
Di tengah perlombaan raksasa teknologi dunia membangun pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang haus listrik hingga skala gigawatt, Pentagon justru mengambil langkah ekstrem yang sepenuhnya berlawanan. Badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), resmi merilis dokumen Request for Information (RFI) bertajuk Low Resource Computing untuk berburu konsep komputasi radikal. (more…)

Main Battle Tank (MBT) buatan Barat di medan laga Ukraina kembali menghadapi ujian berat menyusul pengumuman paket modernisasi masif pada salah satu senjata pemukul asimetris andalan Rusia. Biro Desain Simbirsk (SKB Piranha), pabrikan kedirgantaraan tanpa awak asal Ulyanovsk, Rusia, secara resmi memamerkan paket modifikasi terbaru untuk drone kamikaze Piranha-10. (more…)

Militer Amerika Serikat terus bergerak cepat mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi merevolusi taktik perang asimetris masa depan. Platform amunisi pendarat (loitering munition) jarak jauh mereka yang bernama resmi Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), kini bersiap menerima integrasi perangkat lunak otonom canggih Hivemind besutan perusahaan teknologi pertahanan Shield AI. (more…)

Paradigma industri galangan kapal militer global kini tengah mengalami pergeseran radikal yang sangat signifikan. Menghadapi tantangan peperangan maritim masa depan, raksasa pertahanan asal Korea Selatan, Hanwha Ocean, secara agresif mulai melangkah jauh melampaui teknik konstruksi kapal perang konvensional berbasis baja. (more…)

Cina baru saja menunjukkan lompatan besar dalam industri manufaktur militer melalui implementasi teknologi “Dark Factory” atau pabrik tanpa cahaya untuk memproduksi jet tempur siluman tercanggihnya, Chengdu J-20 Mighty Dragon. Mengutip laporan dari Science and Technology Daily, penggunaan otomatisasi penuh berbasis kecerdasan buatan (AI) ini telah berhasil meningkatkan efisiensi produksi komponen utama jet tersebut hingga hampir 150 persen. (more…)

Perang drone yang kian masif memaksa industri pertahanan global untuk mencari solusi pencegatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis. Terbaru, perusahaan Arkodim yang berbasis di Kazan, Rusia, dilaporkan telah mengembangkan algoritma jaringan syaraf tiruan (neural network) canggih yang dirancang khusus untuk sistem pertahanan udara (air defense) tingkat rendah guna menghadapi ancaman drone kecil. (more…)

Perusahaan teknologi pertahanan Jerman, Helsing, belum lama ini meluncurkan drone kamikaze yang disebut pertama dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Drone yang dimaksud adalah HX-2 yang mengusung desain “X-Wing” dan mampu melesat dengan kecepatan maksimum 220 km per jam dan jangkauan 100 kilometer. (more…)

Mengikuti Airbus dengan jet tempur Eurofighter Typhoon (varian tandem seat) sebagai testbed untuk uji coba Manned-Unmanned Teaming (MUM-T), maka pabrikan dirgantara Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) telah mengumumkan bakal menggunakan jet tempur ringan FA-50 Fighting Eagle sebagai testbed untuk adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. (more…)

Terdesak pada kondisi untuk harus siap untuk berperang dengan Korea Utara, mendorong Korea Selatan mengembangkan beragam alutsista secara progresif. Di antara yang tidak bisa dilupakan adalah kemampuan Korea Selatan dalam menghadapi peperangan bawah air, yang lebih spesifik pada pengembangan sistem deteksi ranjau bawah air. (more…)

Meski tidak secara spesifik akan melengkapi jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon dengan apa yang disebut Barat sebagai kecerdasan buatan, namun, karena Su-57 adalah pesawat multirole, pesawat generasi kelima ini dilengkapi dengan sejumlah besar sistem dan subsistem yang beroperasi pada rentang frekuensi yang berbeda. Dan para pengembang memiliki tugas besar untuk mengelola seluruh desain yang kompleks dalam apa yang disebut High Intellectualization of The Board. (more…)