Industri pertahanan Turki kembali mencatatkan tonggak sejarah, persisnya perusahaan pertahanan yang berbasis di Universitas Teknik Istanbul, Datum Submarine Technologies, mengumumkan keberhasilan uji selam pertama kapal selam mini buatan dalam negeri di perairan Karamürsel pada 14 April 2026. (more…)
Raksasa pertahanan Turki, Aselsan, kembali menggebrak panggung teknologi militer global dengan memperkenalkan generasi terbaru sistem maritim tak berawak pada ajang SAHA 2026 di Istanbul, Selasa (5/5/2026). Dalam pameran tersebut, Aselsan meluncurkan keluarga sistem serang bawah laut otonom Kilic dan wahana permukaan tak berawak (USV) Tufan. (more…)
Angkatan Laut Jepang (JMSDF) memperkuat lini pertahanan bawah airnya dengan mengadopsi teknologi otonom terbaru yang dikembangkan secara domestik. Melalui Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA), Jepang telah menjalin kerja sama strategis dengan dua raksasa industri, yakni Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan IHI (Ishikawajima-Harima Heavy Industries), untuk mengembangkan dua tipe drone bawah laut tak berawak (Unmanned Underwater Vehicle/UUV). (more…)
Extra large autonomous underwater vehicle (XLAUV) atau drone bawah laut berukuran besar, menjadi fokus pengembangan pada sistem senjata di negara-negara besar. Dan terkait XLAUV ada kabar anyar datang dari Negeri Britania, Herne sebagai XLAUV otonom untuk misi militer dari BAE Systems telah berhasil diuji coba untuk pertama kalinya di pantai selatan Inggris. (more…)
Bila pada artikel sebelum ini dikupas tentang UMT, yakni torpedo ringan rancangan Rusia untuk misi anti drone bawah laut, maka ada kabar terbaru datang dari Negeri Zelensky, bahwa telah terungkap sosok “Marichka” – yang drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV)/Unmanned Underwater Vehicle (UUV) rancangan Ukraina. (more…)
Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (DGA) memberikan tugas baru kepada Naval Group melalui sebuah kontrak perjanjian kerja sama untuk mempelajari sekaligus mengembangkan desain combat Extra Large Uncrewed Underwater Vehicles (XLUUV) di masa depan. XLUUV atau disebut juga sebagai Kendaraan Bawah Air Tempur Tak Berawak (UCUV) dinilai memegang peranan penting mewujudukan supremasi bawah laut dengan beragam kemampuan.
Taiwan dengan dukungan Amerika Serikat boleh jadi kian antisipatif terhadap potensi invasi Cina daratan, namun disisi lain, Beijing juga semakin canggih dan kreatif untuk merancang provokasi, dan bila pada saatnya bakal membuat kejutan kepada Taipei. (more…)
Meski belum menampilkan tajinya, XLUUV (Extra Large Uncrewed Underwater Vehicles) dipercaya akan mengambil peran penting dalam operasi bawah permukaan laut di masa mendatang. Setelah Angkatan Laut Amerika Serikat, Cina, Rusia, Jerman, Perancis Inggris dan Korea Selatan, mengembangkan desain XLUUV, maka Jepang sebagai negeri kampiun teknologi canggih tak ingin ketinggalan. (more…)