Fregat Formidable Class Singapura Resmi Dipasangi Rudal Anti-Kapal Canggih Blue Spear

Angkatan Laut Singapura (RSN) secara resmi mulai melengkapi armada fregat siluman Formidable class milik mereka dengan rudal permukaan-ke-permukaan (surface-to-surface missile/SSM) generasi terbaru, Blue Spear. Kehadiran rudal canggih ini terkonfirmasi setelah kapal ketiga dalam kelas tersebut, RSS Steadfast, terlihat telah terpasang sistem peluncur Blue Spear menjelang penugasannya untuk membuka tur umum di Tokyo International Cruise Terminal pada 21–22 Agustus 2026.
Pemasangan senjata anyar ini merupakan bagian integral dari program modernisasi paruh baya (Mid-Life Upgrade/MLU) yang menyasar seluruh armada fregat Formidable class milik Singapura. Sebagai kapal perang paling modern dan berkemampuan tinggi di kawasan Asia Tenggara saat ini, enam unit fregat Formidable class yang memperkuat Skadron 185 RSN—yakni RSS Formidable, RSS Intrepid, RSS Steadfast, RSS Tenacious, RSS Valiant, dan RSS Stalwart—secara bertahap akan dipasangi sistem rudal ini untuk meningkatkan daya gempurnya.
Selain pembaruan sistem persenjataan, program MLU ini juga mencakup peningkatan pada sistem manajemen tempur (combat management system), sistem komunikasi, serta pembaruan permesinan kapal.
Singapore’s Formidable-class frigates have been fitted with the Blue Spear surface-to-surface missile (SSM), Janes can confirm.
👉https://t.co/aAmtFKfNJw pic.twitter.com/nojNVS4UP2
— Janes (@JanesINTEL) August 11, 2026
Pemasangan Blue Spear ini sekaligus menandai masa pensiun bagi rudal anti-kapal generasi sebelumnya yang terpasang pada Formidable class, yaitu Boeing RGM-84 Harpoon buatan Amerika Serikat.
Jika dibandingkan dengan RGM-84 Harpoon yang memiliki jarak jangkau sekitar 130 hingga 140 kilometer, Blue Spear menawarkan lompatan teknologi dan jangkauan yang sangat signifikan. Dengan jangkauan tembak mencapai sekitar 290 kilometer, Blue Spear memiliki jarak jelajah lebih dari dua kali lipat dibanding Harpoon. Keunggulan ini memberikan fleksibilitas taktis dan jarak aman (stand-off range) yang jauh lebih luas bagi RSN untuk melumpuhkan sasaran sebelum kapal musuh berada dalam jarak jangkau serangnya.
Blue Spear – Program Rudal Anti Kapal Hasil Kolaborasi Singapura dan Israel https://t.co/970G735h6a pic.twitter.com/kt2qkgdyM8
— Indomiliter.com (@indomiliter) December 23, 2020
Secara teknis, Blue Spear merupakan rudal jelajah subsonik generasi kelima yang dikembangkan oleh Proteus Advanced Systems, sebuah perusahaan konsorsium (joint venture) antara Israel Aerospace Industries (IAI) dan ST Engineering dari Singapura. Rudal ini dikembangkan dari silsilah keluarga rudal anti-kapal Gabriel yang legendaris, namun telah dirancang penuh untuk memenuhi kebutuhan pertempuran laut modern.
Salah satu keunggulan utama Blue Spear terletak pada kemampuannya untuk melakukan serangan di luar garis pandang (beyond line-of-sight/BLOS), baik terhadap sasaran kapal di lautan lepas maupun target berharga di daratan (land-attack). Rudal ini dibekali sistem pemandu (guidance package) dan active radar seeker canggih yang dirancang khusus untuk tetap beroperasi secara optimal di lingkungan peperangan elektronika yang sangat padat dan penuh gangguan jamming.
Singapura dan Israel Pamerkan Blue Spear – Rudal Jelajah Anti Kapal dengan Mesin Turbojethttps://t.co/dmDI1EVp0D pic.twitter.com/IU1VGXoRMJ
— Indomiliter.com (@indomiliter) February 19, 2022
Tidak hanya memiliki sensor pemandu yang tahan gangguan, Blue Spear juga memiliki kemampuan dynamic flight path adjustment, yang memungkinkan rudal mengubah manuver dan rute penerbangannya secara dinamis untuk mengejar target bergerak. Dalam melakoni profil penyerangan, Blue Spear terbang sangat rendah menyusuri permukaan laut (low sea-skimming flight profile) demi meminimalkan tangkapan radar musuh dan menyulitkan sistem pertahanan udara lawan melakukan intersepsi.
Selain itu, seluruh modul sistem pemandu, hulu ledak, dan navigasinya dibungkus dalam hardened casing yang diperkuat, sehingga meningkatkan daya tahan rudal dari tembakan meriam kanon pertahanan jarak dekat (close-in weapon system/CIWS) berbasis Gatling saat menerobos benteng pertahanan terakhir kapal musuh. Pemasangan Blue Spear pada seluruh armada Formidable class ini makin mengukuhkan posisi Singapura dalam mempertahankan dominasi teknologi dan daya tempur laut di kawasan Asia Tenggara. (Gilang Perdana)
[Polling] Fregat Formidable Class RSN: Lawan Tanding Terberat Korvet SIGMA Class TNI AL


