Perusahaan dirgantara dan pertahanan asal Swedia, Saab, resmi meluncurkan pesawat intai peringatan dini atau Airborne Early Warning and Control (AEW&C) GlobalEye pertama untuk Angkatan Udara Swedia, yang mendapatkan sebutan resmi sebagai S 106, di fasilitas mereka di Linkoping pada 15 Oktober 2026. (more…)
Langkah Kanada menuju pengadaan sistem Airborne Early Warning and Control (AEW&C) mengalami kemajuan signifikan setelah perusahaan pertahanan Swedia, Saab, menandatangani kesepakatan non-binding term-sheet dengan Canadian Defence Investment Agency (DIA). (more…)
Langkah modernisasi armada pengawas udara di kawasan Eropa makin menunjukkan dominasi manufaktur asal Swedia. Pemerintah Belanda secara resmi menandatangani surat niat non-mengikat (non-binding letter of intent) untuk memboyong satu unit pesawat peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) Saab GlobalEye. (more…)
Produsen pertahanan asal Swedia, Saab, mengumumkan keberhasilannya mengamankan kontrak raksasa senilai 10,1 miliar Krona Swedia atau setara US$1,04 miliar untuk pengadaan dua unit pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) GlobalEye. (more…)
Setelah melalui proses evaluasi yang panjang dan ketat, Pemerintah Perancis secara resmi mengumumkan keputusan untuk memesan dua unit pesawat Airborne Early Warning & Control (AEW&C) GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab. Kesepakatan ini juga mencakup opsi tambahan untuk dua unit lagi di masa depan, yang bertujuan untuk menggantikan armada legendaris namun menua, Boeing E-3F Sentry (AWACS). (more…)
Saab dalam pernyataan pada 17 September 2024, menyebut bahwa telah mengirim unit kelima dari pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning & Control) berbasis radar AESA (Active Electronically Scanned Array) GlobalEye pesanan Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA). (more…)
Dioperasikan lebih dari 30 tahun, Angkatan Udara dan Luar Angkasa Perancis kini tengah mempersiapkan pesawat pengganti Boeing E-3 Sentry Airborne Early Warning and Control (AEW&C). Alih-alih mengarahkan pilihan pada platform pesawat komuter narrow body sekelas Boeing 737, Perancis kini tengah melakukan kajian untuk mengadopsi Saab GlobalEye yang mengadopsi platform pesawat jet bisnis Bombardier Global 6000. (more…)
Meski Swedia adalah tempat asal manufaktur Saab, namun negara pertama pengguna pesawat intai AEW&C (Airborne Early Warning and Control) Saab GlobalEye adalah Uni Emirat Arab (UEA), negeri kaya minyak itu mengorder lima unit GlobalEye yang dibagi dalam dua kontrak pengadaan. Sementara Swedia hanya mengorder dua unit GlobalEye, dan masih jauh dari waktu penyerahan, belum lama ini pesawat pertama yang akan dikonversi baru saja diterima oleh Saab. (more…)
Meski sudah mengoperasikan empat unit E-7 Wedgetail (Boeing 737 AEW&C)“Peace Eye”, rupanya belum dirasa cukup bagi Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF). Angkatan Udara Negeri Ginseng setidaknya masih memproyeksikan penambahan dua sampai tiga unit AEW&C (Airborne Early Warning and Control). (more…)
Saab GlobalEye di Dubai AirShow 2019 (Foto: David Donald)
Mempertegas MoU pada Dubai AirShow 2019 atas pengadaan tambahan pesawat intai GlobalEye, Saab pada 4 Januari lalu telah mengofirmasi meraih kontrak dari Uni Emirat Arab untuk penambahan dua unit GlobalEye dengan nilai mencapai US$1,018 miliar. Dengan penambahan ini, menjadikan nantinya negeri kaya minyak ini akan mengoperasikan total lima unit Saab GlobalEye. (more…)