Ubah Mirage 2000 Jadi Lab AI, Perancis Siapkan Drone Pendamping Rafale di 2028

Angkatan Udara Perancis (French Air and Space Force), bekerja sama dengan Badan Pengadaan Pertahanan (DGA) serta Badan Kecerdasan Buatan Pertahanan (Amiad), meluncurkan proyek eksperimental penerbangan tempur modern bertajuk Hypairion.
Baca juga: Diuji dengan “Otak” AI, Dassault Siapkan Lompatan Teknologi Jet Tempur Rafale Perancis
Proyek strategis ini dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada jet tempur berawak yang terbang mendampingi drone tempur kawan (collaborative combat aircraft atau loyal wingman) pada tahun 2028 mendatang.
Inti utama dari proyek Hypairion adalah membangun arsitektur sistem yang terbuka, modular, dan sepenuhnya dikuasai oleh negara (sovereign AI). Langkah ini diambil guna memutus ketergantungan militer Perancis pada sistem tertutup (proprietary systems) milik korporasi pertahanan swasta yang kerap membatasi fleksibilitas integrasi sensor maupun persenjataan.
Melalui Amiad, pemerintah Perancis akan memegang kendali penuh atas arsitektur perangkat lunak, khususnya pada fungsi komando dan kendali (command and control) serta otonomi misi—mulai dari perencanaan penerbangan, pengambilan keputusan taktis di udara, hingga analisis pasca-misi.
📌 À Mont-de-Marsan, deux Mirage 2000 testent l’IA du programme HypAIRion. Cap sur un Rafale épaulé par des drones de combat, standard F5 attendu en 2033.
A lire 📰 et écouter 🎧 en podcast 👉 https://t.co/GZRWKsC6PE#AquitaineOnLine #Rafale pic.twitter.com/1JLXeOZCna
— AquitaineOnLine (@aquitaineonline) October 3, 2026
Sebagai tahap awal pembuktian konsep, Angkatan Udara Perancis saat ini tengah memodifikasi dua unit jet tempur Mirage 2000 di Pangkalan Udara Mont-de-Marsan untuk dijadikan wahana uji (test bed) AI. Kedua pesawat tempur tersebut dilengkapi dengan komputer pemroses berkinerja tinggi baru untuk menguji berbagai skenario penggunaan (use cases) mulai akhir tahun ini.
Skenario awal yang diuji mencakup optimasi jalur penerbangan serta kalkulasi taktis pengoperasian senjata udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Adapun drone tanpa awak yang akan diuji terbang bersama pada 2028 merupakan platform eksperimen awal, sebelum nantinya menentukan platform loyal wingman definitif yang bakal mendampingi jet tempur Rafale standar F5.
Perancis Resmi Memulai Program Pengembangan Rafale F5 “Super Rafale” dan Loyal Wingman (UCAV)
Integrasi AI ini diproyeksikan menjadi pilar krusial bagi pengembangan jet tempur Rafale ke depan. DGA mengonfirmasi bahwa pengoperasian drone otonom dari kokpit Rafale tidak perlu menunggu hingga varian Rafale F5 resmi hadir pada 2033. Melalui pembaruan sistem pada standar F4 yang ada saat ini—serta memanfaatkan integrasi tablet terhubung ke sistem misi—penerbang Rafale sudah dapat mengontrol platform nirawak secara bertahap.
Kehadiran AI, seperti pada pod penanda laser Thales TALIOS yang dijadwalkan hadir pada 2027, terbukti mampu memindai area dan menyajikan daftar potensi sasaran secara otomatis guna mengurangi beban kognitif (cognitive load) awak pesawat di medan tempur yang makin kompleks.
Thales Upgrade Pod Penargetan TALIOS dengan Kecerdasan Buatan, Bikin Rafale Makin Canggih
Kendati memacu kedaulatan teknologi AI, militer Perancis menegaskan tidak akan mengarah pada pengoperasian armada tempur yang sepenuhnya tanpa awak. Doktrin tempur Perancis tetap menempatkan peran manusia (human-in-the-loop) sebagai pemegang keputusan tertinggi dalam eksekusi penembakan persenjataan.
Proyek Hypairion ini diprediksi akan mengubah struktur organik satuan tempur di masa depan, di mana keberadaan ahli ilmu komputer (computer scientist) di dalam skuadron jet tempur akan menjadi pemandangan harian pada dekade 2035–2040. (Gilang Perdana)


