Dari Inggris, BAE Systems Resmi Memulai Produksi 20 Eurofighter Typhoon Pesanan Turki

Kesepakatan pertahanan bernilai besar antara konsorsium Eropa dan Angkatan Udara Turki kini resmi memasuki babak eksekusi fisik. BAE Systems mengumumkan bahwa proses produksi untuk 20 unit jet tempur Eurofighter Typhoon pesanan Turki telah dimulai secara resmi. Pengumuman ini menjadi penanda penting bergesernya status kesepakatan dari penandatanganan kontrak menuju tahap manufaktur skala penuh (full-scale manufacturing) yang melibatkan rantai pasok lintas negara di Eropa.

Baca juga: Kesepakatan Penjualan Jet Tempur Eurofighter Typhoon ke Turki, Ternyata Membuat Israel ‘Pusing’

Kepastian mulainya alur produksi ini dikonfirmasi langsung oleh BAE Systems melalui laporan resmi kinerja keuangan Semester I (H1) 2026. Proses pembuatan komponen dan perakitan awal saat ini sudah berjalan di Inggris—termasuk di fasilitas utama BAE Systems di Samlesbury dan Warton—serta tersebar di jaringan fasilitas negara-negara mitra konsorsium Eurofighter, seperti Jerman, Italia, dan Spanyol.

Berdasarkan jadwal pengiriman yang dirancang, unit jet tempur gres (Tranche 4) pertama diharapkan siap untuk diserahterimakan kepada Angkatan Udara Turki pada tahun 2030 mendatang.

Sembari menunggu produksi armada baru yang membutuhkan waktu beberapa tahun, Turki menerapkan strategi pengadaan multifaset untuk mengatasi penuaan armada F-16. Guna menutup celah kemampuan (gap-filler) tempur secara mendesak, Ankara menjajaki dan memproses akuisisi hingga 24 unit Eurofighter Typhoon bekas (second-hand) dari negara mitra seperti Qatar dan Oman. Langkah taktis ini memungkinkan para penerbang Turki mendapatkan unit gap-filler lebih cepat guna menjaga kesiapan operasional ruang udara nasional sebelum unit produksi baru dari BAE Systems tiba.

Kapasitas Produksi Eurofighter Typhoon Bakal Digenjot, dari 12 Menjadi 20 Unit Per Tahun

Langkah peremajaan ini menjadi tonggak sejarah (milestone) vital dalam program modernisasi kekuatan udara Ankara pasca dinamika politik penangguhan program F-35. Selain armada utama, BAE Systems juga mengamankan kontrak pendukung dari Pemerintah Inggris yang mencakup penyediaan paket pelatihan pilot dan teknisi, peralatan pendukung darat, serta penyediaan amunisi canggih seperti rudal udara-ke-udara Meteor dan rudal presisi Brimstone guna memastikan kesiapan tempur maksimal.

Pengadaan Eurofighter Typhoon, baik unit second-hand maupun unit baru Tranche 4—diproyeksikan menjadi jembatan kekuatan yang sangat krusial bagi Turki. Kehadiran jet tempur bermesin ganda bergenerasi 4.5 ini bertugas menjaga superioritas udara dan menopang kekuatan Angkatan Udara Turki, sembari menantikan jet tempur siluman generasi kelima buatan dalam negeri mereka, KAAN, matang secara operasional dan diproduksi secara massal untuk memasuki dinas aktif pada era 2030-an. (Gilang Perdana)

Bukan Sekadar Beli, Turki Ingin Pasang Rudal Buatan Lokal di Eurofighter Typhoon

 

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *