspor rudal dan sistem hanud. (Gilang Perdana)

Rudal MANPADS Anza: Buatan Pakistan, Andalan Pasukan Linud Angkatan Darat Malaysia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *