Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) rupanya kepincut dengan apa yang telah dilakukan oleh mitranya, Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) dalam meningkatkan kesadaran situasional bagi pilot jet tempur Eurofighter Typhoon. Persisnya Luftwaffe akan bergabung dengan RAF untuk menggunakan Striker II helmet-mounted display (HMD) produksi BAE Systems. (more…)
Meski terdengar ganjil, namun ada kabar bahwa pasukan Rusia digaris depan pertempuran justru menggunakan ranpur (kendaraan tempur) lapis baja rampasan dari Ukraina. Yang dimaksud adalah IFV M2A2 Bradley buatan BAE Systems yang didonasikan 62 unit oleh Amerika Serikat untuk Ukraina dan saat ini sebagian berada di tangan Rusia. (more…)
Untuk urusan keselamatan prajurit, apa yang dilakukan Amerika Serikat jelas menjadi panutan. Terkhususnya bagi unit militer yang ditempatkan di Timur Tengah, ada kabar bahwa Angkatan Laut AS (US Navy) telah memesan perangkat anti drone – Counter-Unmanned Aerial Systems (C-UAS) dengan teknologi EAGLS (Electrically Aided Gunnery Laser System) dari MSI Defense Solutions dengan nilai US$24 juta. (more…)
Selain kabar permintaan Israel untuk mempercepat jadwal pengiriman jet tempur F-15EX, ada kabar lain yang menyangkut eksistensi elang penempur produksi Boeing ini, yakni fitur Eagle Passive Active Warning Survivability System (EPAWSS) pada F-15 disebut telah tuntas dalam penyelesaian uji operasional awal dan evaluasi, yang kemudian diizinkan untuk produksi tingkat penuh, dengan Kemampuan Operasional Awal atau Initial Operational Capability (IOC) diharapkan dalam waktu sekitar satu tahun mendatang. (more…)
Populer setelah dipasang pada kapal cepat Watercat M12 (Mortar Boat), mortir kaliber 120 mm Patria Nemo belum lama ini diperkenalkan oleh BAE Systems sebagai paket senjata utama pada Armored Multi Purpose Vehicle (AMPV) – prototipe ranpur roda rantai yang dipersiapkan sebagai pengganti M113. Seperti apakah kemampuan Patria Nemo ketika dipasang pada ranpur roda rantai? (more…)
Malloy Aeronautics dan BAE Systems dari Inggris semakin serius untuk mengembangkan drone copter dalam misi peperangan. Dalam varian yang paling besar, yakni Malloy T650 berupa drone yang dapat membawa payload 300 kg, salah satunya dipersiapkan untuk mampu membawa tiga rudal Brimstone, yang mana berat ketiga rudal tersebut bila disatukan sekitar 150 kg. (more…)
Menjelang jadwal pengoperasian kembali ranpur amfibi roda ban Amphibious Combat Vehicle (ACV) 8×8, ada kabar bahwa Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) kini tengah melakukan uji coba varian kanon ACV 8×8. Persisnya, BAE Systems telah mengirimkan kendaraan uji produksi perdana – Production Representative Test Vehicles (PRTV) Amphibious Combat Vehicle 30 mm Cannon (ACV-30) kepada Korps Marinir AS. (more…)
Sebagai sekutu nomer wahid Amerika Serikat, Inggris kerap ‘bersinggungan’ dengan kekuatan bawah laut Rusia. Dan guna meningkatkan kemampuan tempur atas dan bawah permukaan laut, Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) telah diperkuat sembilan unit pesawat intai maritim P-8A (MRA1) Poseidon. Selain mengandalkan torpedo ringan MK54 buatan Raytheon, ada kabar bahwa MRA1 Poseidon kini mulai diinterasikan dengan torpedo ringan buatan Inggris, Sting Ray. (more…)
Setelah F-15E Eagle dan F-16 Fighting Falcon, maka Eurofighter Typhoon akan menjadi jet tempur pertama di luar produksi AS yang akan dipasangi perangkat Digital GPS Anti-jam Receiver (DIGAR). Upgrade pemasangan DIGAR pada jet tempur Typhoon terkait dengan peningkatan kapabilitas tempur dalam program Phase 4 Enhancements (P4E). (more…)
Sesuai kesepakatan yang tertuang dalam pakta pertahanan tiga negara – Australia, Amerika Serikat dan Inggris (AUKUS), maka antara Australia dan Inggris akan merancang dan membangun kapal selam bertenaga nuklir yang benar-benar baru untuk angkatan laut kedua negara, dan kapal selam tersebut diberi label SSN-AUKUS (AUKUS class). (more…)