IRIS-T SLS MK4: Sistem Hanud “All-in-One” Pemburu Drone yang Bisa Menembak Sambil Berjalan

Menyusul pengumuman kerja sama strategisnya dengan Airbus, raksasa pertahanan Jerman Diehl Defence langsung menggebrak panggung pameran ILA Berlin Air Show 2026 dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (Air Defense System) terbarunya yang sangat revolusioner, IRIS-T SLS MK4.
Baca juga: Airbus dan Diehl Defence Kerja Sama Dongkrak Kemampuan Rudal Hanud IRIS-T SLM
Berbeda dengan varian IRIS-T SLM yang dirancang untuk melindungi area geografis luas dari posisi semi-statis, varian Short Range Land-based System (SLS) generasi keempat ini lahir sebagai jawaban atas tingginya risiko kehancuran sistem hanud stasis akibat serangan presisi modern di palagan perang Ukraina.
Dirancang khusus untuk mengawal pergerakan pasukan di garis depan, keunggulan radikal dari IRIS-T SLS MK4 ini adalah kemampuannya untuk mendeteksi, mengunci, hingga mengeksekusi sasaran secara otomatis dalam kondisi kendaraan yang sedang bergerak (moderate speed), tanpa harus berhenti dan mengaktifkan dongkrak stabilisator terlebih dahulu.
Filosofi desain utama dari varian MK4 ini bermuara pada konsep konsolidasi taktis All-in-One yang sangat ringkas dan mandiri. Jika sebagian besar sistem hanud konvensional memisahkan komponen radar, pos komando, dan truk peluncur ke dalam beberapa kendaraan berbeda yang rumit secara logistik, IRIS-T SLS MK4 sukses mengintegrasikan ketiga fungsi vital tersebut ke dalam satu unit kendaraan tunggal yang dioperasikan oleh satu kru saja.

Menggunakan platform truk taktis militer Mercedes-Benz Zetros 6×6 buatan Daimler Truck, kendaraan tempur ini menggendong sistem radar multi-misi 3D Saab Giraffe 1X di bagian atas, sistem manajemen pertempuran otomatis, serta interseptor yang siap meluncur. Lebih hebatnya lagi, dalam konfigurasi yang dipamerkan di Berlin, Diehl Defence tidak hanya menyematkan delapan unit rudal IRIS-T SLS—dua kali lipat lebih banyak dari kapasitas versi sebelumnya—tetapi juga menambahkan 15 unit rudal mikro “Cicada” yang didedikasikan khusus sebagai penangkis drone (Counter-UAV), lengkap dengan opsi stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) sebagai perisai jarak dekat.
Peningkatan masif pada ekosistem generasi keempat ini secara langsung memperluas kubah perlindungan taktis dengan jarak jangkau tembak hingga 12 kilometer dan jangkauan ketinggian mencapai 6 kilometer. Mengandalkan basis teknologi rudal udara-ke-udara IRIS-T yang aslinya digunakan pada jet tempur Eurofighter Typhoon, rudal hanud ini mewarisi fitur pembelokan vektor daya dorong (thrust vectoring) yang memberikan kelincahan kinematik ekstrem untuk mengejar drone berukuran kecil yang mampu bermanuver tajam.
German company Diehl Defence has presented the updated IRIS-T SLS Mk4 air defense system. The launcher is mounted on a Zetros 6×6 truck, carries 8 IRIS-T SLS missiles and uses a Saab Giraffe 1X 3D radar for target detection and tracking. #Germany #DiehlDefence #IRIST #DroneWars pic.twitter.com/U3rDCdvr4p
— Drone Wars (@Drone_Wars_) June 9, 2026
Guna menghindari asimetri biaya pertempuran—di mana rudal pertahanan udara yang mahal kerap habis hanya untuk merontokkan drone komersial murah—kehadiran rudal mikro Cicada menjadi solusi ekonomis bagi operator di lapangan untuk memilih tingkatan interseptor yang sesuai dengan nilai ancaman yang dihadapi. Seluruh proses penargetan ini berjalan secara senyap dan presisi berkat teknologi fusi data sensor (sensor data fusion) yang menggabungkan perangkat elektro-optik, sistem identifikasi kawan atau lawan (IFF), serta pemindai radar 3D.
Meskipun sistem yang dipamerkan di Berlin menggunakan sasis truk Zetros 6×6, Diehl Defence menegaskan bahwa arsitektur IRIS-T SLS MK4 dikembangkan dengan sifat independen terhadap platform atau platform-independent. Artinya, seluruh paket sistem hanud ini dapat diintegrasikan dengan mudah ke berbagai jenis kendaraan roda ban maupun rantai lainnya sesuai dengan kebutuhan logistik dan standardisasi armada negara konsumen, termasuk pada panser Boxer 8×8 yang saat ini tengah dibidik untuk memenuhi proyek NNbS (Sistem Hanud Jarak Dekat dan Sangat Dekat) Angkatan Bersenjata Jerman.
Dijadwalkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028, IRIS-T SLS MK4 diproyeksikan sebagai lapisan pelindung paling dalam yang terhubung penuh dalam jaringan multi-lapisan, siap beroperasi berdampingan dengan varian jarak menengah IRIS-T SLM dan varian jarak jauh IRIS-T SLX demi menghadirkan payung udara yang tak tertembus. (Gilang Perdana)
Italia Uji Coba Rudal Hanud CAMM-ER untuk Medium Advanced Air Defence System (MAADS)


