Tampil di El Alamein Airshow 2026, Drone HALE Wing Loong-10B Cina Unjuk Gigi dengan Opsi Senjata Lengkap

Kehadiran industri pertahanan Cina di ajang El Alamein International Airshow 2026 di Mesir menjadi panggung unjuk kekuatan bagi lini alutsista udara tak berawak (unmanned aerial vehicle/UAV) kelas berat. Salah satu bintang utama yang menyedot perhatian para pengamat militer internasional adalah kemunculan Wing Loong-10B, drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicle/UCAV) kategori High-Altitude Long-Endurance (HALE) buatan Chengdu Aircraft Industry Group (subsidiary AVIC).

Baca juga: Italia Bongkar Penyelundupan Drone Tempur (UCAV) Wing Loong II ke Libya, Disamarkan Sebagai Bilah Turbin Angin

Dipamerkannya platform canggih ini menegaskan komitmen Beijing dalam memperluas pangsa pasar alutsista strategisnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dari sudut pandang rekayasa enjiniring dan spesifikasi teknis, Wing Loong-10B dirancang untuk mengemban misi pengintaian strategis sekaligus penyerangan presisi dari ketinggian ekstrim. Berbeda dengan varian Wing Loong terdahulu yang mengandalkan mesin turboprop, Wing Loong-10B disokong oleh mesin turbofan efisien yang memungkinkannya terbang pada ketinggian operasional hingga lebih dari 15.000 meter (service ceiling) serta melaju pada kecepatan jelajah yang jauh lebih tinggi.

Desain aerodinamisnya mengadopsi konfigurasi sayap lebar (high aspect ratio) dengan ekstrudansi bahan komposit serta fitur penyerap pantulan radar (radar-absorbent material) guna menekan jejak radar (Radar Cross Section/RCS), menjadikannya sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara musuh saat beroperasi di wilayah udara berkepadatan ancaman tinggi.

Keunggulan utama Wing Loong-10B terletak pada fleksibilitas muatan senjata (payload suite) serta sistem sensor terintegrasi yang diusungnya. Dalam pameran di El Alamein, drone ini ditampilkan bersama jajaran amunisi presisi mutakhir, mulai dari rudal udara-ke-permukaan AG-300/L, bom berdiameter kecil berpemandu presisi TL-20 (Small Diameter Bomb), hingga rudal anti-radiasi YJ-9ER1 yang dirancang khusus untuk menghancurkan stasiun radar lawan.

Tak hanya itu, kapasitas hardpoint pada sayapnya juga dikonfigurasi untuk mengusung rudal jelajah anti radar serta amunisi pertempuran udara, termasuk rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-108 dan rudal udara-ke-udara jarak sedang-jauh berpemandu radar aktif PL-12AE.

Kemampuan membawa rudal udara-ke-udara ini memberikan keunggulan doktrinal baru, di mana Wing Loong-10B tidak hanya mampu mengeksekusi misi penyerangan darat, tetapi juga sanggup melakukan pertahanan diri (self-defense) atau mencegat sasaran udara seperti drone musuh dan helikopter.

Divisi Intai AU Cina Telah Operasikan Drone HALE WZ-7 Soar Dragon

Selain persenjataan yang komprehensif, platform HALE ini dibekali menara elektro-optik/inframerah (EO/IR) multispektrum berorientasi presisi tinggi, radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemetaan sasaran darat dalam segala cuaca, serta perangkat perang elektronik (Electronic Warfare/EW) internal. Integrasi sistem komunikasi satelit (SATCOM) berkemampuan band lebar memastikan pengendalian jarak jauh tetap stabil dan tepercaya tanpa terhalang garis pandang (beyond line-of-sight).

Kombinasi antara jarak jelajah yang jauh, ketinggian terbang strategis, serta ragam amunisi presisi mutakhir menempatkan Wing Loong-10B sebagai aset penyerang tak berawak yang sangat diperhitungkan dalam modernisasi doktrin perang udara modern. (Gilang Perdana)

Untuk Pertama Kali, Jet Tempur F-15 Jepang “Intercept” Drone Intai Tercanggih Cina WZ-7 Soar Dragon

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *