Lepas dari Ketergantungan Cina, Pakistan Sukses Uji Rudal Udara ke Udara (BVR) Lokal ‘Fa’az’ dari JF-17 Thunder

Angkatan Udara Pakistan (Pakistan Air Force/PAF) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam kemandirian industri pertahanannya dengan sukses meluncurkan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile/AAM) buatan dalam negeri pertama yang diberi label Fa’az dari jet tempur JF-17 Thunder.

Baca juga: Laris Manis Berkat Label ‘Combat Tested’, Pakistan Bidik Penjualan JF-17 Thunder ke 13 Negara

Pengujian yang diumumkan langsung oleh Direktorat Jenderal Hubungan Masyarakat (DGPR) PAF dan disaksikan langsung oleh jajaran petinggi militer, ilmuwan, serta insinyur pertahanan terkemuka Pakistan. Keberhasilan uji jelajah dan terminal ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden, Perdana Menteri, hingga Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir, sebagai bentuk pengakuan atas lompatan taktis PAF dalam mengurangi ketergantungan pasokan alutsista impor, khususnya lini rudal seri-PL (PL series) buatan Cina.

Dari spesifikasi teknis, rudal Fa’az dirancang sebagai rudal udara-ke-udara jarak menengah hingga jauh (Beyond Visual Range/BVR) yang mengusung terminal guidance system berteknologi tinggi. Rudal ini dibekali pemandu radar aktif (active radar seeker) yang dikombinasikan dengan pembaruan data mid-course datalink berbasis bus data avionik modern, sehingga mampu mengejar target bermanuver tinggi di ruang udara padat pertempuran elektronik (electronic warfare).

Memanfaatkan mesin roket berbahan bakar padat (solid-propellant rocket motor) berkinerja tinggi, Fa’az diperkirakan mampu melaju hingga kecepatan supersonik di atas Mach 4 dengan jangkauan tembak efektif varian awal mencapai 80 hingga 100 kilometer. Keunggulan utamanya terletak pada ketahanan terhadap gangguan jamming (electronic counter-countermeasures / ECCM), rasio daya hancur hulu ledak yang tinggi, serta fleksibilitas integrasi dengan arsitektur sensor radar AESA bawaan JF-17 Block 3.

Tidak berhenti di situ, industri pertahanan Pakistan dilaporkan tengah mengembangkan varian lanjutan bernama Fa’az-2 yang dirancang memiliki jangkauan tembak lebih jauh untuk menandingi ancaman BVR kelas atas di kawasan.

Jika dikomparasikan dengan rudal AAM sekelas dari negara produsen alutsista utama dunia, rudal Fa’az menempati ceruk yang setara dengan rudal BVR standar NATO dan Timur. Fa’az berada di kelas yang sejajar dengan AIM-120C AMRAAM buatan Amerika Serikat, MBDA Meteor atau MICA buatan Eropa, R-77 (AA-12 Adder) buatan Rusia, serta PL-12 (SD-10) buatan Cina yang selama ini menjadi tulang punggung Angkatan Udara Pakistan saat ini.

Kehadiran Fa’az tak pelak memberikan kemandirian doktrin bagi Pakistan, jika Meteor dan AMRAAM menawarkan jangkauan serta sistem pencari (seeker) yang sangat presisi namun terikat restriksi ketat End-User Monitoring (EUM) dari negara Barat, maka Fa’az memberikan kebebasan taktis penuh bagi PAF untuk memproduksi, memodifikasi, dan mengintegrasikan rudal tanpa hambatan veto politik luar negeri.

Terkait kompatibilitas platform, integrasi rudal Fa’az saat ini difokuskan pada armada jet tempur buatan bersama Pakistan-Cina, yaitu JF-17 Thunder (khususnya varian Block 2 dan Block 3 yang telah mengusung radar AESA KLJ-7A) serta berpotensi besar diintegrasikan ke jet tempur medium-weight J-10CE (Vigorous Dragon) milik PAF.

Takbir Glide Bomb: Bom Pintar Produksi Pakistan Khusus Diluncurkan dari JF-17 Thunder

Lantas, bagaimana dengan armada jet tempur F-16 Fighting Falcon milik Pakistan? Pengintegrasian rudal Fa’az ke F-16 hampir dipastikan tidak dapat dilakukan. Hal ini dikarenakan regulasi kedaulatan perangkat lunak (software source code) dari Lockheed Martin dan Pemerintah AS yang mengunci arsitektur operational flight program (OFP) F-16, ditambah dengan pembatasan sertifikasi integrasi senjata non-AS/NATO pada armada Fighting Falcon tersebut. Oleh karena itu, Fa’az diposisikan secara khusus untuk memperkuat ekosistem pesawat tempur non-Barat lini depan PAF.

Kehadiran rudal Fa’az beserta pengembangan varian Fa’az-2 mempertegas komitmen Pakistan dalam membangun ekosistem pertahanan udara mandiri. Dengan menyandingkan jet tempur JF-17 Thunder dan rudal buatan dalam negeri, PAF kini memiliki kombinasi alutsista yang tidak hanya ekonomis dan bebas dari sanksi embargo, tetapi juga berdaya gentar tinggi dalam menjaga ruang udara kawasan Asia Selatan. (Gilang Perdana)

Uji Coba Fatah-IV ER (Extended Range): Pakistan Perluas Jangkauan Rudal Jelajah Domestik Berakurasi Tinggi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *