
Para ilmuwan Cina kembali membuat terobosan besar dalam teknologi peperangan bawah laut (underwater warfare). Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh South China Morning Post (SCMP), tim peneliti berhasil mengembangkan sensor magnetik Hall-effect berukuran ultra-kompak—bahkan setara ukuran debu—yang secara teoritis mampu mendeteksi keberadaan kapal selam berbadan baja (steel-hulled submarine) dari jarak hingga 500 meter. (more…)

Pada tanggal 10 Agustus 2026, Song Thu Corporation (Tổng công ty Sông Thu) bersama Angkatan Laut Vietnam secara resmi menggelar upacara pemotongan baja pertama (first steel cutting) di Da Nang untuk pembangunan kapal perang jenis Fregat Anti-Kapal Selam (Multipurpose ASW Frigate) buatan lokal pertama.
(more…)

Upaya Australia menutup celah kekosongan kapabilitas tempur bawah laut sebelum hadirnya kapal selam nuklir dimanfaatkan secara agresif oleh industri pertahanan global. Perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan asal Israel, Israel Aerospace Industries (IAI), dilaporkan tengah gencar mempromosikan drone bawah laut otonom (Unmanned Underwater Vehicle/UUV) kelas berat mereka, BlueWhale (ELI-3325), untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN). (more…)

Ketika TNI AL mengoperasikan 16 unit korvet kelas Kapitan Pattimura (Parchim I / Project 133.1) yang dibeli bekas dari eks Jerman Timur pada era 1990-an, banyak pengamat militer mengira armada korvet berdesain khas ini sudah menjadi barang langka di medan pertahanan global. (more…)

Penempatan kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) milik Amerika Serikat dan Inggris di Australia melalui skema Submarine Rotational Force – West (SRF-W) mulai tahun depan (2027) menandai pergeseran peta kekuatan militer yang amat signifikan di kawasan Indo-Pasifik. (more…)

Bagi publik Indonesia, nama CN-235 selalu memicu kebanggaan mendalam. Pesawat legendaris hasil kerja sama jenius antara IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia) dan CASA Spanyol (kini Airbus Defense and Space) ini telah menjelma menjadi salah satu platform angkutan taktis dan pengintai paling sukses di dunia. (more…)

Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)

Uji coba peluncuran rudal balistik dari kapal selam (Submarine-Launched Ballistic Missile/SLBM) Julang-2 (JL-2) oleh Angkatan Laut Cina (PLAN) pada 6 Juli 2026 berbuntut panjang. Jika sebelumnya riak protes datang dari kekuatan besar kawasan seperti Taiwan, kini gelombang kecaman keras datang serentak dari negara-negara kepulauan kecil di Samudera Pasifik. (more…)

Angkatan Laut Filipina dipastikan akan menerima suntikan kekuatan militer yang signifikan melalui akuisisi lima kapal perang jenis destroyer escort (perusak kawal/fregat ringan) Abukuma class yang baru saja dipensiunkan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF). (more…)

Peta persaingan perang bawah air (underwater warfare) di kawasan Samudra Hindia memasuki babak baru yang krusial. Guna mengantisipasi lonjakan kehadiran kapal selam Angkatan Laut Cina dan Pakistan, India mengambil langkah strategis dengan menanam “mata dan telinga” elektronik di dasar laut. (more…)