Rekaman JSOC Ungkap Detik-Detik Dramatis Penyelamatan WSO F-15E di Iran dan Spekulasi “Stealth Hawk”

Tayangan eksklusif program 60 Minutes di saluran CBS News baru saja merilis rekaman video yang sangat langka dan baru saja dideklasifikasi oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Baca juga: Di Luar Nalar: Pilot F-15E Selamat dari Dua Kali Ejection dalam Hitungan Minggu pada Operasi Epic Fury

Rekaman bernuansa inframerah (infrared feed) tersebut memperlihatkan momen-momen menegangkan saat personel elit dari Komando Operasi Khusus Gabungan (Joint Special Operations Command/JSOC) dan tim Pararescuemen (PJ) Angkatan Udara AS menembus wilayah udara serta daratan Iran untuk mengekstraksi “Bravo”—seorang Weapons Systems Officer (WSO) dari jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh pada April lalu.

Dalam rekaman visual sensor udara, terlihat prajurit penyelamat menyisir punggung bukit (ridgeline) berbatu pada ketinggian sekitar 7.000 kaki, merangkul serta mengamankan perwira yang terluka parah tersebut, lalu memandu dan memapahnya menuju helikopter evakuasi.

Kondisi fisik Bravo saat rekaman itu diambil menggambarkan sebuah daya tahan tubuh yang luar biasa. Akibat terhempas keras ke tanah saat ejection, Ia mengalami patah tulang punggung, patah lengan, serta cedera bahu. Kendati menderita cedera berat, Bravo mampu bertahan hidup seorang diri selama hampir 50 jam tanpa makanan dan air, sembari merayap serta mendaki medan terjal untuk menghindari kejaran ribuan pasukan Iran yang mengepung area tersebut.

Untuk menyelamatkan satu nyawa di wilayah musuh, Pentagon mengerahkan lebih dari 90 personel pasukan khusus yang bertindak sebagai boots on the ground—kehadiran fisik tentara darat AS pertama di tanah Iran dalam 46 tahun terakhir.

Di balik penjemputan akhir oleh helikopter penyelamat standar seperti HH-60W Jolly Green II yang terekam kamera, para analis intelijen dan pengamat militer menyoroti teka-teki besarnya penetrasi udara tersebut. Menembus ruang udara Isfahan—satu di antara wilayah dengan cakupan radar pertahanan udara paling padat dan berlapis di Iran—selama puluhan jam tanpa terdeteksi memicu dugaan kuat keterlibatan varian helikopter siluman ramah radar (stealth helicopter).

Hari Ini 15 Tahun Lalu, Terungkap Keberadaan Stealth Black Hawk, Satu Hari Pasca Tewasnya Osama Bin Laden

Penggunaan platform helikopter penyusup berpenampang radar rendah (Low Observable) atau yang populer dikenal publik sebagai “Stealth Hawk” dianggap menjadi elemen kunci yang menyusup terlebih dahulu untuk mengamankan jalur dan perimeter.

Indikasi keterlibatan Stealth Hawk atau varian MH-60 Siluman—seperti yang pernah digunakan tim Navy SEALs saat penyergapan Osama bin Laden di Abbottabad pada 2011—didasari oleh kalkulasi taktis kawasan Isfahan yang dipagari sistem rudal hanud canggih seperti S-300 hingga Bavar-373.

Helikopter berteknologi stealth yang dilengkapi piringan hub rotor khusus, bilah pemecah gelombang suara, serta lapisan cat penyerap gelombang radar (Radar Absorbent Material) diyakini bertindak sebagai armada perintis (pathfinder) dan komando taktis di garis depan. Kombinasi antara teknologi penerbangan siluman, perang elektronik CIA, dan keberanian eksekutor JSOC terbukti berhasil memulihkan situasi yang hampir mustahil di medan paling berbahaya di dunia. (Gilang Perdana)

Citra Satelit Ungkap Cina Kembangkan Varian Stealth Helikopter Harbin Z-20 “CopyHawk”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *