Category: Anti Kapal Selam

Cina Kembangkan Sensor Magnetik ‘Berukuran Debu’, Sanggup Deteksi Kapal Selam dari Jarak 500 Meter

Para ilmuwan Cina kembali membuat terobosan besar dalam teknologi peperangan bawah laut (underwater warfare). Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh South China Morning Post (SCMP), tim peneliti berhasil mengembangkan sensor magnetik Hall-effect berukuran ultra-kompak—bahkan setara ukuran debu—yang secara teoritis mampu mendeteksi keberadaan kapal selam berbadan baja (steel-hulled submarine) dari jarak hingga 500 meter. (more…)

Incar Pasar Australia, IAI Israel Tawarkan Drone Bawah Laut ‘BlueWhale’ untuk Intai Koridor Utara dan Laut Cina Selatan

Upaya Australia menutup celah kekosongan kapabilitas tempur bawah laut sebelum hadirnya kapal selam nuklir dimanfaatkan secara agresif oleh industri pertahanan global. Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), dilaporkan tengah gencar mempromosikan drone bawah laut otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) kelas berat mereka, BlueWhale (ELI-3325), untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)

Lompatan Teknologi Tabung Torpedo 533mm: Jerman Sukses Uji Coba “Ranger”, USV Pengintai dari Kapal Selam

Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)